area btm
138 posts


aku janda 35th, belum punya anak
pengen cari pasangan disini.
gaperlu yang kaya, yg penting mau kerja dan dewasa dalam berfikir dan bertindak
setia dan bisa di ajak kompromi
aku juga kerja dan punya penghasilan.
tapi hidup kaya hampa bgt ga ada pasangan
m28-30+ please rep if match and interest
serious only
altr
Indonesia

@NenkMonica Syoah itu syahadatnya beda, ibadahnya juva beda, syiah itu bukan islam walau mereka menganggap diri mereka islam.
Indonesia

@MasBRO_back Syiah itu setan, tp di moment ini kita bersyukur mereka perang dengan musuh islam juga.
Indonesia

@Zeefire02 Anjing2 memang begitu, dikit2 merasa dilecehin, merasa paling suci.
Indonesia

@krisapto @Zeefire02 Mereka aja yg lebay, dikit2 pelecehan.
Tai
Indonesia


@DokterTifa @Andria75777 Waspada dengan orang non muslim siapapun itu yg mengaku berjuang bersama anda, yg muslim saja banyak pengkhianat apalagi non muslim. Ingat agama kita sdh menjelaskan semua tentang watak orang non muslim.
Indonesia

-Termul Tak Henti Bikin Fitnah-
Di tengah langkah yang tak pernah berhenti, justru ujian itu datang dari arah yang tak terduga.
Hari ini, Sabtu 28 Maret 2026, hari yang bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau menenangkan diri, saya justru melangkah menuju kewajiban yang harus ditunaikan. WAJIB LAPOR.
Kesibukan menyelesaikan akhir studi Doktoralku 7 hari dalam seminggu, membuat saya hanya mampu menjalani Wajib Lapor di hari Sabtu, mengiris waktu istirahat yang tak banyak.
Hari ini, di Area POLDA Metro Jaya yang sunyi, yang hening, dengan kesadaran penuh bahwa jalan perjuangan memang tidak pernah menawarkan kemudahan.
Namun di saat yang sama, beredar sebuah video berisi fitnah keji dari salah seorang Termul. Fitnah yang muncul setelah fitnah saya mengajukan Restorative Justice, dan fitnah-fitnah sebelumnya.
Kali ini sebetulnya fitnahan sangat kelewatan. Sangat kurang ajar., Karena menyangkut riwayat sakitnya keluargaku, kematian muda saudara-saudaraku, dengan biadab dijadikan bahan fitnahan, penderitaan dijadikan bahan bullyan.
Tetapi saya tersenyum.
Bukan karena meremehkan.
Tetapi karena memahami.
Bahwa setiap perjuangan besar selalu diiringi oleh dua hal: ujian dari Tuhan, dan serangan dari manusia.
Fitnah adalah bahasa mereka yang tidak mampu mengalahkan gagasan.
Serangan personal adalah senjata mereka yang kehabisan argumen.
Serangan pribadi adalah tanda kekalahan setelak-telaknya.
Dan di titik ini, narasi-narasi yang diarahkan kepadaku, termasuk yang dikaitkan dengan polemik seputar ijazah Joko Widodo, justru semakin menunjukkan satu hal:
Ketika substansi tak lagi mampu dijawab, maka yang diserang adalah pribadi.
Bagi saya, ini bukan sekadar serangan biasa. Ini adalah indikasi bahwa ruang dialog yang sehat mulai ditinggalkan, digantikan oleh upaya membangun persepsi melalui fitnah dan framing.
Saya tidak sedang berperang melawan individu.
Saya sedang berjalan membawa amanah yang jauh lebih besar, amanah untuk menyadarkan, melindungi, dan menyiapkan umat menghadapi zaman yang tidak biasa.
Hari ini saya tetap hadir.
Tetap menjalani proses.
Tetap tunduk pada hukum.
Tetap tenang.
Karena saya tahu,
kebenaran tidak butuh teriak untuk menang.
Ia hanya butuh waktu.
Dan waktu, selalu berpihak pada mereka yang sabar, jujur, dan istiqamah.
Biarlah mereka berbicara dengan narasi yang dibangun dari prasangka.
Saya akan terus melangkah dengan narasi yang dibangun dari ilmu, data, dan tanggung jawab.
Sabtu ini bukan hari libur bagiku.
Ini adalah pengingat:
Bahwa jalan ini bukan jalan nyaman,
tetapi jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang memilih untuk tidak diam.
Dan saya memilih untuk terus berjalan.

Indonesia


















