Anggia

26.2K posts

Anggia banner
Anggia

Anggia

@anggiadee_

🐱

Katılım Mayıs 2012
315 Takip Edilen334 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Anggia
Anggia@anggiadee_·
The miracle of Al Quran ✨️ Dari Hari Minggu sampe sekarang masih sakit. Isinya demam, batuk, pusing sampe mata sakit. Hal yang ga bisa aku toleransi adalah sakit kepala, mau migrain atau pusing biasa. Mau minum obat rada keras, ga bisa. Karena aslam lagi kumat. Ini terparah.
Indonesia
1
0
0
1.1K
Anggia
Anggia@anggiadee_·
@rofmeov 1. Phobia sama nasi basah 9. Berat 10. Takut meledak
Indonesia
0
0
0
10
adit , jfb!
adit , jfb!@rofmeov·
Jawab jujur nomor berapa yang kamu gabisa?? 1. Masak nasi 2. Jemur baju 3. Nyuci baju 4. Nyetrika baju 5. Masak sayur 6. Goreng ikan 7. Bawa motor 8. Ngelipet baju 9. Angkat galon 10. Pasang gas
Indonesia
4.5K
218
5.8K
465.7K
Anggia retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
bener kata aldi taher, Allah gabakal marah kalo kita tiba tiba rajin ibadah karena banyak maunya. Allah marah kalo kita enggak ibadah
Indonesia
34
12.6K
51.3K
494.8K
Anggia retweetledi
‏ً
‏ً@omgsidewalks·
A therapist once told me: The first sign of declining mental health isn't always a panic attack or sudden tears. It starts quietly. Waking up tired after hours of sleep. Gut issues. Low energy. Feeling lost. Struggling to fall asleep. Forgetting things. Hair loss. Skin flare-ups. Muscle aches.Pulling away from people. Arguing with the ones you love. Not being able to get out of bed. Watching friendships fade. Your body whispers before it screams. There's still time to listen.
valentine@valawakened

A weird fact ?

English
41
1.5K
9.9K
394.6K
Anggia retweetledi
Media Sabtu Minggu
Media Sabtu Minggu@mesatu_·
Cuma orang bodoh yang kasihan sama Purbaya. Kurusan karena jadi menteri keuangan? Dia yang mau kerjaan itu cuy! Sini gue spill dapur Purbaya, resep kenapa dia wangi di media. Info valid karena gue sempat jadi wartawan makro, hampir tiap hari liputan di Kemenkeu. Purbaya itu punya ‘tim bayangan’ di luar Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu. Isinya wartawan senior yang setia sejak beliau di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bahkan jauh sebelum itu. Lu tahu kenapa awal-awal menjabat langsung viral di TikTok? Itu by design. Setiap hari ada ‘tim bayangan’ yang nempel dia untuk bikin konten. Akhirnya, diresmikan jadi TikTok @/purbayayudhis. Siapa yang pegang TikTok Purbaya? Wartawan media massa yang nyambi jadi admin sekaligus editor beliau. Gue belum update sih sekarang dia masih double job atau full time nempel Purbaya. ‘Tim bayangan’ Purbaya sama KLI Kemenkeu awalnya selek. Sekarang sih sudah agak bonding kelihatannya. Jadi, yang ngawal dan ngonsep konten buat beliau semakin solid. FYI ngobrol sama wartawan itu juga konsep, setiap beres salat Jumat di press room Kemenkeu. Sesekali ada gimmick makan ayam sambal hijau di samping Kantor OJK (seberang Kemenkeu). Buat kami wartawan ya senang kalau menterinya mau terbuka. Gak kabur-kaburan kek zaman Sri Mulyani sebelum didepak. Di sisi lain, kesal juga kalau jawabannya ngawang. Contoh nyata di kasus Badan Gizi Nasional (BGN) yang beli 21 ribu unit sepeda motor buat operasional MBG. Masa iya lu bilang gak tahu? Kok bisa bendahara negara enggak tahu ke mana larinya anggaran?! Itu jelas jawaban ngeles pejabat yang mulai lihai dan lincah macam Bahlil. Mana gaya koboi ala Purbaya yang dipertontonkan saat awal menjabat sebagai menkeu? Kasih unjuk dong! Poin pentingnya adalah Purbaya Yudhi Sadewa itu dengan sadar mengambil pekerjaan menteri keuangan. Bahkan, menawarkan diri ke Prabowo. Purbaya ngaku siap di Hambalang. Saat pertama kali jadi menkeu dan roadshow ke beberapa media, dia blak-blakan. Purbaya jujur kalau dia yang usul agar menkeu diganti atau Prabowo bakal terus didemo. Jadi, lu pada warga Twitter masih mau kasihan sama Purbaya? Come on!
10N | Klp. Gading–Blok M@rafenditya

@Outstandjing @dafbur BTS-nya Pak, memang ini strategi komunikasi. Dibikin kusut, setting di kantin jam makan siang biar merakyat, narasi "tak tahu-menahu" dan memainkan sentimen perasaan prihatin.

Indonesia
267
4.7K
13.1K
566.4K
Anggia retweetledi
hilma
hilma@galaxctvs·
Allahumma inni as-aluka high income, low stress, and a stable economy
English
298
21.3K
51.7K
711.7K
Anggia retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
- Currencynya melemah terus. - Indeks sahamnya turun terus. - Anggarannya defisit terus. - Bendaharanya gak tau ada pembelian fasilitas masif. - Pejabatnya ditanya anggarannya dari mana dijawab “pokoknya ada.” I dont know how many “wallahi we’re finished” I have left in me.
Indonesia
130
14.3K
25.1K
268.3K
Anggia
Anggia@anggiadee_·
Boyoken is my middle name 🥲
English
0
0
0
3
Anggia retweetledi
⋆
@lowkeyalbert·
nothing hurts more than seeing myself again in the same situation after getting better for a while
English
57
6.1K
30.2K
458.3K
Anggia retweetledi
Harram
Harram@_harramm·
Allahumma inni as’aluka hajj, umrah, job with higher salary, positive environment, happy in everything i do, skinny.
English
67
19.6K
60.3K
678.1K
Anggia retweetledi
Harram
Harram@_harramm·
allahumma ini as'aluka remote job that pays in dollars in this economy
English
64
7.3K
28.6K
320.2K
Anggia retweetledi
Anggia retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Gue kira jadi dewasa itu TENANG.. ternyata.. "TENANGIN DIRI LO.."
Indonesia
120
23.8K
50.8K
541.8K
Anggia
Anggia@anggiadee_·
Di hari pertama aku niat diet; 1. Kantor isinya jajan cilok 2. Rumah isinya nasi briyani, dimsum dan kue ulang tahun. Apakah ini yang namanya tidak direstui semesta 🌌
Indonesia
0
0
0
90
Anggia
Anggia@anggiadee_·
Capek banget sama ni orang-orang yang ga paham tp ikut ngomong 🥲
Indonesia
0
0
0
5
Anggia
Anggia@anggiadee_·
What did I say at that time? Cooooy baru sadar setelah beberapa jam. Ngelantur dan oversharing sekali 🫠
Indonesia
0
0
0
13
Anggia retweetledi
BELL🚫
BELL🚫@mudahtertawa_·
@mardiasih satu lagi, 6 warga papua tewas ditembak polisi, dari anak anak hingga nenek nenek.
Indonesia
8
447
3.7K
34.2K
Anggia retweetledi
bib new edition
bib new edition@BangBib4·
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon ) Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut Saya kasih tahu sebab dan alasannya Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000, Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang) Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan. Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah. Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal. Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi Panen manual (biaya tenaga kerja). Pengemasan yang layak. Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota). Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya. Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi. Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli. Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan. Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton. Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga. Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total. Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel. Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah. Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula

Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹

Indonesia
455
5.2K
19.9K
1.3M