arsya

1.5K posts

arsya

arsya

@arsyyy___

another of me || don't expect too much

Katılım Ekim 2023
75 Takip Edilen164 Takipçiler
arsya
arsya@arsyyy___·
@18fesss Maksih loh nder malem2 bikin gw ketawa 🤣
Indonesia
0
0
0
494
18FESSS
18FESSS@18fesss·
18! ada yang tau ini bot apa? jd ini screenshot dri hp cowo gw. Gw curiga cowo gw gay, feeling gw ini bot yg buat cari pasangan gitu cuman ini cowo gw match sama cowo juga dan ngajakin main
18FESSS tweet media
Indonesia
239
77
2.6K
613.6K
It's Linlin☽̶☾🍉
It's Linlin☽̶☾🍉@lintarrrrrrrr·
@18fesss Jujur bingung soal kek ginian, itu yg ada rasa kek strawberry atau lainnya itu, rasanya dimana dah??? Atau cuma wangi2 aja? Beneran penasaran
Indonesia
5
0
0
85.4K
18FESSS
18FESSS@18fesss·
18! first impression sender beda merk beda rasa banget ya ternyata… ada yg tipis banget sampe lupa pake, sekarang jadi ngerti kenapa orang bela-belain merk tertentu
18FESSS tweet media
Indonesia
464
719
17.3K
2.1M
arsya retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
this🥹
gara tweet media
English
282
6.7K
35.6K
529.4K
arsya retweetledi
agni
agni@fahkta·
Jadi cewe dewasa normal yg punya libido serba salah ye. Kalo transparan soal sex drive (terus kalian aslinya punya sex drive tinggi) auto dipandang murahan, lonte, mau terima dilecehin/diperkosa. Dijelasin gimanapun pandangan soal perempuan bisa sange itu negatif dan jorok.
evil yoom 🪽@Ky00m181

God forbid cewe juga bisa sange knp tl gue bahas "katanya g mau dilecehin tp suka sama dirty talk" ?????????? Makanya orang indo tu emg harus belajar dan tau apa yg namanya CONSENT dan mikir aja sih logika lu kemana tolol bgt emosi

Indonesia
35
2.9K
14.4K
1.7M
arsya retweetledi
F
F@cowosukamatcha·
ada kok perempuan yang bisa nahan lisan, tapi gak bisa nahan muka judes atau jutek kalau lagi ga suka dan ga seneng sama sesuatu. ada banget.
Indonesia
374
3.1K
11.3K
203.9K
arsya
arsya@arsyyy___·
@kamarlintang Lu pikir gw ga butuh duit 🤣🤣🤣
Indonesia
1
0
1
8.6K
Kamar Lintang
Kamar Lintang@kamarlintang·
Ngetawain Keanu salah transfer 80 juta ke Fadil 😂 Keanu vidcall Fadil minta uang salah transfernya dibalikin. Tapi, Fadil nganggep itu rezeki dia, Fadil bilang, "Eh, gue ya Allah, pantesan aja gue tadi salat, ya Allah berikanlah hamba rezeki yang berlimpah." Keanu langsung nyela, "Gak ada, gak ada itu bukan rezeki lu, itu rezeki gue, keringet gue."
Kamar Lintang tweet media
Kamar Lintang@kamarlintang

Kocak banget ini, Aisha, anaknya Miskah & Yislam lebih milih digendong Fadil ketimbang ibunya 😂 Udah bolak-balik dicoba, Aisha ngelengos saat ditawari digendong Miskah, tapi kalau sama Fadil langsung mau 🤣

Indonesia
86
1.2K
22.1K
3.3M
arsya
arsya@arsyyy___·
@tanyakanrl Semales2nya gue sbg cewe gak pernah kepikiran kaya begini. Sumpah nder lu jorok pake bangettt
Indonesia
0
0
1
382
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
pliss aku harus gimana ya? 😭😭😭😭😭 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
1.5K
412
18K
1.6M
arsya retweetledi
hamster
hamster@hamsterbacod·
bagi gua panggilan telepon tanpa chat adalah ancaman.
Indonesia
440
13.3K
44K
739.7K
arsya retweetledi
Jejak Rasa
Jejak Rasa@jejakrasa27·
Guru saya pernah bilang... "Saat kamu di luar jam kerjamu, tinggalkan posisimu, jabatanmu, dan gajimu.” Dulu aku cuma manggut-manggut. Tapi makin kesini, aku ngerti maksudnya. Di luar kerja, orang gak butuh tau kamu manager, supervisor, atau punya gaji dua digit. Bergaullah tanpa seragam. Bersikaplah tanpa pangkat. Justru di situ kerendahan hati diuji. Kadang yang bikin orang nyaman bukan ilmu kita, tapi rendahnya nada bicara. Tidak menggurui, tidak pula meninggi.
Indonesia
88
2.2K
6.7K
149.8K
arsya
arsya@arsyyy___·
@lauklaut Yg bener luu bang. Pantes mancing muluuuk
Indonesia
1
0
0
30
arsya
arsya@arsyyy___·
@lauklaut Itu klo dibawah laut adanya gurita apakah sinyalnya berubah jadi gurita jg??
Indonesia
1
0
0
26
arsya retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
UNTUKMU YANG SEDANG DI TITIK INI Dalam keluarga, kadang ada satu anak yang Allah pilih lebih dekat dengan orang tua. Lebih sering hadir, lebih banyak memikul amanah. Menjaga, menemani, berkhidmat saat yang lain belum tentu diuji dengan cara yang sama. Biasanya justru dia yang ujiannya paling sunyi. Bukan cuma fisik, tapi hati. Emosi yang naik turun, waktu yang habis, sabar yang terus diregangkan. Lelahnya jarang terlihat, pengorbanannya tak selalu disebut. Tapi Allah tidak pernah lalai menghitung. Siapa yang menjaga amanah-Nya, Allah yang akan menjaganya di dunia sampai akhirat. Setiap sabar yang kamu pendam, setiap tangis yang kamu tahan demi tetap tersenyum di depan orang tua, itu tidak sia-sia. Semua Allah simpan utuh sebagai pahala. Kalau kamu merasa jadi “anak itu”, lelahmu valid. Capekmu nyata. Tapi Allah juga nyata melihatnya. Semoga Allah lapangkan dadamu saat sesak, kuatkan hatimu saat hampir runtuh, dan gantikan semua pengorbananmu dengan rezeki yang berkah, dari arah yang tak disangka. Pelan-pelan ya. Kamu nggak sendiri. Allah selalu bersama kamu.
Indonesia
8
163
512
17.3K
arsya retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
CARA NGE-HACK OTAK KAMU 1. DOPAMIN (hormon bikin happy) * Selesain kerjaan/tugas * Makan enak * Rayain pencapaian kecil * Me time / rawat diri 2 OKSITOSIN (hormon cinta & bonding) * Main sama bayi * Main sama hewan peliharaan * Ngasih pujian ke orang * Pelukan sama pasangan/keluarga 3. SEROTONIN (hormon penenang mood) * Main & having fun * Berjemur kena matahari * Jogging/lari * Gowes atau berenang 4. MELATONIN (hormon tidur nyenyak) * Redupin lampu pas malem * Kurangin screen time dimalam hari * Makan sehat * Lakuin hal-hal yang bikin tenang
Indonesia
60
11.8K
46.2K
926.5K
arsya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
134
4.5K
17.9K
1.3M
arsya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue punya tetangga yang bikin gue mikir lama. Lulusan S2 Teknik UI. Pernah kerja 5 tahun di salah satu power plant terbesar di Asia Tenggara. Perempuan yang dari luar keliatan punya segalanya pendidikan, karir, penghasilan. Terus dia resign. Bukan karena dipecat. Bukan karena nggak mampu. Tapi karena suaminya harus pindah-pindah kota karena kerjaan, dan mereka udah LDR 2 tahun. Dia yang milih ikut. Waktu dia cerita ini ke gue, gue nggak langsung ngerti kenapa. "Lo nggak sayang karir lo?" gue tanya. Dia senyum. Sayang Banget sih Tapi ada yang lebih gue sayangin yaitu anak gw Dan ternyata keputusan itu nggak semudah kelihatannya. Masa transisi dari perempuan yang tiap hari rapat, ngitung data, dan punya kontribusi yang keliatan nyata ke perempuan yang tiap hari di rumah, ngurusin anak, dan nggak punya penghasilan sendiri itu berat banget. Dia cerita ke gue soal itu dengan jujur. Kehilangan teman-teman kerja. Kehilangan ruang diskusi yang dulu bikin otaknya terus jalan. Kehilangan kebebasan finansial yang selama ini bikin dia ngerasa punya kendali atas hidupnya sendiri. Dan yang paling nyesek komentar orang-orang sekitar yang nggak diminta tapi terus dateng. Sayang banget S2-nya. Kok mau sih jadi IRT doang? Buang-buang pendidikan. Tapi kemudian sesuatu berubah. Dia nemuin hal-hal baru yang ternyata dia suka dunia literasi, ecoprinting, komunitas-komunitas yang nggak pernah dia sempet eksplor waktu sibuk kerja. Dia baca lebih banyak buku. Dia punya waktu buat beneran mikirin cara mendidik anaknya bukan sekadar nitip ke orang lain. Dan dari rumah, dia masih bisa freelance bantu project penelitian dan keperluan akademik. Yang bikin gue respek bukan keputusannya karena itu hak dia sepenuhnya. Yang bikin gue respek adalah cara dia ngejalaninnya. Dia nggak berhenti tumbuh cuma karena berhenti kerja kantoran. Dia buktiin bahwa perempuan berpendidikan tinggi yang milih jadi ibu rumah tangga bukan berarti menyia-nyiakan pendidikannya justru dia pakai semua ilmunya buat hal yang menurut dia paling penting. Sekarang dia mulai belajar affilate di tiktok dan shoppe malah akun tiktok dia udah capai 50 rb followers dan mulai ada endoresan masuk Dan ini yang gue pikir sering salah kaprah di Indonesia Kita terlalu sering ngukur nilai seorang perempuan dari jabatannya, gajinya, atau seberapa sibuk dia keliatan dari luar. Padahal ibu yang cerdas, yang terus belajar, yang bisa jadi teman diskusi buat suami dan guru pertama buat anaknya itu kontribusi yang dampaknya jauh lebih panjang dari apapun yang bisa dilihat di CV. Balik ke pertanyaan awal kalau lo udah punya karir impian terus calon suami minta jadi IRT penuh? Jawabannya nggak hitam putih. Yang penting bukan pilihan mana yang lo ambil. Tapi apakah pilihan itu beneran lo yang mutusin bukan karena dipaksa, bukan karena takut, tapi karena lo sendiri yakin itu yang terbaik buat hidup lo. Karena pada akhirnya, yang harus nanggung konsekuensinya lo sendiri.
Lv. 💕@nelavirdiasr

in this economy kalian yg perempuan semisal udh punya kerjaan yg kalian impikan dari dulu, dan gajinya oke. terus ketemu sama calon suami yg maunya kalian jadi full IRT aja, kalian bakal mau atau engga?

Indonesia
95
2.9K
12.4K
595.7K
Solo Menfess
Solo Menfess@SoloMenfess·
Betek'en -lur komposisi opo seng ilang seko sak porsi iki? Hihi
Solo Menfess tweet media
Indonesia
12
0
9
2.9K
arsya retweetledi
khalessi
khalessi@guessitsbabe·
sex paling enak ya pake perasaan, makanya stop ngajak gw ngewe padahal kita ga kenal kenal amat atau gaada feeling. liat orang yg kita sayang keenakannn itu bikin sange bgt 🤤
elleiaa@bunnybluum

unpopular opinion about sex

Indonesia
8
73
499
34.5K
Jawafess
Jawafess@jawafess·
@cassafwuck Reneo dik tak kokop awakmu, tak sruput lambemu,
Indonesia
14
5
266
26.9K
roman
roman@cassafwuck·
coba bayangin dirtytalk pake bahasa jawa
Indonesia
685
984
12.3K
2.5M