L Y L Y
5.2K posts

L Y L Y
@alyrumm
ENTJ✨ | bxb writing's, homophobic dni.
she/her Katılım Eylül 2021
255 Takip Edilen3.8K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet

Berseries series dari Mata Batin Moving Scene sampe series ini semuanya best bgt gilaaaa. Narasinya oke, ga ngebosenin sama sekalii
Makasiii banyak kak sudah melahirkan cerita cerita sebagus ini🫶🫶🫶🫶🫶
티티@snowflakemlet
[INA SVT THRILLER FICTION] Escape Series No.3: COPYCAT Seorang penulis ditemukan tewas di dalam apartemennya. Disaat bersamaan, terdapat kasus yang sedang berjalan dan memiliki kemiripan dengan bagaimana Sang penulis tewas. Apakah pembunuhnya adalah orang yang sama?
Indonesia
L Y L Y retweetledi

biar homo yg penting cara mencyntay nya cowmel ya gpp blok
aling@alingantenk
orang yang lu baca au homo blok
Indonesia

L Y L Y retweetledi
L Y L Y retweetledi
L Y L Y retweetledi

Nih untung sudah di-save foto-foto dari Reyhan Fayyaz Rizal




Aiiiii@bvtrass
Suek, gw kok jadi diancem" gini. Jadi takut anjir, banyak yang dm gw begini. Emang kalo punya kuasa sama duit attitude kaga ada ya? Parah banget😔😔. Jadi malu gw ngeliat anak hukum begini
Indonesia
L Y L Y retweetledi
L Y L Y retweetledi
L Y L Y retweetledi
L Y L Y retweetledi

“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.


Indonesia
L Y L Y retweetledi

@puankharisma15 apa ga pengen nonjok mas dika keseringan baca ituuu😅😅
Indonesia

@puankharisma15 aku ada buat versi short au nya, tapi jicheol + cheolsoo hehe
Indonesia
















