Anom Surya Putra

2.7K posts

Anom Surya Putra banner
Anom Surya Putra

Anom Surya Putra

@anomsputra

ADVOKAT PERGERAKAN

Depok, Indonesia Katılım Ocak 2010
1.3K Takip Edilen1.7K Takipçiler
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
Tanpa Habermas, Dunia Hukum sepi dari Filsafat (Between Facts & Norms). Hanya ramai dengan kerja teknis, kedunguan doktrin, dan debat kusir. Filsuf Ternama Dunia Jurgen Habermas Meninggal Dunia - news.detik.com/internasional/…
Indonesia
0
0
0
39
Anom Surya Putra retweetledi
Nda ! 🧳
Nda ! 🧳@Naandaa27·
Bapaknya siapa nih 🫢 . . ---- Rokok Kakang maarten paes Persita LPDP Persib
Indonesia
301
1.4K
3.5K
275.4K
MBEROT
MBEROT@Penyair_Berdiri·
Jadi dengan begini pembangunan desa yang biasanya bisa dari DD kini tergantung POKIR Anggota Dewan ? kesimpulan sementara ialah Kroni dapat proyek ?, Desa tergantung anggota dewan dan anggota dewan bisa menjaring suara melalui anggaran pokirnya ? ADIL & MERATA pembodohannya ya ? 😆
MBEROT tweet media
Indonesia
4
2
7
208
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
@indepenSumatera Seandainya perkara ini benar, dan perkara serupa juga terjadi, sebenarnya APH ini dulunya serius kuliah hukum atau tidak?
Indonesia
0
0
0
3
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
🆘🆘🆘 bantu 🆙🆙🆙🙏 🚨 POLISI LINDUNGI PELAKU PEMERKOSAAN Korban percobaan pemerkosaan jadi tersangka 💔 Nasib tragis menimpa Hasanah. Di saat ia harus berjuang melawan trauma hebat akibat percobaan p3m3rk0s44n, ia justru harus berhadapan dengan status hukum yang mengejutkan jadi Tersangka. Kronologi yang Menyesakkan Hati 1. Upaya Penyelamatan Diri: Saat seorang pria mencoba merenggut kehormatannya secara paksa, Hasanah tidak tinggal diam. Dalam kondisi terdesak dan ketakutan, ia melakukan perlawanan sengit untuk menyelamatkan dirinya sendiri. 2. Pelaku Terluka: Akibat perlawanan tersebut, sang pria (calon p3m3rk0s4) mengalami luka-luka. Namun, alur logika hukum mendadak berubah drastis ketika pihak kepolisian menetapkan Hasanah sebagai tersangka penganiayaan. 3. Dilema Hukum: Kasus ini memicu kemarahan publik. Banyak yang bertanya, "Harus seberapa p4r4h seorang wanita dis!ks4 agar perlawanannya dianggap sah sebagai bela diri?" Bela Diri atau Kriminal? Dalam hukum sering dikenal istilah Noodweer (pembelaan darurat). Namun, batas antara membela diri dan "penganiayaan" seringkali menjadi abu-abu di ruang sidang. Hasanah kini berada di posisi yang sangat sulit: ia selamat dari p3m3rkos44n, namun terancam kehilangan kebebasannya karena mencoba bertahan hidup. Kisah Hasanah adalah cermin betapa sulitnya posisi wanita di mata hukum saat menjadi korban sekaligus penyintas. Jika membela diri dianggap salah, lantas harus dengan cara apa wanita melindungi dirinya
Indonesia
838
7.1K
10.7K
431.1K
Anom Surya Putra retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Penjual Es Kue di Kemayoran Dianiaya Polisi dan Tentara “Ini di dada, sampai bahu. Saya ditonjok, disabet pakai selang, ditendang pakai sepatu, disuruh ngaku. Saya bilang ini es beneran, tapi tetap dipukul,” ucapnya.
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
1.2K
15.3K
53.2K
2.4M
Anom Surya Putra retweetledi
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
Hari2 ini lembaga2 yang memang wewenangnya terpisah2 dan independen spy bisa saling mengawasi agar kekuasaan seimbang tidak ada yg terlalu kuat, sdh dipreteli satu2. Kalau tdk melalui revisi UU nya, melalui pimpinannya. Akibatnya, kekuasaan tanpa akuntabilitas. Alias otokrasi.
Indonesia
19
678
1.2K
17.5K
Anom Surya Putra retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada Maret dan April 1980, Soeharto melakukan aksi menggegerkan. Di depan pimpinan ABRI, Soeharto tiba-tiba meracau seperti penjahat super yang bermonolog di film kartun. Dalam monolog itu, Soeharto mengancam akan menculik dan membunuh anggota DPR/MPR yang berani menentangnya. Ia mengancam akan menggerakkan tentara untuk melakukan ini, seolah ABRI adalah gerombolan preman sewaan miliknya dan milik keluarganya pribadi. Saat itu, Soeharto baru saja memulai periode ketiga sebagai presiden. Masa transisi ke periode ketiga ini sebelumnya didahului aksi mengejutkan Hamengkubuwana IX yang tiba-tiba memutuskan mundur meninggalkan pemerintahan sebagai protes terhadap Soeharto yang semakin lalim dan rampok. Mundurnya HB IX tidak datang tiba-tiba, melainkan didahului pembantaian massal di Timor Timur pada 1975, terbongkarnya megakorupsi gila-gilaan Ibnu Sutowo pada 1976 di Pertamina, dan pemilu 1977 yang telat setahun dan hanya diikuti 3 parpol. Berbagai protes terhadap tren otoriter ini dibungkam. Ikrar Mahasiswa 1977 yang menolak pencalonan kembali Soeharto untuk periode ketiga ditumpas. Kampus ITB diserbu dan diduduki pasukan tentara. Tren otoriterisme ini memuncak pada dua monolog aneh yang diberikan Soeharto di markas Kopassus (dahulu Kopassandha) di daerah Cijantung, Jakarta dan di musyawarah petinggi-petinggi ABRI di Pekanbaru. Secara praktis, monolog dimaksudkan sebagai perintah terhadap para komandan tentara yang berkumpul. Perintahnya adalah supaya tentara kembali menculik dan membunuh seperti zaman 1965-1967 apabila situasi yang mengharuskan kembali muncul. Crash out "culik dan bunuh" mengerikan Soeharto jelas tidak lazim keluar dari mulut seorang kepala negara. Skandal mengejutkan ini mengundang kesedihan dan keprihatinan mendalam dari berbagai tokoh negarawan seperti A.H. Nasution, Ali Sadikin, Muhammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahap, dan berbagai tokoh lainnya. 50 orang negarawan yang berhasil terkumpul kemudian menandatangani surat petisi kepada DPR/MPR supaya dibentuk suatu komisi parlemen untuk menginvestigasi monolog yang tak wajar dan sewenang-wenang itu. Apalagi, yang diancam dibunuh adalah anggota DPR/MPR. Mendengar aksi para penandatangan petisi, ternyata Soeharto sangat marah meledak-ledak. Intel rezim langsung turun. Semua orang yang menandatangani diteror dan ditindas habis-habisan hingga ke depan rumah dan ke dalam rumah mereka. Misalkan A.H. Nasution, secara praktis bapak pendiri institusional ABRI, dilarang untuk bahkan datang ke kondangan atau pemakaman keluarga teman-teman seperjuangannya tanpa restriksi ketat. Pahlawan nasional ini dihinakan, diperlakukan seperti eks tapol PKI, dan dikucilkan. Ketika keluarga Nasution ingin berlibur ke Singapura, Nasution dicekal. Ia terpaksa gabut menunggu di Batam dengan dipelototi intel sedangkan keluarganya berlibur di seberang selat. Anak Nasution yang berprestasi cemerlang sebagi pilot pesawat tempur ikut dicekal. Karirnya buntu. Bukan hanya Nasution yang diperlakukan seperti PKI oleh Soeharto, melainkan juga keturunannya. Nasib serupa menimpa mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang kepopulerannya sangat ditakuti dan dicemburui Soeharto, juga berbagai tokoh lain yang menandatangani petisi 50 itu. Mereka semua diperlakukan seperti eks tapol PKI.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Rezim Soekarno sangat korup. Korupsi gila-gilaan. Pemalakan gila-gilaan. Perampokan gila-gilaan. Perusahaan hasil nasionalisasi dirampok. Hasil panen dirampok. Kas dirampok. Truk dan alat kebun dikilo dan dirampok. Angkatan 66 mencita-citakan Orde Baru yang anti-korupsi. Ini terdengar sangat lucu hari ini. "Orde Baru anti-korupsi". Yang harus kita pahami, saat itu banyak orang tidak paham Soeharto itu siapa. Setelah G30S, tiba-tiba aja ada jenderal random yang muncul. Apparently sekarang dia yang berkuasa, somehow. Ketika demo anti-Sukarno semakin meluas, arsitek-arsitek Orde Baru berharap bahwa jenderal random baru ini akan mau memimpin Indonesia keluar dari miskelola, korupsi, konflik tanah, polarisasi massa, kemiskinan, dan kelaparan Orde Lama yang mengerikan dan membawa Indonesia menuju zaman modern. Letjen Soeharto, mendengar mimpi-mimpi ini, tentu diam saja. Ia tidak berusaha mengoreksi idealisme Angkatan 66 ini dengan berkata "Wah maaf, sebenarnya sayalah koruptor zaman Orde Lama itu. Dulu saya gemar merampok kayu bulat di Jawa Tengah bersama Sudono Salim dan saya akan melakukannya lagi." Saat itu tidak ada yang bisa membayangkan 32 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi seperti apa. Yang diketahui Angkatan 66 seperti Soe Hok Gie hanyalah bahwa Orde Lama jelas gagal, kegilaan dan konflik politik harus distop, kelaparan massal harus distop, hiperinflasi harus distop, isolasi dunia harus distop, ahli harus diberikan kekuasaan untuk menyelamatkan negara. Udah bagus ada jenderal baru random ini yang ternyata berhasil menentang dan mengepung Sukarno dengan efektif. Gas dukung. Setidaknya, pada awal-awal Orde Baru, para pembaharu teknokratis benar-benar diberikan kekuasaan. Indonesia berhasil pulih dari kebencian akar rumput, kegilaan, kemiskinan, dan kelaparan Demokrasi Terpimpin. Vibe pembaruan, modernisasi, teknokrasi ilmiah, dan agenda pembangunan Orde Baru ini terus berjalan cukup lama sampai Peristiwa Malari 1974. Setelah itu, Raja Jawa melepas topeng dan impunitas merajalela. - Tahun 1975, invasi Timor Timur dilancarkan. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai atau karena kelaparan, diare, disentri, dll karena societal collapse seperti di Gaza hari ini. Sistem pertanian Timor Timur dimusnahkan dengan senjata biologis. Salah satu contoh pembunuhan massal paling brutal dan mengerikan di Timor Timur adalah pembantaian di Kraras, yang pelakunya tidak pernah diusut. - Tahun 1978, HB IX meninggalkan pemerintahan, asas tunggal Pancasila diterapkan, dan pasukan tentara masuk kampus ITB. ITB yang menjadi salah satu sumber pemikir Angkatan 66 kini duduki tentara. - Tahun 1980, Soeharto berlagak seperti bos geng preman jalanan dengan mengancam bahwa anggota DPR/MPR yang berani menentangnya akan diculik dan dibunuh tentara. Peristiwa mengerikan ini dicatat sejarah sebagai "Pidato Pekanbaru 27 Maret 1980" dan "Pidato Cijantung 16 April 1980". Atau sebagaimana dicatat oleh terminologi modern, "Soeharto Crash Out". Monolog bos supervillain kartun yang mengancam-ngancam penculikan dan pembunuhan ini dikeluarkan Soeharto di markas-markas ABRI di depan para komandan. Monolog ini mengundang keprihatinan tokoh-tokoh negarawan senior yang lalu menandatangani Petisi 50, seperti Nasution, Sjafruddin Prawiranegara, Natsir, Hoegeng, dan Ali Sadikin. Mereka lalu direpresi habis-habisan. - Tahun 1983, konsolidasi preman se-Indonesia dimulai lewat Petrus. Semua preman yang tidak mau masuk ke dalam struktur mafia raksasa yang diketuai Soeharto dibantai di jalanan. Soeharto menjadi Raja Preman seperti Don Corleone dalam film "The Godfather". - Tahun 1984, golongan-golongan Islam dibantai di Tanjung Priok. - Tahun 1987, monopoli cengkeh di bawah BPPC milik Tommy Soeharto mulai dibentuk. Anak-anak Cendana sudah besar dan siap merampok habis seluruh negara Indonesia. --- Soekarno melakukan pembiaran korupsi. Soeharto adalah orang yang melakukan korupsinya. Dalam hal ini, kita tak banyak berubah.

Indonesia
145
2.5K
7.7K
1.2M
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
@KangManto123 Qaul qadim dan qaul jadid pun perlu penjelasan. Video itu berputar-putar tanpa kejelasan qaul.
Indonesia
0
0
0
17
MANTO
MANTO@KangManto123·
Udah udah, bilang aja AHY takut dipecat 😝😂
Indonesia
81
184
648
61.1K
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Warga Sono Ageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk ramai-ramai mendatangi Balai Desa Sonoageng menyuarakan penolakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang menggunakan lapangan olah raga desa. Warga menolak lantaran lapangan tersebut setiap harinya dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana olah raga.  Oke gass... Oke gass...
Indonesia
136
521
1.5K
75.9K
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
@WagimanDeep212_ Sudah Abad XXI, KUHP sudah ganti, perilaku premanisme tetap saja seperti itu. Setelah preman dibacok, langsung saja restorative justice tapi preman itu mesti membayar kerugian pedagang pecel Lele yang selama ini diganggu/dipalak mereka.
Indonesia
0
0
0
70
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Keributan terjadi di kawasan Cileungsi Bogor, pedagang pecel lele bernama W ngebacok 3 tukang reseh berkedok ormas. Kemungkinan hal ini muncul dipicu akumulasi kekesalan W yg warung pecelnya sering diganggu preman2 tsb dlm keadaan mabuk Mantabs!
Indonesia
72
132
521
18.9K
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
@sahaL_AS Kelalaian menguji konstruksi bangunan yang mengakibatkan kematian. Usai keadilan untuk korban dituntaskan, maka babak berikutnya pemidanaan untuk pemilik bangunan itu
Indonesia
0
1
2
825
akhmad sahal
akhmad sahal@sahaL_AS·
Media masaa kok jarang menampilkan nama dan foto pengasuh pesantren Al Khoziny ya. Kyai ini harus bertanggung jawab, pesantrennya ditutup. Jgn berdalih takdir utk ngeles. Mgkn ga ada mens rea, hanya ceroboh/lalai. Tp puluhan orang mati dan cacat. Si kyai harus dihukum.
akhmad sahal tweet media
Indonesia
158
513
1.2K
90.1K
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
Putusan PHPUKADA Bangka 332 333 334: N.O.
Anom Surya Putra tweet media
Indonesia
0
0
0
93
Anom Surya Putra
Anom Surya Putra@anomsputra·
PHPUKADA 2024 Kabupaten Bangka
Anom Surya Putra tweet media
Indonesia
0
0
1
33