say CDM pls

2.5K posts

say CDM pls

say CDM pls

@alldreamfree

Katılım Mayıs 2023
43 Takip Edilen43 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
say CDM pls
say CDM pls@alldreamfree·
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ️️ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ❛.*•.¸♡ 𝒂 𝒔𝒕𝒐𝒓𝒚 𝒂𝒃𝒐𝒖𝒕 𝒎𝒚 𝒃𝒐𝒐𝒌 ♡¸.•*. ❜ ㅤㅤ️️ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
한국어
1
0
0
5.4K
say CDM pls retweetledi
akun hewan | tapi bukan
kalian boleh ndak suka sama mutualku ini, tapi dia menjanjikan daycare saat kampanye pilkada DKI 2016, dan beneran membangun 32 daycare profesional ketika jadi gubernur. saat menjadi mendikbud 2014, dia juga membuatkan daycare di kantor kementrian [yg kemudian digusur]. sayangnya, masyarakat kita ga terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini, janji serupa di pilpres 2024 cuma dianggap remeh. sekarang ketika ada kasus daycare malpraktek di jogja yg kemudian viral, kita cuma bisa menuntut pertanggungjawanan setelah kejadian, karena akar masalahnya tidak pernah jadi perhatian. mereka gak care pentingnya daycare. #lamjutkanmbg
akun hewan | tapi bukan tweet mediaakun hewan | tapi bukan tweet media
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Mulai dr tempat penitipan anak yg terjangkau bg semua, smp cuti melahirkan bg ayah, sila simak Janji Kerja #BERSAMAmuliakanPerempuan ini:

Indonesia
193
9.2K
29.4K
655K
say CDM pls retweetledi
zya 🪭
zya 🪭@hereuarekv·
jungkook seganteng ini gila di real life, senyumnya tatapan matanya sexy hot bangettttt 😭😭🔥🔥🔥🔥
Indonesia
20
1.9K
7.6K
51.6K
say CDM pls retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
Di kondisi ekonomi sesulit sekarang, berikut anggaran yang dihamburkan BGN sejauh ini : -langganan zoom meeting 5,7 miliar -pakaian 623,3 miliar -pelatihan & sosialisasi 464,6 miliar -perangkat teknologi 1,26 triliun -motor listrik 1,2 triliun -event organizer 113 miliar
Indonesia
217
11K
25.3K
280.6K
say CDM pls retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: BGN habiskan anggaran Rp 5,7 miliar untuk langganan Zoom Meeting April–Desember 2026
Indonesia
1.2K
6.4K
23.1K
3.3M
say CDM pls retweetledi
𓂃ꨄ ྀ
𓂃ꨄ ྀ@dannarysx·
Mamah version Papah version
𓂃ꨄ ྀ tweet media𓂃ꨄ ྀ tweet media
Indonesia
45
4.2K
26.8K
387.1K
say CDM pls retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
say CDM pls retweetledi
ᴊᴋ ⭑
ᴊᴋ ⭑@withgukk·
ᴊᴋ ⭑ tweet media
ZXX
2
5.3K
18.4K
139.6K
say CDM pls retweetledi
⋆࣪ ִֶᴍᴇᴡ。
⋆࣪ ִֶᴍᴇᴡ。@JUNG9795_·
jeon jungkook, semua tipe lelaki idaman dan sempurna dia embat semua anjay kataku mah 😭 jago masak, jago boxing, suka ngegym badan berotot, jago dance, suara perfect, biker, tattoan, piercing, gamer, pop star dan kaya raya 😭👉🏻👈🏻 ngapain aja jago… apa sih yg dia gabisa tuh 😫
⋆࣪ ִֶᴍᴇᴡ。 tweet media
Indonesia
72
1.6K
5.5K
53.2K
say CDM pls retweetledi
Punch Cat
Punch Cat@PunchingCat·
Punch Cat tweet media
ZXX
14
264
4.8K
42.7K
say CDM pls retweetledi
Livi 🏹
Livi 🏹@liviatoures·
Bagiku pribadi, baca jurnal tuh seru banget asal ga diburu-buru deadline. I do love to take my time when reading journals (trying to understand what they're trying to say, fully engage with it, etc.) especially if it's about the topic that I love.
Firza@firzadwp

Seandainya baca jurnal seseru baca AU

English
24
6.3K
26.9K
416.6K
say CDM pls retweetledi
hamster
hamster@hamsterbacod·
salah satu pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang-orang yang post foto menu & daftar harga di google maps.
Indonesia
461
22.7K
95.1K
992K
say CDM pls retweetledi
Bang opik
Bang opik@kipo_opik·
Dulu paling inget pas kampanye pillress pak @aniesbaswedan pernah bilang: kelas menengah adalah kelompok yang sering "terlupakan" oleh kebijakan sosial, krna ga dapet bantuan atau tunjangan Dari pemerintah, padahal mereka rentan terhadap gejolak ekonomi Dan pak anies memaparkan ide - ide nya untuk mendukung kelas menengah ini, tapi Yaa sayang yang menang yg joget-joget 😌
Proxy~@cemungutkitaa

Opini kalian tentang kelas menengah

Indonesia
243
10.7K
37.7K
952.3K
abçee
abçee@kiyoOy0y·
@bibliobase wtsss 1. tentang ziarah yang terkutuk 77k 2. kita pergi hari ini 70k 3. mari pergi lebih jauh 70k bundling 2&3 125k 4. bumi manusia 130k 5. satine 70k 6. teka teki rumah aneh 55k 7. then i met you - tresia (ind) 83k x.com/i/status/20456…
abçee@kiyoOy0y

reprice wts guyss, new sealed 1. tentang ziarah yang terkutuk 77k 2. kita pergi hari ini 70k 3. mari pergi lebih jauh 70k bundling 2&3 125k 4. bumi manusia 130k 5. satine 70k 6. teka teki rumah aneh 55k 7. then i met you - tresia (ind) 83k free ong, bundling lebih murahh

Indonesia
1
0
0
158
Biblio Base
Biblio Base@bibliobase·
📕 WTS & WTB BUKU REP DISINI
Indonesia
341
28
412
36.1K
say CDM pls retweetledi
Jean-Pierre Clotaine
Jean-Pierre Clotaine@jpclotaine·
Dulu pas aku masih di SMP - SMA itu, aku punya semacam rasa takut buat berinisiatif apapun, terutama yang terkait interaksi sosial; Aku enggan nanyain penjual, aku enggan nawarkan sesuatu. Pokoknya semuanya lah aku enggan. Sekarang aku sadar bahwa keengganan & rasa takut itu muncul karena aku "takut salah" & "takut orang tersinggung". Dulu pas kecil aku juga sering ngelakuin hal tertentu & dimarahi orang tua karena "harusnya ga ngomong gitu", "harusnya ga nanya ini". Lama2 ini kayaknya yang berkembang jadi keengganan buat berinisiatif Lama2 rasa enggan ini pudar seiring aku nyadar bahwa "salah" berperilaku itu oke2 aja. Emang kenapa kalau kita ini agak aneh? Atau salah nanya? Atau ga tau sesuatu? Yaudah, gapapa. Malu? Orang pun cuma mikirin kita sekian menit aja lalu lupa. Kalaupun ada yang benar2 tersinggung, yaudah itu resiko hidup, mau ga mau harus dihadapi. Salah dia sendiri suuzon & terlalu ambil hati sama ketidaktahuan orang lain. Yang penting itu ini: Kalau aku udah tau orang tak suka cara aku berinteraksi dengannya, ya aku berusaha sesuaikan di kesempatan lain; Yaudah itu aja. Kalau dia misalnya masih tak terima, ya mungkin tak cocok aja & mungkin dia lebih baik berinteraksi sama orang lain
Indonesia
2
35
274
8.8K