dhruviwams

22.7K posts

dhruviwams banner
dhruviwams

dhruviwams

@ansswams

jangan lupa bersyukur dan senyum :)

Kudus, Indonesia Katılım Temmuz 2013
482 Takip Edilen324 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
dhruviwams
dhruviwams@ansswams·
Hallo, welcome back to dunia wattpad (again). Karna lg gabut, aku bakal kasih rekomendasi cerita-cerita yang akhir-akhir ini aku baca di wattpad yaa, Check this out!!! Only on #Wattpad
Indonesia
1
1
1
2K
dhruviwams retweetledi
Koh iYon
Koh iYon@wiyokooo·
Di monas malah ga ada mengheningkan cipta untuk 16 buruh perempuan ini. Malah dangdutan bareng prabowo yg buka-buka baju. Aku yg bukan keluarga aja sakit hati. Harusnya masih masa berkabung, penuh duka. Mereka yg jadi korban itu juga buruh, mereka juga pekerja. Astagaaa
kim 🍵@matcha_creamyy

stasiun bekasi timur, kamis 30/4/2026 pagi awalnya cuma ada 2 bunga, menjelang sore malem makin banyak bunganya dari pihak KAI disediakan meja supaya bunganya ga ditaruh bawah, eh lama-lama bunga yang diatas meja membludak jadi ditaruh dibawah, sama pihak KAI dikasih alas supaya bunganya ga di lantai gini aja mewek 😭😭 rest in peace wanita hebat 🥀 al fatihah

Indonesia
223
19.5K
49.6K
886.5K
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
gue suka banget kalimat ini: “Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran. Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.” Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin. Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri. Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu. Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang. Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik. Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja. Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
Indonesia
113
12.4K
33.8K
520.6K
dhruviwams retweetledi
ismi 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩
ismi 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩@glowinbeautyy·
Tadi pagi baca threads orang2 yg selamet dr kereta itu. Feelingnya keliatan ‘sepele’, tp ternyata itu yg bikin dia selamat dari kecelakaan. Ada yg tiba2 pengen turun di stasiun sebelumnya karena pengen risol (atau gorengan yg lain gt lupa), terus ada juga yang turun di stasiun sebelumnya karena kebelet pup. Terus aku jadi mikir, beneran ya namanya ajal itu kaya ‘deket’ banget sama kita. Tapi kalo belum waktunya, Allah punya seribu cara biar selamat. Makanya, apa sih yang mau disombongin dari hidup ini? Lha wong bisa aja tiba-tiba kita meninggal. كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ Nikmati ‘waktu’ di dunia dg kesayangan kalian. Entah teman, sahabat, suami/istri, anak, ortu dll. Karena kita ngga tau, kapan Allah manggil kita🥺
Indonesia
88
8.9K
32.6K
720.1K
dhruviwams retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Respect banget sama cewek-cewek yang lagi hancur banget hidupnya tapi masih pegang prinsip “hidup harus lanjut” Tadi liat ada cewek lagi jaga toko roti, pagi-pagi lagi nangis… tapi begitu ada customer dateng, langsung hapus air mata terus tetep ngelayanin dengan ramah Semoga abis ini kamu dapet hal yang jauh lebih baik dan bikin bahagia ya kak, asli liatnya ikut nyesek 🥹
Indonesia
86
4.8K
24.8K
364K
dhruviwams retweetledi
Firzie A. Idris
Firzie A. Idris@firzieidris·
Basarnas dan para first responders ini yang anggarannya harus ditambah, kecepatan, presisi, serta peralatan terbaik sangat diperlukan utk menyelamatkan nyawa. Bukan malah bayar langganan Zoom miliaran rupiah.
Radio Elshinta@RadioElshinta

Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi korban kecelakaan Kereta Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Untuk mempercepat pertolongan, Basarnas menggunakan sejumlah peralatan ekstrikasi guna memotong besi yang menjepit para korban. (Ens) Sumber: Basarnas #ArgoBromoAnggrek #KRL #SAR #Basarnas

Indonesia
134
23.8K
47.4K
648.3K
dhruviwams
dhruviwams@ansswams·
Bener2 biadab, jahat banget, sampai anak2nya pada nangis, kalau jadi ortunya pasti sedih bangett
Indonesia
0
0
0
1
dhruviwams retweetledi
Sel
Sel@selendiipity·
El syifa nikah aja ditayangin di tv, TUC malah ga sama sekali😭😭😭😭
Indonesia
64
451
1.7K
163.9K
dhruviwams
dhruviwams@ansswams·
Gw masih menyayangkan orang dengan pemikiran seperti ini gak jadi presiden Indonesia, kalau mau ada perubahan, pendidikan adalah dasar paling penting utk menjadi fondasinya.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.

Indonesia
0
0
0
22
dhruviwams retweetledi
Words
Words@itswords_·
"2026 is gonna be my year" Me in April:
English
126
13.6K
28.4K
793.4K
dhruviwams retweetledi
Mohamad Fuad
Mohamad Fuad@_BangFu·
Akibat oke gas kaum 58% yg saat itu milih sambil ketawa ketawa haha hihi karena gemoy, yg nangisin Prabs, yg belain Gibran dll Sekarang : - Rupiah ambruk - Gabung BoP - TNI ada yg meninggal akibat zionist - Ruang udara diobral - MBG - dll Semoga kalian mendpt adzab dunia akhirat
tempo.co@tempodotco

Rupiah Ambruk ke Level 17.300 per Dolar AS

Indonesia
218
11.2K
21.7K
412.3K
dhruviwams retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
yg bikin capek tuh sebenernya kita mikirin hal hal yg harusnya ga kita pikirin, karena itu hal hal yg di luar kuasa kita dan cuma Allah yg berkuasa atas itu. mikirin rezeki dan masa depan. kita tuh sebenernya gaperlu mikirin itu. karena rezeki udh Allah atur, begitu jg masa depan. yg perlu kita lakuin cuma doa dan ikhtiar semampunya semaksimal mungkin. udah. sisanya biar tawakkal ke Allah. selama kita masih bernafas, artinya rezeki kita masih ada.
Indonesia
12
2.1K
5.7K
205.2K
dhruviwams retweetledi
✨ Widas ✨
✨ Widas ✨@WidasSatyo·
Maybe it's just me... tapi rasanya kita terlalu "tenang" menyikapi kurs rupiah yg makin lemah.
Indonesia
385
13.3K
42.6K
1M
dhruviwams retweetledi
risty 👩‍🍳
risty 👩‍🍳@insecuristy·
seumur hidup gue selalu tau diri. gue bermimpi, tapi ada batas. gue berdoa, tapi ga minta berlebihan. gue merasa dalam hidup ini, gue emang ga ditakdirkan untuk menang. tapi for once... i beg for my life, to be chosen, to be loved, to be fight for.
Indonesia
10
14.1K
36.5K
525.6K
dhruviwams
dhruviwams@ansswams·
Kok gw merasa ditinggal terus ya? Jahat banget sii tp yaudah deh capek juga kalo dipikirin😢😢
Indonesia
0
0
0
6
dhruviwams retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
372
8.5K
12.1K
722K