arronax

4K posts

arronax banner
arronax

arronax

@arronax15

bravery & kindness

Katılım Mayıs 2024
244 Takip Edilen20 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
arronax
arronax@arronax15·
Ini adalah momen gw paling kecewa ama Pak Jokowi.... mudah-mudahan "lain waktu" tersebut akan segera tiba... youtube.com/shorts/UBx6HzC…
YouTube video
YouTube
Indonesia
1
0
1
1.9K
arronax
arronax@arronax15·
@BanyuSadewa Kalo bener2 uenak dia lgsg nambah dan makan lagi
Indonesia
0
0
0
71
arronax
arronax@arronax15·
@audhinafh Calo mentality akut di bangsa ini...
Indonesia
0
0
0
12
arronax retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mohon bantuannya 🙏🏼 Kami mulai aktif di juga di platform media sosial lain dengan username @ kawalibam Saat ini akunnya hanya 10 followers, mohon bantu follow & share kabar terkait Ibam dalam perkara ini dengan teman2 di platform lain juga ya🙏🏼 Linknya bisa dilihat di bawah 👇🏼
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
10
75
248
11.2K
arronax
arronax@arronax15·
@sighyam Yammi thanks for summarizing the story. Sad that people waste their time debating such issue. In Indonesia I do sometimes consumes the food/beverage before paying at the convenience store cashier. Due to thirst/hunger.
English
3
0
60
19.4K
yammi
yammi@sighyam·
Japanese and Thais have been fighting on Twitter all day. Here’s the tea lol: A Thai man at a 7-11 attempted to buy a box of instant ramen. He opens it, pours hot water, and then goes to pay. Why? Because in Thailand this is common, as Thais live in a high interpersonal trust society and people can be trusted to pay for things at shops. For added clarity, this practice is mostly done with noodles to save time and not much else. However, in Japan, people are expected to pay for noodles before opening them. A Japanese 7-11 cashier corrects him. No problem. The man pays. Great learning experience. The video is shared online in case other Thais don’t know. A Japanese nationalist account reposts the video: many Japanese netizens harshly criticise the Thai man, with many being racist and xenophobic, even attacking the man for not knowing how to insert cash into the machine, calling him backward, a country bumpkin, and stupid, etc. Thais reacted by criticising the Japanese for their uptightness, saying how when Japanese tourists make mistakes, the Thai mindset and approach are to act calm and reasonable. Thais are confused why it’s so hard to adopt an “it’s okay” mindset, especially when no harm was caused. In Thailand, this is a quintessential mindset that Thais live by. The Japanese side responds and basically says it doesn’t matter… you’re in Japan, and the Thai man is practically stealing. Thais respond by saying, okay, understood but who attempts to steal and then goes to pay? Thais then pull out receipts of all the times Japanese tourists have behaved badly in Thailand, pointing out that bad behaviour stemming from moral bankruptcy like discrimination, sexual assault, and theft is more common from Japanese tourists than from Thais, with many cases making headlines over the past few years alone. Comments about Thailand being backward because the Thai man put the cash note in the wrong way were also met with confusion from the Thai side. In Thailand, QR payments and e-wallets are the default payment methods, and most Thais now adopt this new-gen banking tech. Japan is still a cash heavy society and relies on older infrastructure habits. It’s worth writing that not every Japanese comments are attacking the Thai man. Many are being reasonable and those who have travelled to Thailand have been pushing back against other Japanese netizens comments.
Masa@masanews3

迷惑系外国人、購入前のカップラーメンを勝手に開封 お湯まで入れてしまい店員さんガチギレ😱🦁

English
830
7.6K
39.2K
5.2M
arronax
arronax@arronax15·
@tigorsiagian Pak Tigor kita bersyukur bgt Bapak masih hobi main X jd ada sumber pemikiran yg valid dan bijak
Indonesia
0
0
0
503
Hendri F. Isnaeni
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni·
Hari ini dalam sejarah, 25 Maret 1975, Raja Arab Saudi Faisal mati dibunuh dengan ditembak oleh Pangeran Faisal bin Musaid, putra saudara seayahnya, Musaid bin Abdulaziz. Ketika menjadi raja Arab Saudi, Faisal melakukan modernisasi dan reformasi. Kebijakan luar negeri utamanya adalah pan-Islamisme, anti-komunisme, dan pro-Palestina. Faisal mendukung Palestina sejak menjadi menteri luar negeri Arab Saudi. Setelah menjadi raja, dia semakin gencar mendukung Palestina dan kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat muslim sedunia. Raja Faisal menjadi salah satu pemimpin dunia Arab yang pertama berkunjung ke Yerusalem dan salat di Masjid Al-Aqsa. Ketika pecah Perang Enam Hari (5-10 Juni 1967) antara Israel melawan negara-negara Arab (Mesir, Suriah, Yordania, Irak, dan Lebanon), Raja Faisal memobilisasi 20 ribu prajurit untuk ditempatkan di Yordania. Kendati dikeroyok, Israel yang dibekingi Amerika, menang dan mencaplok berbagai wilayah termasuk situs-situs suci Islam. Jatuhnya Palestina dan Yerusalem, di mana Masjid Al-Aqsa berada, ke tangan Israel menjadi pukulan bagi Raja Faisal. Ketika pecah Perang Arab-Israel Keempat atau Perang Yom Kippur (6-25 Oktober 1973) antara Israel lawan Mesir dan Suriah, Raja Faisal tak hanya memobilisasi 20 ribu prajurit, tetapi juga memberlakukan embargo minyak. Negara-negara Barat kelabakan. Harga minyak dunia meroket tiga kali lipat. Krisis minyak itu terjadi karena kemarahan Raja Faisal setelah mendengar kabar Amerika memberi bantuan senjata untuk Israel. Dua tahun berselang, Raja Faisal ditembak mati oleh keponakannya, Pangeran Faisal bin Musaid, yang belum lama kembali dari Amerika. Pangeran Faisal kemudian dieksekusi mati. Ada beberapa teori motif pembunuhan Raja Faisal oleh Pangeran Faisal. Pangeran Faisal balas dendam atas kematian saudaranya, Pangeran Khalid bin Musaid, atau balas dendam terhadap turun takhtanya Raja Saud. Pangeran Faisal diduga agen CIA (intelijen Amerika) atau Mossad (intelijen Israel) karena kekasihnya, Christine Surma, ditengarai aset Mossad. Kematian membuat Raja Faisal tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk kembali salat di Masjid Al-Aqsa.* 🔗historia.id/article/mimpi-… 📷Raja Faisal di PBB. Raja Faisal mengunjungi Masjid Al-Aqsa. Pangeran Faisal bin Musaid, pembunuh Raja Faisal. (Wikimedia Commons).
Hendri F. Isnaeni tweet mediaHendri F. Isnaeni tweet mediaHendri F. Isnaeni tweet media
Indonesia
49
1.6K
5.6K
340K
arronax retweetledi
Nat & Ver
Nat & Ver@NarasiVisual·
Jujurly, tanpa ngeliat segala statistik, udah kerasa banget sih 🇻🇳 Vietnam lari sementara kita jalan di tempat. Kemaren kami baru aja jalan2 10 hari ke Ho Chi Minh + Phu Quoc dan nyaksiin langsung pertumbuhan ekonomi Vietnam yg bikin kita sebagai WNI iri banget. Sekalian deh kubikinin apa yg kami rasakan selama explore Vietnam jadi threads singkat 🧵 sekalian video dump, supaya temen2 pada kebayang: Semaju apa sih ekonomi Vietnam?
MinDos@dosenkesmas

Vietnam resmi bekerjasama dengan Rusia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Hal ini membuat Indonesia semakin tertinggal. HDI kalah Skor PISA kalah Logistics performance index kalah Tata kelola korupsi kalah Peringkat Bola kalah juga Menang bagian mana kita gaes? ©purbabangkabltg on IG

Indonesia
136
811
3.1K
366.8K
Bukhori Sutrisno
Bukhori Sutrisno@MoehB21154·
@arronax15 Typo, kak. Maksud saya dibagi jd 5 : 1. Pakuan ( Bogor Raya, Cianjur, Sukabumi) 2. Galuh ( Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Majalengka) 3. Bandung Raya 4. Ceribonan ( Cirebon, Indramayu, Kuningan) 5. Taruma ( Bekasi, Karawang, Subang)
Indonesia
1
0
1
176
Elisa
Elisa@elisa_jkt·
Kurang tepat. Di @DKIJakarta ada 446 lapangan padel. Ini jg indikasi bhw Jakarta tdk pernah kekurangan lahan utk membangun hunian. Hny skill issues aja yg bikin jd kek skrg. Jika 1 lapangan padel membutuhkan sekitar 600 m2 (dgn fasilitas), maka setara dgn 40 unit flat 40-60m2.
siachonk@siachonk

@elisa_jkt Bueh, jabodetabek lebih dari 200 court termasuk yg masih proses pembangunan

Indonesia
19
968
3K
122.7K