vita

23.9K posts

vita banner
vita

vita

@aristoughteles

cyborg-ed ecofem & outdoor junkie 🦾🦎🚴🏕️ | raging both academically & poetically

Katılım Mayıs 2013
1.3K Takip Edilen1.6K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
vita
vita@aristoughteles·
kalau sudah dewasa, aku mau jadi dosen yang pinter, baik, insightful, dan encouraging bagi mahasiswa/i supaya bikin project yang seru dan bermanfaat.
Indonesia
6
12
115
0
vita retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
KONDISI ACEH TERKINI! khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔 masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’) anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan
afinasyif tweet media
Indonesia
75
11.3K
21K
1.6M
vita retweetledi
Acid House Hospital
Acid House Hospital@darkmusick_·
watching wong kar-wai's fallen angels (1995) outdoors on the dvd boombox
Acid House Hospital tweet media
English
37
985
9.8K
144.2K
vita retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
270
5.4K
9.7K
428.4K
vita retweetledi
Johann Spischak
Johann Spischak@SDGMasterglass·
🫡🫡🫡🇵🇸🇵🇸🇵🇸❤️❤️❤️
Johann Spischak tweet media
QME
390
14K
167.1K
1.6M
🐞
🐞@riccivall·
atmin judol spam call ya gw spam balik monyet IDI NAHUI
Indonesia
605
2.9K
30.9K
1.2M
vita retweetledi
wu-tang chad
wu-tang chad@thewittyblessed·
there’s nothing more intimate than watching a movie delicately explore a trauma you’ve experienced. infinitely better than therapy
English
86
4.5K
34.3K
475.4K
vita
vita@aristoughteles·
@rizalakbarm_ lurah aje mestinya kaga ngomong begitu ye kan
Indonesia
0
0
0
24
A Professional Overthinker
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar". rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Indonesia
517
41.6K
92.1K
2.1M
vita retweetledi
Cow
Cow@haloopulici·
6 dimsum mentai 2 dollar jirr
Indonesia
510
9.1K
58.6K
1.1M
vita retweetledi
🍂
🍂@Lovandfear·
Frrr
🍂 tweet media
16
4.4K
20.7K
286.1K
vita retweetledi
dita
dita@hunmanity·
ketemu satu geng perempuan di open trip gak tau nama belom kenalan udah tiktok bareng minta airdrop dan tiap ketemu manggil bas bes bas bes ini lah peak girlhood
Indonesia
182
3.9K
52K
967.4K
vita retweetledi
Karima A
Karima A@karimakayyim·
The Economist tumben banget dari kemaren memasak soal Indonesia terus. Dari awal jd jurnalis suka bgt sama media ini, karena kebijakan redaksinya cukup unik & sangaaat kritis. Ciri khasnya, kebanyakan artikel di The Economist gak nyantumin nama penulis (biar tulisan diwakili institusi), mereka jg konsisten dukung free trade (pasar bebas), kebebasan individu & pemerintahan yg ramping. Bagus lah kalo Indo disenggol terus sama nih media buat digampar soal kebijakan Prabowo ttg stabilitas keuangan dan kemunduran demokrasi. Nah, terus ada bagian “thin-skinned” yg ditulis di sini (mudah tersinggung), merujuk ke gaya kepemimpinan Prabowo yg dianggap kurang nerima kritik, dan rekam jejak masa lalu yg memicu kekhawatiran kembalinya gaya otoriter yg memusatkan kekuasaan pada satu sosok. Dari style dan isi pidatonya Prabowo dari kemaren, emang Indonesia ini lagi ngeri2 sedep ya.
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
73
3.2K
12.8K
318.2K
vita
vita@aristoughteles·
@galsyi gw ikutan
Indonesia
0
0
0
15
galuh 🧚🏼‍♀️🌷
Ngapain si anjing laki-laki model begini masi idup heran. Berguna lah dikit, udah mah seksis, untuk urusan kerjaan gampang juga ga beres, idup kaga jelas, disfungsional sampe ke akar. Minimal choose your struggle, gausa semuanya jadi paket hemat redflag berjalan
Indonesia
1
0
2
101
Kolosebo
Kolosebo@HMTata3·
@KapudS640 Nadiem ini asli nye team eksekutor dari program jokowi untuk merusak dunia pendidikan dan menjauhkan anak-anak didik muslim dari Al Qur'an dan Hadist
Indonesia
5
1
4
3.3K
vita retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara. Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg: "Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi, pdhl dia asli bangsamu sndri. Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam" cc:alrogritm
Indonesia
230
10.8K
36K
596.1K
vita retweetledi
febri。 savitri
febri。 savitri@trancenote·
deromantisasi kegiatan membaca dgn tetap membaca walopun u sedang di tempat2 ndesit non-aesthetic kitschy kitschy ini lagunye sambil nungguin cimol bojot u digoyenggg nasgor gerobakan u disrong-sreng dimsum mentai u di-torch dsbdsb
Indonesia
11
273
1.2K
294.1K
vita retweetledi
wiwi
wiwi@belleprsnn·
you watch 4 good movies in a row and suddenly life is worth living again
English
150
10.2K
75.4K
811.4K
vita retweetledi
Sanjam Singh
Sanjam Singh@sanxsin·
At the end, you just need someone you can watch obscure asian cinema with.
English
16
882
4.9K
123.4K