Anom Prihantoro

13.4K posts

Anom Prihantoro banner
Anom Prihantoro

Anom Prihantoro

@anomhaseyo

Football enthusiast || writer ||

Bencoolen, Andalas. Katılım Temmuz 2009
656 Takip Edilen399 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Anom Prihantoro
Anom Prihantoro@anomhaseyo·
Bad people give you experience, worst people give you a lesson and best people give you memories.
English
0
0
1
0
Anom Prihantoro retweetledi
SW News - SOFT WAR NEWS
SW News - SOFT WAR NEWS@SoftWarNews·
Ini dianggap sebagai salah satu kejahatan paling mengerikan dalam seluruh sejarah perang. Saat seorang tentara Israel melakukan penembakan jarak jauh terhadap seorang wanita tua di Gaza yang sedang memegang tangan cucunya, sambil mengangkat bendera putih, setelah pasukan pendudukan memberikan jaminan aman untuk melewati. Melupakan dan Mengabaikannya adalah kejahatan.
Indonesia
104
2.7K
4.4K
196.8K
Anom Prihantoro retweetledi
Sudut Garis
Sudut Garis@Sudgarrr·
Dan begitulah perbedaannya. Sir Alex Ferguson membangun kerajaannya dari nol. Dari Aberdeen yang dingin dan tak dianggap, ia naik pelan, penuh perjuangan, penuh luka, penuh revolusi. Ia menciptakan tim juara dengan tangannya sendiri. Disiplin besi, mentalitas pemenang, dan karakter yang ditempa di api. 38 trofi bersama Manchester United bukan hadiah. Itu hasil kerja keras selama 26 tahun yang pahit manis. Sementara Pep Guardiola? Ia datang ke Barcelona seperti anak emas. Diberi tim yang sudah jadi mahakarya: Messi, Xavi, Iniesta, Busquets. Puzzle yang hampir sempurna. Ia tinggal menyempurnakan. Dan ia melakukannya dengan brilian. Tak ada yang bisa menyangkal kejeniusannya. Tapi cerita selalu punya dua sisi. Hari ini, nama Pep Guardiola sering disebut-sebut sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa. Namun di balik semua trofi indah dan sepak bola tiki-taka yang memukau, ada awan gelap yang semakin tebal. 115 tuduhan. 115 pelanggaran finansial yang menimpa Manchester City. Tuduhan sistematis yang jika terbukti, bisa mengubah cara orang melihat seluruh era kejayaannya. Banyak yang bilang ini hanya "politik", banyak juga yang menunggu vonis akhir. Suatu saat nanti, jika tuduhan itu benar-benar terbukti dan sanksi berat dijatuhkan, orang akan bertanya ulang: Apakah semua dominasi, semua treble, semua "football yang indah" itu murni hasil jenius Pep? Atau ada bagian dari cerita yang selama ini disembunyikan? Ferguson membangun kerajaan dengan tangan kasar dan hati baja di tengah keterbatasan. Guardiola mengukir keindahan di atas fondasi yang sudah mewah... dan kini fondasi itu sedang dipertanyakan. Dua legenda. Dua jalan yang sangat berbeda.
Sudut Garis tweet mediaSudut Garis tweet media
Indonesia
4
15
62
10.2K
Anom Prihantoro retweetledi
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman@rizqirizqi·
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK. Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman tweet media
Indonesia
393
17.7K
71K
3.1M
Anom Prihantoro retweetledi
fillainart
fillainart@fillainart·
Setiap kali ngebahas Si Doel Anak Sekolahan, wacana seringkali mentok di perdebatan "mendingan Sarah atau Zaenab?" Padahal, kalau kita mau menelisik lebih dalam, sinetron ini adalah salah satu arsip kritik sosiologis yg oke di era Orde Baru soal omong kosongnya meritokrasi pendidikan. Sinetron ini merekam dengan jelas patah hatinya kelas pekerja Jakarta yang dibohongi oleh janji manis bahwa "sekolah tinggi adalah tiket pasti buat naik kelas sosial." Coba kita ingat-ingat core ceritanya. Babe Sabeni rela jual tanah dan narik oplet siang-malam cuma demi satu utopia: bikin Doel jadi "insinyur". Orde Baru saat itu memang gencar mempropagandakan pembangunan dan pendidikan. Tapi begitu Doel lulus dan dapat ijazah, apa yg terjadi? Realitas menamparnya habis-habisan. Bertahun-tahun Doel luntang-lantung masuk-keluar gedung bertingkat di Sudirman pakai kemeja kegedean, cuma buat ngetes ombak pahitnya bursa kerja. Kalau meminjam konsep sosiologi dari Bourdieu, ijazah Doel (Modal Kultural) itu ternyata gak ada artinya karena dia miskin Modal Sosial (networking/orang dalam). Doel punya otak, tapi dia nggak punya privilege yg cuma dimiliki kelas menengah ke atas kayak keluarganya Sarah. Sinetron ini dengan jujur mengungkap fakta bahwa di sistem kapitalisme yg korup, ijazah sarjana kalah telak sama yg namanya "titipan koneksi". Yg bikin sinetron ini masterpiece adalah bagaimana mereka mengemas keputusasaan struktural itu lewat elemen komedi yg satir banget. Ingat scene legendaris pas Atun kejepit tanjidor? Atau gimana apesnya Mandra yg selalu diomelin Babe karena narik opletnya sepi penumpang? Di permukaan itu emang kocak. Tapi kalau ditarik lebih jauh, komedi Mandra dan Atun itu adalah potret kepanikan kelas bawah yg tergagap dipaksa masuk ke mesin modernisasi. Tanjidor yg menjepit perut Atun itu alegori yg pas buat menggambarkan kebudayaan lokal yg makin sesak dan terhimpit di tengah Jakarta yg berubah jadi hutan beton. Sementara itu, Mandra adalah representasi ketidakberdayaan. Dia cuma tamatan SD, narik oplet butut yg pelan-pelan rutenya digilas sama angkot dan mikrolet moderen. Dia adalah korban pergeseran zaman yg gak punya jaring pengaman (ijazah/modal). Ironisnya, saat Doel si sarjana teknik pengangguran bingung nyari kerjaan formal, satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga Sabeni yg paling nyata justru ada di tarikan oplet reyot Mandra dan warung kecil Maknyak. Jadi, kalau hari ini Gen Z banyak yg mengeluh soal fenomena loker fiktif, gila-gilaan syarat kerja, atau capeknya bersaing sama anak pejabat lewat jalur ordal, sebenarnya Si Doel udah meramalkan penderitaan struktural itu sejak 30 tahun yg lalu. Sinetron ini boleh saja dilihat sekadar dari drama cinta segitiga, tapi di layer selanjutnya ini adalah tragedi sebuah keluarga yg percaya pada sistem, namun akhirnya dikhianati oleh sistem itu sendiri.
fillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet media
Indonesia
175
2K
3.9K
241.3K
Anom Prihantoro retweetledi
Gabbar
Gabbar@Gabbar0099·
UAE Hindus population : 7% UAE Muslims population : 76% Hindus are SAFE there. Saudi Hindus population : 1.5% Saudi Muslims population : 93% Hindus are SAFE there. Qatar Hindus population : 13% Qatar Muslims population : 67% Hindus are SAFE there. Then how is India with 80% Hindu population and 15% Muslim population not safe for Hindus? 'Hindu Khatre Me Hai' is just a political slogan for votes.
English
135
1K
3.7K
120.3K
Anom Prihantoro retweetledi
GIAN
GIAN@GKuswaya·
JPU nanya kenapa videografer pake istilah bahasa Inggris di RAB-nya 😂 eh bandeng rawa, editing, rendering, color grading itu bahasa industri, bukan kode rahasia mafia internasional. sama aja kayak lo nanya ke dokter: “pak kenapa resepnya pake istilah latin? mencurigakan ini”
Indonesia
3K
8.8K
25.2K
3.1M
Anom Prihantoro retweetledi
Cakrawalá Nusantará
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak·
Logika Jaksa penuntut umum bahaya banget ‼️ Jasa editing video dikasih harga Rp 1.000.000 di bilang markup. Jaksa bilang jasa editor harusnya Rp 0. Ini jadi alarm buat para editor dan para kreator. Faktanya : •Editor bekerja berjam jam •Videografer bekerja berhari hari. •Kreator bekerja dg skill, alat mahal dan pengalaman. Ini bukan masalah hukum ini penghinaan terhadap "profesi kreatif"
Indonesia
1K
5.1K
10.3K
796.6K
Anom Prihantoro retweetledi
Nadira Ali🇵🇸
Nadira Ali🇵🇸@Nadira_ali12·
Einstein was asked to be the president of Israel in 1952 but he refused. Here’s why:
English
59
1.1K
2.2K
28.1K
Anom Prihantoro retweetledi
Troll Football
Troll Football@TrollFootball·
Premier League title race
English
690
7.1K
65.3K
2.6M
Anom Prihantoro
Anom Prihantoro@anomhaseyo·
@escreamoreo_ Tungguin lagi aja di Kridosono atau tempat joging yang lain. Kalau ketemu viralkan lagi. Kalo ga joging lagi, mungkin si bapak kakinya lagi bisulan parah.
Indonesia
0
0
0
1.4K
Anom Prihantoro retweetledi
ice cream oreo
ice cream oreo@escreamoreo_·
Thread Awal mula kucingku stress dan mati💔 Kejadian di hari minggu 25 Januari 2026 kita jalan-jalan ke lapangan kridosono Blora jam 9 pagi disana suasana udh lumayan sepi dan ga banyak orang jogging, aku juga lepasin mintel (kucingku) ditempat sepi dan kita menepi di pinggir -
Indonesia
1.9K
6.4K
22.5K
3.8M
Anom Prihantoro retweetledi
Penuel The Black Pen
Penuel The Black Pen@penuelist_·
The United States of America uses Hollywood as a serious propaganda machine to portray themselves as global heroes & everyone else as villains... ...but if we're being honest, is the USA honestly the good guy? Or a reimagination of old-school colonialism?
English
176
2.8K
5K
156.9K
Anom Prihantoro retweetledi
Dina Sulaeman
Dina Sulaeman@dina_sulaeman·
"Jika AS dapat melakukan operasi di Venezuela untuk menangkap Nicolás Maduro, seorang presiden terpilih, & mengadilinya di pengadilan Amerika, lalu mengapa tidak mungkin untuk menangkap Netanyahu dari Israel dan membawanya ke pengadilan internasional?” x.com/Partisan_12/st…
Indonesia
105
3.4K
7.7K
125.1K
Anom Prihantoro retweetledi
Dr. Yousef 🇵🇸
Dr. Yousef 🇵🇸@yousef_ki1·
Gaza 2025. If you see this video, put a dot to break the algorithm.
English
698
1.9K
3.3K
26.9K
Anom Prihantoro retweetledi
Suppressed Voices
Suppressed Voices@supressedvoic·
Israel killed them all, don't look away!
English
570
17.5K
35.3K
730.7K
Fa(Dholi)
Fa(Dholi)@F_kushendarto·
Muak ga sih sama Slank dulu pas dapat jabatan 2 periode diem2 wae. Sekarang sok iyeee sok kritis basi.
Indonesia
2
0
1
65
Anom Prihantoro retweetledi
The Resonance
The Resonance@Partisan_12·
🇦🇺JEWISH MAN: “Ahmed Al-Ahmed, he saved my life and my four-year-old's life. If Ahmed Al-Ahmed didn't stop that guy, he was coming to do absolute horror. I can only say thank you to that Muslim brother that came and took it upon himself and risked his own life to save us”
English
754
18K
119.2K
2.2M
Anom Prihantoro retweetledi
Irlandarra
Irlandarra@aldamu_jo·
"You said that Israel is at war with Hamas let me ask you a simple question.If you're at war with Hamas, why are you shooting children in the skull & in the chest? why are you killing journalists? Why are you killing medics? Why are you killing UN workers?" Norman Finkelstein
English
400
7.1K
22.4K
258.7K