Sabitlenmiş Tweet
TINA
5.1K posts

TINA
@amaranteena
Conventina Fothel, your imaginary friend was created by 𝑵𝒂𝒅𝒊𝒏𝒆. RV5AU2009, interested in Divination, Care of Magical Creatures, and History of Magic.
Velaclaw, Ravenclaw Katılım Mayıs 2013
337 Takip Edilen446 Takipçiler
TINA retweetledi

@deignites SUMPAH ASBUN BANGET. Kalau aku twerking sikap lilin jalan handstanding gak bakal kamu bilang aneh tapi paling disorakin orang gila ya?
Indonesia
TINA retweetledi

@mournacht ㅤ
( Minat banget. Ajak aku kawin lari sekarang juga, pwease? 😔 )
ㅤ
Indonesia

@amaranteena / Feel free, Zayka. Would gladly catch and kidnap you afterwards (kawin lari).
English

ㅤ
( Yang setuju detik ini aku jadi Conventina Bestuzhev, retweet. )
ㅤ
ᅠ𝑹𝐇𝐀͟𝐃.ᅠ@mournacht
@amaranteena mendengus pasca-menangkap mesem usil pula suara kepunyaan bungsu Fothel. ㅤ“Tch,” decak si tuan seketika lolos beriring pupil mengerling ke sisi. “Bila begitu, bukankah kau harus lekas lulus?” 𝘈𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘳𝘵𝘶 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢, demikianlah pikirnya.
Indonesia

ㅤ
Menentang jarak yang sudah kian tipis sembari menyelipkan sebuah senyum yang tak kalah subtil.
“Sebuah siasat yang cukup berani. Namun, apakah kau sudah siap menanggung segala riuh yang dibawa oleh nama itu jika benar-benar menetap di belakang namaku?”
˖࿐. . @mournacht
ㅤ
Indonesia

ㅤSiapa yang bilang ia menemplok? Mencaplok, kok. “Nyam.”
TINA@amaranteena
ㅤ Ada cicak, guys. Menemplok. ㅤ
Indonesia

@equavtion ㅤ
Kakek, masih bisa atau enggak? Aku minat Bowtruckle-nya, ingin aku namai jadi Rain. :3
ㅤ
Indonesia

@amaranteena / Shoutout to someone who reposted the tweet above, your support is greatly appreciated.
English

@mournacht ㅤ
Bibirnya yang mungil ikut menarik kurva tipis, mencoba mengimbangi sabit subtil milik tuan di hadapannya.
“Lantas, nama apa yang sekiranya cukup pantas untuk menggantikan apa yang telah lama kusinggahi?”
ㅤ
Indonesia

@mournacht ㅤ
Kalimat terakhir yang meluncur dari bilah bibir sang tuan bukan sekadar tanya, melainkan sebuah janji yang menggantung di udara.
“Ubah namaku?” ia mengulang pelan, memberanikan diri kembali menyelami netra sang tuan. (Cont.)
ㅤ
Indonesia

@mournacht ㅤ
(Cont.)
“Kayaknya, aku bisa besok langsung lulus.” Ia tak dapat memungkiri bahwa rona merah mulai merayap di kedua belah pipinya, sebuah pengkhianatan dari afeksi yang coba ia redam dalam-dalam.
ㅤ
Indonesia

@mournacht ㅤ
Netranya melebar sejenak, menangkap pendar yang tak biasa dari balik obsidian si tuan yang kini terpaku padanya. Ada debar yang memanjat rungu kala frasa mengenai kelulusan itu terlontar begitu lugas.
“Lulus?” Ulang sang puan, (Cont.)
ㅤ
Indonesia

@mournacht ㅤ
Terpaku sejenak sang puan kala raganya semakin tak berjarak. “Hmm…” ditatapnya dalam sang tuan di hadapannya. “Kalau enggak ketahuan...” Menjeda sebelum akhirnya senyum jahil yang sedari tadi tertahan kini semakin nyata, “sama Abang. Kayaknya enggak apa-apa?”
ㅤ
Indonesia

@amaranteena ㅤTertahanlah kurva nang hampir tercetak pada celah bibir empunya helai cerah berkat tindak tanduk puan di hadapan. Ada setitik karsa tercipta ‘tuk meloloskan gelak ringan, walakin urung dilakukan. “Ah,” jeda menyela kata seiring roman mengikis jarak, “selain di sekolah, boleh?”
Indonesia





