🤡
2.2K posts

🤡 retweetledi

Banyak orang kerja dibawah orang lain bertahun tahun tetep gakan bisa sekaya orang jualan ayam penyet.
kim 🍵@matcha_creamyy
unpopular opinion about work in indonesia
Indonesia
🤡 retweetledi

Setelah dipikir-pikir, nalar dan pola pikir para pemangku negara memang membikin kita beristigfar berkali-kali, ya. Misalnya,
1. Negara punya visi ingin memberantas stunting; diciptakanlah embege. Tetapi implementasi awal bukan pada bumil dan busui, melainkan pada anak-anak sekolah. Setelah berjalan beberapa bulan, mulailah untuk menjangkau bumil dan busui. Tapi sajiannya? Jangankan untuk mengatasi stunting, untuk bisa jadi sajian umum untuk bumil dan busui saja amat sangat tidak pantas. Semua masukan pakar dan ahli diberangus, saran dan kritiknya difitnah sebagai bentuk hinaan dan cacian.
2. Negara ingin (dianggap) hadir dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi alih-alih membuat alur koordinasi yang ciamik antar kementerian dengan daerah untuk memperbaiki sistem rekrutmen guru, menaikkan upah dan taraf hidup guru, memperbaiki bangunan dan sarpras sekolah yang sudah ada, membangun perpustakaan sederhana di setiap kecamatan, negara malah membangun sekolah rakyat. Mengabaikan sekolah negeri dan kurikulum yang sudah ada, menciptakan GAP di antara pekerja pendidikan dan guru.
3. Negara ingin menciptakan banyak lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran. Namun alih-alih menaruh perhatian lebih pada sekolah-sekolah vokasi, memperbaiki kinerja menristekdikti, membungihanguskan praktik nepotisme pada jabatan lembaga dalam negeri, memperbaiki sistem antar perguruan tinggi dan perusahaan yang pro dengan lulusan diploma, sarjana, hingga magister, memperbaiki upah dan taraf hidup dosen, negara malah keukeuh melestarikan praktik nepotisme, polisi dan TNI diberi pekerjaan yang bukan tupoksinya, menciptakan cara instan nan cacat lewat program SPPI, membangun banyak SPPG dan KOPDES, mengabaikan pembludakan lulusan perguruan tinggi dan rendahnya serapan perusahaan.
Yang dipikirin langgengnya kekuasaan terus? Tiap dikritik keras nanti jawabnya, "percaya dengan kepemimpinan saya." Terus habistu nyebar teror, para pejabatnya melakukan komunikasi publik yang jelek, aktivis-aktivis direpresi, dijadikan korban rencana pembunuhan. Pakar, ahli, dan 'orang pintar' dimusuhi lewat pidato-pidato. Mau percaya gimana kalo baru setahun setengah jalan aja udah banyak kejanggalan gini?
Indonesia
🤡 retweetledi

ternyata bener adminnya Veronica Koman

F@polisiolahraga
@iPoopBased @Blackburger_28 Ok Veronica koman
Indonesia
🤡 retweetledi

Dengan dana MBG satu tahun, kita dapat membangun MRT di (365/25) ~15 kota di Indonesia. Dengan dua tahun dana MBG, 80% ibukota provinsi di Indonesia punya MRT-nya masing-masing.
Angga PF@AnggaPutraF
tahukah kamu MRT fase 2A dari Bundaran HI ke Jakarta Kota, biayanya kira2 25 T atau setara 25 hari MBG.
Indonesia
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi

Salah satu krisis terbesar negeri ini adalah rendahnya rasa malu institusional, sebab terlalu banyak kekeliruan yang lewat tanpa tanggung jawab moral yang sepadan.
Dan yang paling berbahaya dari itu semua adalah akhirnya rakyat mengira semua itu wajar, lalu kehilangan imajinasi tentang bagaimana sesuatu seharusnya berjalan.
Jace | AI For Yapping@Jaceee19_
Unpopular opinion soal Indonesia
Indonesia
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi

Mari coba kita breakdown
• Jumlah SPPG saat ini ada sekitar ± 24.000
• Total per bulan: 24.000 × 1 M = Rp 24 triliun / bulan
• Total per tahun: Rp 24 T × 12 = Rp 288 triliun / tahun
Biaya Pembangunan Puskesmas
• Biaya Pembangunan Puskesmas dengan standar bangunan + alat dasar: ± Rp 5 – 10 miliar / unit
• Kalau pakai asumsi tengah: Rp 7,5 miliar/unit, maka Rp 288 triliun ÷ 7,5 miliar, maka:
Kita akan mampu membangun 38.400 Puskesmas! Wow
Tapi itukan andai, toh kita kan cuma prioritas pendukung aja 😭
tempo.co@tempodotco
Kepala BGN: Tiap SPPG Terima Rp 1 Miliar per Bulan dari MBG
Indonesia
🤡 retweetledi
🤡 retweetledi













