135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian
19.8K posts

135++di Malang Tanah Pembantaian
@arema_98
#USUTTUNTAS NO JUSTICE NO PEACE. KITA DIRIKAN CLUB BOLA AGAR YOU..YOU AREK MALANG BERSATU - Alm.Jend Acub Zainal
#ArekMalang Katılım Aralık 2010
3.9K Takip Edilen14.8K Takipçiler
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

Thank you @moritzkoerner for calling @PM_ViktorOrban exactly what he is, a useful idiot, a puppet of Putin.
From all of Europe: It's your time to fuck off now Orcban 👋
English
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

Di balik sorak-sorai stadion dan hiruk pikuk jalanan, tersimpan sebuah realitas kelam yang menghantui ruang publik Indonesia: normalisasi kekerasan oleh aparat kepolisian.
Alih-alih menjadi pelindung, kehadiran polisi seringkali justru memicu rasa terancam. Fenomena ini mencapai titik didihnya pada kelompok suporter sepak bola, yang hampir di setiap pertandingan diposisikan bukan sebagai warga negara yang sedang berekreasi, melainkan sebagai musuh negara yang harus ditaklukkan.
Budaya Militeristik dalam Penegakan Hukum.
Kerentanan rakyat Indonesia terhadap kekerasan polisi berakar pada paradigma keamanan negara (state security) yang lebih dominan daripada keamanan manusia (human security). Polisi seringkali menggunakan pendekatan militeristik dalam menangani kerumunan massa.
Ekses Penggunaan Kekuatan: Penggunaan gas air mata, pukulan, hingga tindakan represif lainnya kerap dianggap sebagai prosedur standar, bukan upaya terakhir.
Impunitas: Jarangnya anggota polisi yang dihukum secara berat atas pelanggaran HAM dalam tugas membuat budaya kekerasan ini terus langgeng.
Suporter: Target Empuk di Garis Depan
Bagi suporter sepak bola di Indonesia, stadion bukan lagi sekadar tempat mendukung tim kebanggaan, melainkan zona konflik potensial. Ada beberapa faktor yang membuat suporter sangat rentan:
Stigmatisasi Negatif: Publik dan aparat seringkali melabeli suporter sebagai "perusuh" secara general. Label ini menjadi pembenaran moral bagi polisi untuk bertindak kasar sejak awal (preemptive strike).
Kurangnya Pemahaman Manajemen Kerumunan: Alih-alih melakukan deeskalasi, aparat seringkali memicu kepanikan. Tragedi Kanjuruhan menjadi bukti paling menyakitkan betapa penggunaan gas air mata di ruang tertutup adalah vonis mati yang lahir dari ketidaktahuan atau pengabaian prosedur keamanan internasional (FIFA).
Ketimpangan Relasi Kuasa: Di lapangan, suporter tidak memiliki posisi tawar. Protes kecil terhadap perlakuan tidak adil seringkali dibalas dengan kekerasan fisik yang lebih besar.
"Kekerasan dalam stadion bukan sekadar insiden olahraga, melainkan cermin dari bagaimana negara memandang rakyatnya: sebagai objek yang harus ditertibkan, bukan subjek yang harus dilindungi."
Dampak dan Masa Depan
Jika pola ini terus berlanjut, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan mencapai titik nadir. Rakyat, terutama generasi muda yang mendominasi tribun stadion, akan tumbuh dengan trauma dan dendam terhadap aparat.
Perbaikan tidak bisa hanya bersifat kosmetik seperti penggantian seragam atau jargon. Perlu ada reformasi struktural yang meliputi:
Pelatihan manajemen kerumunan yang humanis.
Penghapusan senjata kimia (gas air mata) dalam pengendalian massa di ruang terbatas.
Akuntabilitas hukum yang transparan bagi setiap tetes darah yang tumpah akibat kelalaian aparat.
Sepak bola seharusnya mempersatukan, bukan menjadi ladang pembantaian. Rakyat, baik mereka yang berada di tribun maupun di jalanan, berhak merasa aman di tangan mereka yang berseragam.

Indonesia
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

Tragedi Kanjuruhan terjadi karena tindakan yg salah dr panpel, parcok dan stakeholder yang tidak mementingkan nyawa penonton dr mitigasi resiko awal, sementara turun ke lapangan adalah bentuk tindakan reaksional walaupun tidak di benarkan. Jgn di pelintir, akui saja yang sebenar-benarnya. Panpel , Broadcast & Pihak keamanan gagal saat itu.
Indonesia
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

Jawa Tengah ora duwe gubernur

kesit@k3s1t
kalo nyusahin rakyat, gosah bayar pajak sekalian 😤😤 jateng ora nduwe gubernur
Indonesia
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

WARGA JATENG RAMAI AJAKAN GERAKAN STOP BAYAR PAJAK...
NGARGONO KETUA BPSK, RAKYAT SUDAH SANGAT MUAK....‼️
#MBGMalingBerkedokGizi
#MBGMalingBerkedokGizi
🆘🆗

Indonesia
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

𝘔𝘢𝘵𝘤𝘩 𝘈𝘮𝘣𝘪𝘦𝘯𝘤𝘦: 𝘗𝘌𝘙𝘚𝘐𝘑𝘈 𝘑𝘈𝘒𝘈𝘙𝘛𝘈 𝘷𝘴 𝘈𝘳𝘦𝘮𝘢 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨.
𝘉𝘢𝘥 𝘎𝘢𝘮𝘦, 𝘎𝘳𝘦𝘢𝘵 𝘍𝘳𝘪𝘦𝘯𝘥𝘴.
𝙉𝙀𝙑𝙀𝙍 𝙁𝙊𝙍𝙂𝙄𝙑𝙀, 𝙉𝙀𝙑𝙀𝙍 𝙁𝙊𝙍𝙂𝙀𝙏!
#KanjuruhanBelumUsai
#FathulMulyadin
#RIPPaokfans
#curvanordpersija




English
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi
135++di Malang Tanah Pembantaian retweetledi

They tried to bury us, but they forgot we were seeds. We remember every blow, every cry, every soul.
#KanjuruhanBelumUsai!


English

















