Arina Rahmatika

10K posts

Arina Rahmatika banner
Arina Rahmatika

Arina Rahmatika

@arinalogy

suka banget traveling sama baca buku 🥰 nonton film juga sih, drama Korea kadang-kadang.

Yogyakarta, Indonesia Katılım Ekim 2009
317 Takip Edilen351 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Arina Rahmatika
Arina Rahmatika@arinalogy·
Set your boundaries, rin 😩
English
0
0
2
0
Arina Rahmatika retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK" 1. TUMOR “Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan. Marah kamu simpan, sedih kamu tutup, Kecemasan kamu pendam. Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.” 2. AUTOIMUN “Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri. Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah. Tubuhmu ikut bingung, karena kamu tak pernah jujur pada rasa.” 3. KANKER “Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat. Maaf yang tak pernah terucap. Tangis yang tak pernah tumpah. Sakit hati yang tak pernah sembuh.” 4. STRES KRONIS “Aku bukan cuma di pikiran. Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu. Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’, padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.” 5. INSOMNIA “Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti. Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari. Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?” 6. SAKIT MAAG / LAMBUNG “Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan. Tidak enak hati. Tidak enak menolak. Tidak enak berkata jujur.” Cukup... Tubuh bukan musuh. Ia hanya alarm. Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Indonesia
59
4K
14.5K
377.6K
Arina Rahmatika retweetledi
Ahmad Husain Fahasbu
Ahmad Husain Fahasbu@husain_fahasbu·
Amalan dari Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan bagi ibu hamil. sebelumnya Kirim fatihah pada: 1. Baginda nabi Saw. 2. Syeikh Abdul Qodir al-Jilani 3. Syaikhona Muhammad Kholil bin Abd. Lathif Bangkalan. Foto kiriman: Lora Muhammad Ismail al-Ascholi, Pesantren Demangan Bangkalan.
Ahmad Husain Fahasbu tweet media
Indonesia
120
494
1.7K
0
Arina Rahmatika retweetledi
Kumi~W | Mug&Tumbler Custom Bjm
@NataliusPigai2 Nah pak.. kebetulan ini saya punya sebuah video yang saya gunakan dan sering tonton sebagai pengingat diri saya. Videonya udah lama. Tapi saya ingin bagi ke bapak. Sebagai pengingat dan semoga bermanfaat pak..
Indonesia 🇮🇩 Indonesia
8
54
273
52.1K
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
JANGAN NIKAHI SEPUPU Pernikahan antar sepupu (konsanguinitas), fenomena yg cukup umum di Pakistan. • secara medis memiliki implikasi risiko genetik yg signifikan. thalasemia... bahkan disabilitas kognitif.
Indonesia
101
296
2.1K
1.7M
Arina Rahmatika retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Sebenarnya, GAK SEMUA APA-APA HARUS KE PSIKOLOG. Idealnya, ke Psikolog itu untuk masalah yang sudah sangat berat dan butuh bantuan profesional. Untuk kasus-kasus yang sudah di spektrum gangguan, bukan lagi normal-bermasalah. Tapi, di sini semua jadi apa-apa harus ke Psikolog karena sistem layanan kesehatan mental kita masih bapuk. Piramida Psychological First Aid/pertolongan pertama kesehatan mentalnya gak berjalan. Konselor sebaya gak terlalu jalan, lingkungan yang menunjang kesehatan mental seperti tempat tinggal, layanan/fasilitas penitipan anak/daycare yang terstandar untuk orangtua bekerja, ruang publik ramah anak gak memadai, dll. Padahal ini semua penting biar apa-apa gak harus sampai ke Psikolog. Ini bikin bebannya semua di Psikolog sementara Psikolog sendiri masih kurang dibandingkan populasi penduduknya. Rasionya menurutku gak masuk akal. Padahal ketika nanganin klien, 1 sesi itu Psikolog harus FULL MINDFUL. Bukan cuma ngedengerin tapi di waktu bersamaan harus analisis, prediksi, merancang solusi alternatif, termasuk berempati, dll. Intinya, tugasnya ada di level kognitif yang tinggi (lihat taksonomi bloom). Di sisi lainnya lagi, layanan jasa seperti ini seringkali masih disamakan/diekspektasikan seperti pegawai kantoran yang perlu kerja 8 jam/hari. Padahal beban mental dan emosionalnya berbeda apalagi kalau menangani tanpa jeda. Coba bayangin aja sebagai orang biasa harus ngedengerin, nganalisis masalah orang lain 8 jam tanpa jeda. Gak bisa ngelamun sama sekali. Gak bisa pura-pura ke toilet buat rehat sebentar padahal nangis.
Nello tweet mediaNello tweet media
ARES@RestuAwalliddin

Unpopular opinion about Indonesian Healthcare System

Indonesia
32
1.5K
5.8K
236.6K
Arina Rahmatika retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Saya baru dapat info dari teman yang bekerja di Pemda. Saat ini terjadi perbedaan pandangan yang cukup tajam antara Pemda dan pemerintah pusat. Pemda sudah menjelaskan kondisi riil di lapangan, tapi pusat sepertinya enggan mengakui atau menampilkan fakta sebenarnya. Pemda mengajukan permohonan anggaran pemulihan sebesar Rp153 triliun, tapi hingga Maret ini pusat baru menyalurkan sekitar Rp5 triliun saja. Yang paling menyedihkan, Pemda diberi dua pilihan sulit oleh pusat 1. Dipaksa untuk membongkar semua tenda pengungsian yang masih ada, tanpa memberikan penjelasan atau solusi yang jelas kepada para korban bencana. 2. Atau akan diancam diproses hukum, dengan dicarikan 'kasus'-nya. Sungguh miris kalau permainan politik seperti ini yang terjadi dari pusat. Beginilah cerita pilu di republik Konoha Kalo di Indonesia mah nggak, mana mungkin. Presiden aja sayang rakyatnya, menterinya bagus semua, lembaga KPK nya beh sangat memuaskan kerjanya, apalagi MBG sangat mencerdaskan 🙃
Indonesia
162
4.8K
10.3K
418K
Arina Rahmatika retweetledi
DrHS
DrHS@BuruhSiluman·
Perubahan dr WFO ke WFH itu sbnrnya mengalihkan tanggung jawab dr negara/swasta ke rumah tangga. Beban2 tambahan yg timbul hrs ditanggung o/ rumah tangga. Termasuk 📈 kerja domestik tdk dibayar yg dilakukan o/ perempuan. Shg narasi penghematan itu hrs dilihat dr perspektif siapa
Kompas.com@kompascom

"Logikanya memang penghematan bisa dilakukan melalui WFH, karena baik di pusat maupun daerah akan menghemat listrik, air, WiFi, biaya BBM transportasi per hari mungkin bisa puluhan miliar," ujar Dede Yusuf kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2026) malam. Baca selengkapnya 👇 nasional.kompas.com/read/2026/03/2… ~LL #Efisiensi #ASN

Indonesia
86
2.2K
4.2K
148.9K
AD
AD@knightmuro·
@SosmedAnu Lebaran ada 2, tinggal gantian, malah ribut. Ortu dulu pas mbah² masih ada, kalau lebaran ganti²an, Idul Fitri rumah mbah dari ibu, Idul Adha ke mbah dari bapak, tahun depannya switch. Jadi pas liat orang pusing gara² ini jelas pasti egonya keras, semoga aku gak gitu nanti aamiin
Indonesia
1
3
203
26.3K
Anu
Anu@SosmedAnu·
Anu tweet media
ZXX
179
1.3K
36K
1.2M
Riisuke
Riisuke@Riisuke06234·
@rasBpras @yappingfess ..komen apa apa lagi, cukup dimaklumi aja. Kalo lagi marah ya gausah diusik dulu, nanti juga reda sendiri
Indonesia
2
0
12
1.1K
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
yap! huhuhu jadi bingung kudu ngapain karena serba salah 😭
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
338
426
9.9K
988K
Arina Rahmatika
Arina Rahmatika@arinalogy·
@Ichavarma_ Setuju kak. Aku klo mudik ke rumah juga gak tidur di eumah, tapi di hotel 🤣 drama kek gini nih
Indonesia
0
0
0
35
Arina Rahmatika
Arina Rahmatika@arinalogy·
@putrategar2709 Alhamdulillah keluarga besarku tiap rumah punya menu andalan 😅 Ada yang spagetti, ada yang ice cream, ada yang rujak, ada yang frozen food 🤣 Total 16 rumah yg dikunjungi dalam sehari 😆
Indonesia
0
0
0
289
Putra Tegar
Putra Tegar@putrategar2709·
Pas ngobrol iseng sama sepupu, pernah tercetus ide: Bagaimana kalo di rumah Mbah gak usah sedia menu rendang, opor, dan santan-santanan lain? Jadi khusus di rumah Mbah, kita sediakan bakar-bakaran alias nge-grill. Tinggal modal ayam sama daging yang sudah dimarinasi. Begitu ada tamu, tinggal kita bakarin. Menu lain yang bisa disediakan juga mie rebus pake telor dan mie goreng. Nugget juga jadi menu yang diusulkan buat ada. Prinsip dasar ide ini sederhana: Kalo lebaran ke rumah kerabat dan disuruh mampir, lauk yang tersedia yaa itu-itu aja sebenarnya. Opor, sayur labu, krecek, dan rekan-rekannya. Apalagi kalo di Jateng, ga boleh pulang kalo belum makan. Jadi pernah ada masa gua makan lima kali dalam waktu yang sangat berdekatan karena emang dipaksa makan, dan diminta Bapak Ibu biar ikut makan karena ga enak kalo nolak makan. 🤣🤣🤣 Nah dengan kehadiran menu tak biasa di rumah Mbah tadi, otomatis bakal jadi "oase" di tengah kepungan opor dan kawan-kawan. Dan yak, ide ini ditolak mentah-mentah meski baru dalam tahap obrolan dan perencanaan tanpa tindak lanjut serius. 🤣🤣🤣🤣
Strootsy@strootsys

Opor, lontong sayur, dan rendang itu menurut gue udah staple pieces atau menu yang emang umum ditemuin kalo lebaran. Template ibaratnya Tapi, ada ga yang keluarganya punya satu menu unik yg spesifik buat lebaran? Yang ga pernah ditemuin di rumah-rumah lain?

Indonesia
150
322
5.2K
519.8K
Arina Rahmatika retweetledi
𝚜𝚊𝚝𝚙𝚊𝚖𝚔𝚘𝚖𝚙𝚕𝚎𝚔
Kata habib jafar : “yang ga sampai di kita, Jangan di cari tau. Yang sampai dari mulut orang lain, jangan dipercaya. Yang sampai dari mulut orangnya langsung, dimaafkan” Mohon maaf lahir batin ya semua 🙏🏻
Indonesia
26
14K
37.7K
481.3K
Arina Rahmatika retweetledi
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Kalo di ilmu kesadaran, sebaik-baiknya bersyukur itu enggak lahir dari membandingkan, tapi dari sadar penuh hadir utuh di sini-kini. Be present. Jadi bukan bersyukur karena: “untung hidupku lebih baik dari dia.” Bukan bersyukur karena: “lebih baik dari orang lain.” Karena itu masih ego yang membandingkan, diam-diam merasa lebih. Kesombongan. Bersyukur itu sesederhana: menyadari apa yang ada, tanpa hanyut terseret drama dari pikiran masa lalu atau masa depan. Menyadari napas, masih bernapas. Menyadari badan, masih hidup. Menyadari momen saat ini, di sini-kini, seapaadanya. Jadi bersyukur karena hidup yang sedang kita alami. Nggak dari perbandingan, tapi karena kesadaran, presence.
Cha@AnisaMajidah2

@AdjieSanPutro Cara bersyukur yang benar gimana mas adjie?

Indonesia
22
1.3K
3.2K
83.6K
Arina Rahmatika retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys Feri Amsari baru saja bilang sesuatu yang perlu lebih banyak orang Indonesia dengar soal Board of Peace. Dan ini bukan soal perasaan pro Palestina atau pro Amerika. Ini soal hukum yang sangat konkret. Indonesia join Board of Peace tanpa persetujuan DPR. Pasal 11 Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas. Presiden mau buat perjanjian soal perang, perdamaian, atau perjanjian internasional apapun harus minta persetujuan DPR dulu sebelum pergi. Dan setelah pulang — harus diratifikasi DPR dalam bentuk undang-undang. Dua-duanya tidak dilakukan. DPR mengaku masih reses. Sementara Presiden sudah tanda tangan. Sudah komitmen kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza. Dan belum ada penjelasan yang jelas soal apa manfaatnya bagi Indonesia. Feri bilang ini bukan pertama kali. Hari pertama kabinet dilantik saja Seskab Teddy dilantik tanpa berhenti dari TNI aktif. Padahal undang-undang TNI tidak mencantumkan sekretaris kabinet sebagai jabatan sipil yang boleh diisi TNI aktif. Hari pertama sudah langgar undang-undang. Jadi ini bukan anomali. Ini pola. Dan soal 8.000 prajurit yang mau dikirim ini yang paling gw catat dari Feri. Palestina sendiri sudah bilang jangan kirim pasukan. Tapi Indonesia tetap jalan. Untuk apa? Feri khawatir prajurit kita dijadikan pasukan darat tameng kepentingan Amerika dan Israel sementara perangnya sendiri sudah pakai drone dan teknologi. Yang kena duluan justru manusia di lapangan. Dan biayanya pakai uang siapa? Nyawanya milik siapa? Soal argumen ekonomi yang sering dipakai untuk membela keputusan join BOP bahwa kita bisa dapat tarif 0 persen dari Amerika Feri kasih konteks yang menarik. Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah putuskan bahwa Trump tidak boleh tentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya tarif yang dijanjikan itu fondasinya sudah digugurkan pengadilan tertinggi Amerika. Dan Trump tetap jalan seenaknya. Jadi kita berikan konstitusi kita untuk perjanjian dengan orang yang pengadilannya sendiri bilang dia tidak berwenang buat perjanjian itu. Feri simpulkan dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur. Ini adalah hari yang gelap untuk konstitusi bangsa ini. Bukan karena Indonesia tidak boleh punya kepentingan ekonomi. Bukan karena bergaul dengan Amerika itu salah. Tapi karena ketika Presiden sendiri tidak patuh pada konstitusinya dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan cuma prosedur. Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini yang menyangkut nyawa prajurit dan posisi Indonesia di dunia diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
278
8.4K
17.5K
384.5K
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Di rumah kayaknya udah lebih dari 1100an buku. Gw stop ngedata ketika jumlahnya dulu 800an. Mau ngurangin jadi sekitar 500an aja. Sekarang justru mau bagi buku2 yg udah selesai gw baca. Tapi ya gitu, ada yg ketekuk, kertasnya kusam, gw corat2 coret. Masih ada yg mau ga ya?
Hannah Ward 👩🏻‍🏫 Mom (x3) | Learning Designer@HannahWardEdu

How does your home library stack up? In 2023 YouGov surveyed 29,000 Americans to see how many books they have in their homes. The results were disappointing to say the least. - 0 books: 9% (no books AT ALL) - 1–10 books: 20% - 11–25 books: 14% - 26–50 books: 13% - 51–100 books: 12% - 101–200 books: 10% - 201–500 books: 7% - 501–1,000 books: 4% - More than 1,000 books: 3%

Indonesia
1.4K
221
3.3K
149.4K
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Bude Wellness mengatakan bahwa TBC dapat dicegah dan diobati alami dengan tanaman herbal Sebelum memulai pembahasannya, gue mau berkata bahwa INI MENYESATKAN! Izin gue bahas fakta ilmiahnya ya. TB/TBC adalah penyakit infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis. Infeksi ini biasanya terjadi di Paru, namun bisa di organ lain seperti usus, tulang, bahkan otak. Bila tidak ditangani dengan baik, maka TB paru dapat menyebabkan masalah kesehatan berat, hingga kematian. Pencegahan TBC yang saat ini terbukti efektif antara lain: - Menggunakan masker - Ventilasi rumah yang baik - Vaksinasi BCG - Terap pencegahan TB bagi yang berisiko tinggi tertular Hingga saat ini BELUM ADA herbal yang terbukti bisa mencegah TB. Terapi TB sendiri sudah ada regimen pengobatannya dengan kombinasi 4 obat dilanjutkan oleh 2 obat, durasinya 6 bulan atau lebih tergantung lokasi organ yang terkena TB. Bahkan sudah ada panduan terbaru WHO yang menyatakan bisa lebih cepat jadi 4 bulan. Terapi tersebut efektif, dimana mayoritas yang tuntas berobat akan sembuh. Hingga saat ini, BELUM ada herbal yang terbukti dapat mengobati TB. Herbal dapat digunakan sifatnya sebagai terapi pendamping, BUKAN terapi utama. Postingan Bude Wellness ini berpotensi berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena: 1. Berpotensi membuat orang meninda pemeriksaan 2. Berpotensi membuat orang menunda mulai obat TB karena mau mencoba herbal 3. Orang dengan TB tetap menularkan TB ke keluarga dan orang serumah karena pengobatan tidak adekuat 4. Peningkatan risiko orang menghentikan obat lebih cepat karena merasa “sudah minum herbal” Semoga bermanfaat 🙏
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
493
3.9K
9K
1.3M
Arina Rahmatika retweetledi
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Tulisan terbaru Mawa Kresna membongkar klaim sukses MBG hingga penelusuran dokumen pengadaan BGN yang menunjukkan belanja Rp6,2 triliun pada 2025. Ada kaos kaki tanpa merk & tanpa SNI seharga Rp100 ribu/pcs. Tablet harga pasaran Rp8 juta dibeli Rp17 juta. projectmultatuli.org/proyek-mbg-pot…
Indonesia
76
2.6K
3.9K
313K
elle°‧🫧
elle°‧🫧@elenarenoa·
KAAAKKK‼️ KATA AKU KAMU BAIK BANGET SIH BOCORIN INI UDAH NYELAMETIN RATUSAN RIBU DI DOMPET🫵😭 Siapa nih alumni scott emulsion dari kecil??😂
elle°‧🫧 tweet media
Indonesia
111
195
1.8K
373K
Arina Rahmatika retweetledi
masrosid | Guru Matematika
Rahasia Dibalik Ukuran Kertas A4 yang Selalu Bikin Penasaran! 📏 Kenapa harus tepat 29,7 cm × 21 cm? Pernah nggak kamu mikir: “Kenapa nggak dibulatin aja jadi 30 × 20 cm? Kan gampang dihafal!” Aku dulu juga gitu kok. Sini aku spill rahasia matematisnya! 👇
Indonesia
49
935
5.2K
403.6K