Saya malas datang ke reuni karena malas basa basi, dan bingung mau ngobrol apa.
Bayangkan aja reuni SMA, ketemu lagi sama temen yang terakhir ketemu 20 atau 10 tahun lalu, dan ga pernah komunikasi. Mau ngobrolin apa dengan dia???
banyak yang bilang, reuni itu ajang pamer, ajang kesuksesan, bla bla bla..
mungkin itu ada di satu sisi, tapi di sisi saya, saya ya nyaman basa basi, ngobrol dengan teman lama. Sedangkan apa yang dilalui dalam 5, 10 tahun falam setiap orang beda2..
Reuni itu, bagi saya yang hadir yang lebih dari 50 orang.
Hampir ga pernah saya ikut reuni. Kalau kumpul2, sama temen2 deket, sering. Tapi kalo reuni, saya cenderung malas datang.
Salut saya pada orang2 yang seneng datang reuni, bisa ngobrol basa basi, ketawa ketiwi.. salut!
Saya lebih memilih ngobrol dengan teman2 dekat saya, yang begitu ketemu langsung bilang “kok isih urip awakmu?” atau “tambah lemu ae koen, susumu ga mung seko bojomu mesti” gitu gitu
Pembahasan “kerja dimana?” “Sibuk apa skrg?” dalam reuni dengan “teman lama”, bagi saya bisa berujung membahas status sosial yang dimanapun posisi kita, ujungmya ga enak.
Paling itu pembahasannya. Batasi disaana aja. Cuaca, tinggal dimana, yang umum2 aja. batasi disana aja. Dengan “teman lama” saya itu, misalnya saya hadir reuni, saya ga mau membahas soal “kerja dimana?” “Sibuk apa skrg?” Enggak mau saya.
Saya pernah membayangkan, obrolan paling aman dengan teman lama itu obrolan “timggal dimana? Gimana hidup disana? atau mbahas cuaca. Misalnya: “Cuaca hari ini semakin lama semakin ga jelas ya!
Perubahan iklim ini, kek kata Bapak Guru Geography dulu.. Pak sapa namanya?…”
Pernah kenal, satu SMA, ga pernah komunikasi bertahun2, trus tiba2 disuruh ngobrol dalam acara reuni. Bagi saya itu banyak basa basinya. Saya ga suka dalam situasi seperti itu, jadi saya memilih untuk tidak hadir reuni.
Lebaran, mudik, dan reuni.
3 kata yang dekat, dan lekat di telinga saya, setahun sekali.
Lebaran dan mudik, sering saya ikuti. Namun untuk reuni, jaraang sekali.
bukan, rumah itu bukan seperti villa atau rumah mewah. Hanya rumah sederhana dari kayu, jendelanya adalah jendela kayu yang sudah tua, bisa dibuka kedua sisi, kursinya pun kursi kayu yang sudah agak lapuk. Tapi nyaman sekali dirumah itu rasanya..