21.8K posts

愛 banner
愛

@alteredemotion

my digital diary 📠

⌕ 𝘄𝘄𝘄.infp.𝖼𝗈𝗆 ✴︎ Katılım Kasım 2018
1.7K Takip Edilen141 Takipçiler
愛
@alteredemotion·
makasi hipdut klo bukan karenamu ak gaakan survive nunggu jam 6 malam tiap harinya
Indonesia
0
0
0
4
愛 retweetledi
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Di hadapan prabowo, harga gas pun langsung turun drastis. Wajar jika beliau selalu yakin kalau Indonesia baik-baik saja.
jakartalk tweet media
Indonesia
1.7K
8K
30.6K
931.2K
愛 retweetledi
Aisa! ★
Aisa! ★@sorenavistha·
Tetap membaca ya. Karena membaca bisa membuat seseorang mulai bertanya, meragukan, lalu melawan. Selamat hari buku nasional. ‼️📚🙏👊💃🍻💐📖
Aisa! ★ tweet mediaAisa! ★ tweet mediaAisa! ★ tweet mediaAisa! ★ tweet media
Indonesia
6
291
1.6K
14.6K
愛 retweetledi
📚 basebuku
📚 basebuku@basebuku·
SELAMAT HARI *BUKU NASIONAL! apa buku favorit kalian oleh penulis indonesia?
📚 basebuku tweet media
Indonesia
101
90
864
144K
愛 retweetledi
Logos ID
Logos ID@logos_id·
Lebih dari 75 buku, 100 foto, dan 100 majalah langka selesai didigitalisasi, usaha terakhir sebelum mimin selesai studi dan (akhirnya) kembali bisa ikut Aksi Kamisan setiap minggu. Ditunggu semua hasilnya di langka.logosid.app 🥳
Logos ID tweet mediaLogos ID tweet mediaLogos ID tweet mediaLogos ID tweet media
Logos ID@logos_id

Mengarsip majalah langka perempuan, arsip Douwes Dekker & Benedict Anderson, hingga sejarah kekerasan yang dialami Chindo pada era Bersiap di Cornell & Columbia University Sejauh ini, ada 15000 halaman dengan total size belasan GB Sebelum lulus, mimin arsipkan sebanyak mungkin!

Indonesia
3
229
857
15.6K
愛 retweetledi
222 Mountains For 🇵🇸
222 Mountains For 🇵🇸@kafiradikalis·
...Asli masih menangisi ini dari semalam. Negara terlalu jahat terhadap Papua. Ibu ini benar² mengalami perbudakan secara harafiah. Bekerja 9 tahun sbg buruh sawit gaji 2jt/bln, gaji cuma cukup untuk makan. Persis seperti budak pada zaman dulu yg cuma dikasih makan... (``,)
222 Mountains For 🇵🇸 tweet media222 Mountains For 🇵🇸 tweet media222 Mountains For 🇵🇸 tweet media222 Mountains For 🇵🇸 tweet media
Indonesia
22
1K
2.5K
24.1K
愛
@alteredemotion·
GUA CM MAU LULUS TEPAT WAKTU JINKKKKKK
Indonesia
0
0
0
1
愛
@alteredemotion·
pagi-pagi udh dibikin kesel aj monyetttt
Indonesia
0
0
0
4
愛
@alteredemotion·
stop bertingkah kek tai dan bertindak yg bener @ dosbing
Indonesia
0
0
0
6
愛 retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets economist.com/leaders/2026/0…
English
187
3.2K
5.9K
214.1K
愛 retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel). Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik. Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
tempo.co@tempodotco

Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

Indonesia
313
6.8K
23.5K
608.4K
愛 retweetledi
Bad News From Indonesia
🚨 CRISIS UPDATE: Kondisi 4 ABK WNI yang disandera perompak Somalia sejak 21 April lalu kini kian kritis! Berdasarkan video terbaru, pasokan logistik di kapal MT Honour 25 telah habis total. Kawan BNFI, mari kawal bersama isu kemanusiaan ini! 👇
Indonesia
74
2.5K
3.9K
150.2K
愛 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
247
4.9K
8.9K
368.5K
愛 retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Kalau @TheEconomist udah seaktif ini, sepertinya udah jadi alarm yg sangat keras. The economist nih bukan media biasa yg gampang dibeli ya capt. Ini media kredibel dari UK yg fokus pembahasannya emang terkait urusan global, politik, bisnis, keuangan, sains, dan teknologi, serta terkenal dengan pandangan redaksinya yang sangat menjunjung tinggi perdagangan bebas dan globalisasi. Berdasarkan penilaian lembaga pemantau media independen seperti Media Bias/Fact Check dan Ad Fontes Media, publikasi dari media tsb konsisten mendapatkan peringkat "High Factual Reporting" (Pelaporan Fakta Tinggi) dengan rekam jejak pemeriksaan fakta yang bersih. Mereka juga punya tim riset khusus yang bertugas memverifikasi setiap angka, grafik, dan klaim sebelum artikel diterbitkan. Jadi, awas aja kalau bilang ini antek² asing suruhan soros 🙃
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto@TradingDiary2

dalam 1 jam the economist @TheEconomist pagi pagi udah keluarin 2 serangan 😅what is this ? ada apa ini?

Indonesia
54
4.2K
10.9K
163.1K
愛 retweetledi
❄️얼음별
❄️얼음별@byeol_ice·
260516 ASEA 2026 대상 기사사진 #엔하이픈 #ENHYPEN
❄️얼음별 tweet media❄️얼음별 tweet media❄️얼음별 tweet media
한국어
0
2.4K
6.2K
136.8K
愛 retweetledi
romy
romy@rcmmmy·
prabowo subianto djojohadikusumo bin sumitro djojohadikusumo you will be dead by 12am kepeleset at your bathroom tonight
Indonesia
255
11.8K
49.3K
396.5K