Arani Dewi

76 posts

Arani Dewi

Arani Dewi

@aranidewii

Fkep Unpad '25

Katılım Ocak 2026
8 Takip Edilen7 Takipçiler
Arani Dewi retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
gue suka banget kalimat ini: “Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran. Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.” Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin. Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri. Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu. Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang. Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik. Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja. Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
Indonesia
113
12.4K
33.8K
515.1K
Arani Dewi retweetledi
(Bukan) Dosen Killer
(Bukan) Dosen Killer@buburrkacangg·
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika. Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid. Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
jakartalk@Jakartalk

Fakta yang paling gak bisa lo terima

Indonesia
167
6K
23.3K
741.8K
Arani Dewi retweetledi
sya
sya@arsenatasyas·
agak sedikit oot, tapi mau share ini. aku setuju kita harus bekerja keras untuk mengubah nasib. tapi jarang banget orang paham kalau untuk jadi orang kaya sering kali kerja keras aja ngga cukup. di buku “unfair advantage” karya ash ali & hasan kubba, ada yang namanya unfair advantages. basically ini tuh keadaan yang dipunya seseorang bukan karena usaha atau kemampuan, tapi karena kondisi awalnya memang lebih menguntungkan dibanding orang lain. • kalo ortu kamu udah mampu, congrats, you have 1 unfair advantage dibanding orang lain! • kalo kamu lahir di daerah yang banyak opportunities (misal gak di 3T atau di luar jawa), congrats, kamu punya 1 unfair advantage juga! dsb jadi ini loh yang ga keliatan dari orang lain. sukses tuh ga serta merta kemampuan, tapi STARTING POINT kita sebagai individu dimulainya dari mana itu juga penting.
sya tweet media
kale@kalistohenituse

semua opini tentang orang kaya:

Indonesia
9
130
482
11.6K
Arani Dewi retweetledi
devartra
devartra@devartra·
CATAT INI GUYS 📌 Orang miskin itu bukan nasib, tapi mayoritasnya adalah hasil keputusan dan lingkungan. Banyak orang miskin bukan karena nasib sial semata, tapi karena kombinasi: - Keputusan buruk berulang kayak boros, malas belajar, terlalu cepat punya anak tanpa persiapan, gengsi tapi tidak punya skill. - Lingkungan yang toxic (keluarga broken, teman-teman yang sama-sama miskin dan suka menarik ke bawah, budaya "cukup santai aja"). - Kurangnya mentalitas growth & disiplin jangka panjang. Tapi ada orang miskin yang benar-benar korban sistem (misalnya lahir di daerah sangat terpencil, orang tua sakit kronis, atau mengalami bencana besar). Mereka minoritas, tapi nyata. Kemiskinan sering ditularkan secara budaya, bukan hanya uang Yang paling berbahaya bukan kekurangan uang, tapi kemiskinan pikiran kaya Mindset dunia ini zalim, orang kaya pasti korup, Kerja keras tidak menjamin kaya, mending santai. Pendidikan mahal, buat apa sekolah tinggi. Fokus konsumsi kaya HP baru, rokok, judi, cicilan motor daripada produksi skill, bisnis, invest atau menabung. Orang miskin yang punya mentalitas ini biasanya akan tetap miskin meski dikasih uang banyak contoh nya coba liat banyak pemenang lotre yang bangkrut lagi dalam 2-3 tahun.
Schaa@theultramilkkk

semua opini tentang orang miskin:

Indonesia
35
441
1.9K
97.3K
Arani Dewi retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
Kalo kuliah cuma buat nyari kerja, mending langsung bootcamp, LPK atau ambil diploma. Banyak yg kecewa karena masuk kuliah sarjana dgn ekspektasi “habis lulus harus langsung kepake buat kerja” Kuliah ngajarin cara mikir, cara belajar, cara survive. Skill bisa dikejar di bootcamp. Tapi cara mikir itu butuh proses. Kalau cuma mau cepat kerja, bootcamp lebih efisien. Tapi kalo mau lihat dunia yang lebih luas, bangun pondasi berpikir, networking, bahkan self discovery journey, kuliah lah. Sekalian kuliah lah di tempat yg bagus 🤣
Sinau Berkemajuan🇵🇸🇮🇩@sinau2024

Lagi viral soal "Lulusan Pertanian kok jadi Teller Bank?" atau "Sarjana Teknik kok jualan kopi?". Banyak yang bilang kuliahnya sia-sia. ​Tapi, gimana kalau kita salah lihat fungsi kampus selama ini? Kuliah itu belajar hidup, bukan sekadar kursus persiapan kerja.

Indonesia
33
445
2.9K
67.6K
Arani Dewi
Arani Dewi@aranidewii·
Aduh aku jadi bingung akun ini mau dipake apa
Indonesia
0
0
0
8
Arani Dewi retweetledi
the Days of Being Tamed
the Days of Being Tamed@terratemps·
Anyway, to all friends and adversaries, di tengah² perkelahian klasik di Indonesia antara stem vs soshum, berikut adl karya seseorang yg STEM banget, tp punya keluwesan yg luar biasa handal dalam menyampaikan narasi gaya akademik populer. Siddhartha Mukherjee membuktikan bahwa, kamu bisa se-exact itu, sekaligus bisa se-"indah" itu dalam menyampaikan pengetahuan. Seriously, kalo kamu udh bisa memahami apa yg disampaikan harmoni interdisipliner, hidupmu gak bakal receh lagi konflik-konfliknya.
the Days of Being Tamed tweet mediathe Days of Being Tamed tweet media
Indonesia
20
263
1.2K
23.2K
Arani Dewi
Arani Dewi@aranidewii·
Bagi perempuan pendidikan tinggi itu bukan cuma untuk dapet pekerjaan yang mapan atau gaji tinggi. Ilmu dan pendidikan itu salah satu kewajiban yang patut dipenuhi untuk akalnya. Karena perempuan nantinya akan jadi ibu yang mengajarkan banyak hal untuk pertama kalinya pada anak.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Gue punya tetangga yang bikin gue mikir lama. Lulusan S2 Teknik UI. Pernah kerja 5 tahun di salah satu power plant terbesar di Asia Tenggara. Perempuan yang dari luar keliatan punya segalanya pendidikan, karir, penghasilan. Terus dia resign. Bukan karena dipecat. Bukan karena nggak mampu. Tapi karena suaminya harus pindah-pindah kota karena kerjaan, dan mereka udah LDR 2 tahun. Dia yang milih ikut. Waktu dia cerita ini ke gue, gue nggak langsung ngerti kenapa. "Lo nggak sayang karir lo?" gue tanya. Dia senyum. Sayang Banget sih Tapi ada yang lebih gue sayangin yaitu anak gw Dan ternyata keputusan itu nggak semudah kelihatannya. Masa transisi dari perempuan yang tiap hari rapat, ngitung data, dan punya kontribusi yang keliatan nyata ke perempuan yang tiap hari di rumah, ngurusin anak, dan nggak punya penghasilan sendiri itu berat banget. Dia cerita ke gue soal itu dengan jujur. Kehilangan teman-teman kerja. Kehilangan ruang diskusi yang dulu bikin otaknya terus jalan. Kehilangan kebebasan finansial yang selama ini bikin dia ngerasa punya kendali atas hidupnya sendiri. Dan yang paling nyesek komentar orang-orang sekitar yang nggak diminta tapi terus dateng. Sayang banget S2-nya. Kok mau sih jadi IRT doang? Buang-buang pendidikan. Tapi kemudian sesuatu berubah. Dia nemuin hal-hal baru yang ternyata dia suka dunia literasi, ecoprinting, komunitas-komunitas yang nggak pernah dia sempet eksplor waktu sibuk kerja. Dia baca lebih banyak buku. Dia punya waktu buat beneran mikirin cara mendidik anaknya bukan sekadar nitip ke orang lain. Dan dari rumah, dia masih bisa freelance bantu project penelitian dan keperluan akademik. Yang bikin gue respek bukan keputusannya karena itu hak dia sepenuhnya. Yang bikin gue respek adalah cara dia ngejalaninnya. Dia nggak berhenti tumbuh cuma karena berhenti kerja kantoran. Dia buktiin bahwa perempuan berpendidikan tinggi yang milih jadi ibu rumah tangga bukan berarti menyia-nyiakan pendidikannya justru dia pakai semua ilmunya buat hal yang menurut dia paling penting. Sekarang dia mulai belajar affilate di tiktok dan shoppe malah akun tiktok dia udah capai 50 rb followers dan mulai ada endoresan masuk Dan ini yang gue pikir sering salah kaprah di Indonesia Kita terlalu sering ngukur nilai seorang perempuan dari jabatannya, gajinya, atau seberapa sibuk dia keliatan dari luar. Padahal ibu yang cerdas, yang terus belajar, yang bisa jadi teman diskusi buat suami dan guru pertama buat anaknya itu kontribusi yang dampaknya jauh lebih panjang dari apapun yang bisa dilihat di CV. Balik ke pertanyaan awal kalau lo udah punya karir impian terus calon suami minta jadi IRT penuh? Jawabannya nggak hitam putih. Yang penting bukan pilihan mana yang lo ambil. Tapi apakah pilihan itu beneran lo yang mutusin bukan karena dipaksa, bukan karena takut, tapi karena lo sendiri yakin itu yang terbaik buat hidup lo. Karena pada akhirnya, yang harus nanggung konsekuensinya lo sendiri.

Indonesia
0
0
0
28
Arani Dewi retweetledi
Hitman System
Hitman System@hitmansystem·
Yang gak bisa kamu ubah: - Tinggi badan - Genetik - Keluarga tempat kamu lahir Yang BISA kamu ubah: - Gaya berpakaian - Pola pikir - Kondisi keuangan - Bentuk tubuh - Kemampuan bicara - Cara kamu membawa diri Fokus ke yang bisa kamu ubah!
Indonesia
28
4.1K
19.3K
209.2K
Arani Dewi
Arani Dewi@aranidewii·
@sbmptnfess Aku pernah mimpi lolos di salah satu PTN pas nungguin pengumumannya, eh ternyata gak lolos. Lolosnya malah bukan di univ itu. Terus pas aku cerita ke ortu, mereka bilang kayaknya itu mimpi kebalikan
Indonesia
0
0
0
32
CEK PINNED!
CEK PINNED!@sbmptnfess·
ptn! sedih banget huhuu 😔
CEK PINNED! tweet media
Indonesia
81
3
373
35.7K
Arani Dewi retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Gue suka banget sama statement ini nih: Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali. Lanjut...
Indonesia
248
16K
55.8K
1.3M
Arani Dewi retweetledi
Irilrahmanr
Irilrahmanr@catonlythoughts·
Gue pernah di meeting pertama gue kerja di luar negeri sebagai data analyst Gue present dengan penuh percaya diri Dashboard lengkap Angka detail Visual rapi Menurut gue itu udah maksimal
Indonesia
31
469
5.8K
424.1K
Arani Dewi retweetledi
Domba.Eth
Domba.Eth@DombaEth27·
Teman tongkrongan gue pernah bilang: "Kalau lo masih miskin, jangan gengsi. Buang rasa malu itu." Liat orang-orang yang udah sukses, portofolio gede, bisnis banyak, tapi mereka masih bangun personal branding. Lah elu ? Masih mikir takut di omongin orang ? "Padahal justru di fase awal itulah lo harus paling berani kelihatan." Setelah dipikir-pikir ada benernya juga sih.
Indonesia
6
244
1.6K
64.1K
Arani Dewi
Arani Dewi@aranidewii·
@LettaX07 @schfess Sebenarnya udah telat karena utbk udah H-30an, sedangkan aku buat sheet materi yang bisa dikejar H-60 Tapi kalo kamu mau berjuang lebih keras dan kejar ketertinggalan, boleh kok join. chat.whatsapp.com/HkQMRztR05yKlw… Nanti chat adminnya kalo mau join grup itu, karena gk semua di acc
Indonesia
0
0
0
30
Schoolfess
Schoolfess@schfess·
sch! UDH H-2 BULAN TAPI PK PM MASIH JELEK😭 tutor biar bisa pk pm plis, kalian belajar lewat manaa, yg sesuai snbt nanti yaa. aku funda udh aman, but pas diaplikasikan ke soal jadi ga paham gituu😭 spill tips n trick bisa pk pm🙏🏻
Indonesia
18
80
1.3K
23.5K
Arani Dewi retweetledi
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking.. Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯 Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA" "Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64 QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality. Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame. Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan. Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya. Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia? Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player? Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja. Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR. Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out. Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar. Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas. Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ghozy Ul-Haq tweet media
Indonesia
233
5.4K
17.5K
739.4K
Arani Dewi retweetledi
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Belajar keras emang capek. Bayangin bangun pagi, baca lagi, coba lagi, dan itu terus berulang setiap hari. Belum lagi ngerasa kurang, lambat, atau kadang mustahil. Tapi tetaplah BELAJAR, trust the process. Suatu hari semua effort itu berubah jadi hasil yang kamu banggakan. Gak akan keliatan sekarang, tapi minimal efeknya berasa 5 tahun mendatang.
✒️@Literariium

STUDY HARD. No matter if it seems impossible. No matter if it takes time. Wake up early and start studying for your future. Just remember that the feeling of success is the best feeling in the world.

Indonesia
6
1.4K
5.2K
73.3K
CEK PINNED!
CEK PINNED!@sbmptnfess·
PTN! disini ada tang bisa ditanyain tentang KIPK gak ya? aku mau ambil unpad, tapi aku gak tau biaya saku dan biaya hidup disana berapa.. karena aku gak mungkin dapat batuan finansial juga dari ortu (kurang mampu). makasih banyak sebelumnya teman timun
Indonesia
3
0
1
1.9K
a
a@worldfromaleyes·
@aranidewii @sbmptnfess haloo kakk aku juga boleh tanya tanya ga tentang kipk unpad? mau dm tapi gabisaa huhu, makasi kak 🙏🏻
Indonesia
1
0
0
144
Arani Dewi
Arani Dewi@aranidewii·
@sbmptnfess Beriringan nder, contohnya nih PM biasanya ada FPB dan KPK tapi materi ini juga kepake di PK sebagai pondasi dasar. Kalo mau materi beriringan dan belajarnya dipantau kamu bisa masuk sini nder
Arani Dewi tweet media
Indonesia
0
0
0
11
CEK PINNED!
CEK PINNED!@sbmptnfess·
sender ga ngerti bgt PK PM baru mau mulai belajar, mending perdalam PM dulu apa PK! dulu ya?
Indonesia
4
2
55
3K