a r s retweetledi

Aku mau sharing tentang salah satu quote yang aku suka:
The creative adult is the child who survived
Aku gak tau kenapa, tapi aku hampir selalu relate dengan kalimat itu. Kadang aku merasa hal hal yang aku lakukan keliatan nerdy, a bit freaky, bahkan gak jelas buat sebagian orang. Terlalu suka bikin cerita, terlalu excited ngomongin dunia imajinasi, terlalu masuk ke dalam hal hal kecil yang mungkin orang lain anggap sepele
But I realized, mungkin itu bukan sesuatu hal yang harus aku sembunyikan. Maybe that’s just the child in me that never really disappeared
Dulu waktu kecil, aku, kita bisa excited sama hal sederhana. Bikin cerita sebelum tidur, ngebayangin dunia lain yang cuma kita yang tau, ngobrol sendiri, pura pura jadi karakter apapun itu, dan itu semua serasa normal
Tapi semakin dewasa rasanya dunia pelan pelan ngajarin kita buat jadi “lebih realistis”, lebih masuk akal, lebih biasa. Dan iya aku ngerti kok, kadang kita memang harus realistis. Kita punya tanggung jawab, punya hal hal yang harus dipikirkan, keputusan yang gak bisa cuma berdasarkan mimpi atau perasaan aja
Tapi menurutku, realistis bukan berarti harus mematikan bagian itu sepenuhnya. Bukan berarti harus berhenti berimajinasi, berhenti bermimpi, berhenti excited sama hal hal kecil
Makanya aku merasa kalau sampai sekarang aku masih bisa merasa excited bikin dunia Aureluna, masih seneng ngobrol panjang soal hal random, masih menikmati hal hal kecil yang mungkin terlihat aneh, maybe that’s something I should grateful for
Because I found joy in that. Dan mungkin itu juga bagian dari diriku yang membuat aku bisa terus ada di sini
Sometimes I still feel insecure about it. Kadang mikir “Apa aku terlalu aneh ya?” “Terlalu banyak ngomong soal hal yang gak semua orang ngerti ya?”
But at the same time, itu juga yang bikin aku merasa hidup. It’s the part of me that keeps dreaming, keeps creating, keeps believing that something bigger can exist even if it starts from imagination
So maybe being a little nerdy, a little freaky, a little different isn’t something bad after all
Maybe it just means the child in me survived
Indonesia

























