de retweetledi
de
20K posts

de retweetledi

Di forum-forum yang komposisinya, 9:1, 8:2 atau mayoritas isinya menyalahkan guru, saya seringkali berupaya untuk menjadi penanya pertama.
Tujuannya, ya menyeimbangkan forum. Memberikan argumen dan fakta lain yang tidak "muncul" dalam paparan sebelumnya.
Oleh sebab itu, kalau ada argumen sulitnya distribusi guru karena guru tidak mau ditempatkan di daerah 3T, pertanyaannya sederhana, apakah tempat kerja guru memungkinkan mereka bisa bekerja dengan baik?
Kalau polisi, tentara, hakim dan jaksa mendapatkan rumah atau kendaraan dinas karena itu tugas negara, lantas guru-guru yang mengajar atas nama pemerintah di sekolah negeri, itu bukan tugas negarakah?
Menurut saya, jika infrastruktur menuju sekolah tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek, bukankah memberikan gaji tambahan yang besar untuk guru 3T, layak bagi mereka sambil menunggu perbaikan jalan dan gedung sekolah?
Perhatikan, setiap berita yang menujukan lika liku perjalanan menuju sekolah, jalan rusak dan jembatan yang ancur, kenapa selalu mereka ini adalah guru honorer yang gajinya tidak jelas?
Saya kira, mereka yang ditempatkan ke daerah 3T jika diberikan gaji yang tinggi, itu akan berdampak pada semangat mengajar.
Kalau gaji guru 3T 25 juta, misal, saya yakin, para guru tidak segan, membeli alat tulis bahkan memperbaiki sekolah dengan uang pribadi mereka. Sebab sekolah tempat kerja mereka. Dan mereka yang sudah menyedekahkan hidupnya untuk terus berada disana, kadang terpisah jauh dengan anak-istri, hanya perlu negara yang menfasilitasinya saja.
Jika itu memang terbaik, kata Pasha Ungu.

Indonesia
de retweetledi

Menyebut anak sebagai nakal, liar, bandel, bermasalah, problematik -- itu semua labeling.
Dan labeling bukan pendidikan. Itu penghukuman yang dibungkus kata-kata.
"Lha trus disebutnya apa dong kalo gitu?"
Kalau kita mau lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih berpihak pada masa depan anak, bisa mulai dari mengubah penyebutan:
1. Anak eksploratif – karena mereka sedang mencoba batas-batas dunia.
2. Anak pencari arah – karena hidup belum selalu jelas jalurnya.
3. Anak butuh dukungan ekstra – karena tak semua tumbuh dalam kondisi ideal.
4. Anak dalam bimbingan – karena mereka belum selesai, dan siapa pun bisa belajar.
5. Anak survivor – karena ada luka dan trauma yang belum sempat sembuh.
6. Anak berproses – karena semua manusia pada dasarnya sedang bertumbuh.
7. Anak dengan pengalaman hidup kompleks – karena latar mereka bukan sesuatu yang bisa disederhanakan jadi "nakal"
Beberapa sebutan di atas cuman contoh ya ...
Tapi intinya bukan lagi nyari istilah yang manis, melainkan kita perlu membongkar cara berpikir kuno yang menyalahkan anak. Seolah anak adalah pelaku, padahal mereka korban.
Korban ortu yang kurang ilmu.
Korban lingkungan yang kurang peduli.
Korban sekolah yang menyamaratakan standar kecerdasan anak.
Korban pemerintah yang tidak menjadikan mereka prioritas padahal katanya generasi penerus bangsa.
Dlsb.
Indonesia
de retweetledi

"Gimana cara tahu kalau kita fat loss, bukan cuma sekadar weight loss?"
👉🏼 Cuma dengan 3 langkah & 3 alat yang murah, mudah, dan ilmiah bisa bantu kamu bisa bedain fat loss dengan weight loss.
Apa aja dan gimana caranya? 🤔
🔥A Thread🔥
DIETHINGY (KIRIM MFS? CEK PINNED)@diethingy
Diet! Caranya kita tau kalau kita fatloss, bukan cuma sekedar weight loss, itu gimana ya? Ada tips buat fatloss? Thank you!
Indonesia
de retweetledi
de retweetledi

@NiekeDyah Coba minum ini. Dari sekian banyak obat batuk yg pernah saya minum, akhirnya dapat yg cocok. 2/3 kali minum biasanya sudah sembuh. Rasanya juga enak, kayak madu + mint.

Indonesia
de retweetledi
de retweetledi
de retweetledi

Chester memang tidak akan terganti, perdebatan itu harusnya tidak perlu dibahas lagi. Emily tentu hadir bukan tuk menggantikan Chester tapi membuat Linkin Park hidup lagi.
Welcome Emily Armstrong! This is the new @linkinpark

Indonesia
de retweetledi

Ini alasan kenapa perlu paham politik. Buku mahal karena kebijakan buruk pemerintah. Subsidi dipakai buat industri ekstraktif yang luar biasa merusak. Misal pemakaian solar subsidi, terutama bagi truk-truk dari perusahaan tambang.
Br@briankhrisna
Sampai sekarang saya masih berharap ada subsidi untuk buku. Penurunan harga kertas. Dan juga pajak penulis :(
Indonesia
de retweetledi
de retweetledi
de retweetledi
de retweetledi
de retweetledi

PERNAHKAH KAMU MENDENGAR QUOTE "F11 and be there?"
"F11 and be there" adalah mantra untuk fotografer yang mengutamakan momen daripada kesempurnaan teknis.
F11 mengacu pada pengaturan aperture pada kamera yang biasanya menghasilkan gambar yang tajam semua.
Ini adalah pengingat bahwa meskipun aspek2 teknis itu penting, aspek terpenting dari fotografi adalah hadir/be there dan menangkap momen yang muncul di depan kita.



Indonesia

@ardhesaurus Tadi sempatja' ngemil gula merah tapi nda pakai asam karena nda sanggupka' berdiri. Habis itu keluarji lagi jadi m*ntahan. 😅
Indonesia

















