Arti
799 posts



moralnya kesana kemari banget lagian. bedain lah sexualizing the idea of person, in fictional term, and or just an expression of desire. tiga hal itu tidak menuju ke perilaku kriminal. sementara obrolan KS di grup chat itu subjeknya adalah REAL PERSON, ditemui hampir SETIAP HARI
Alee.@notexale
Jujur gue jd dilema moral. Karna kalau dipikir-pikir, apa yg gue lakuin jg jatohnya sama, ngomongin idol gue dengan nada mesum, walaupun niatnya bercanda. Di satu sisi gue ngerasa ini tuh ‘normal’ di fandom, tapi di sisi lain pas ngeliat kejadian kayak gini jadi kepikiran😔
Indonesia

sampe sekarang masih suka ada cowo yang nyebut2 'gender war' di twit gw, bahkan ngetag gw di post yg entah sangkutpautnya apa 🤣
it's not a war if we continue to lose everyday, dari hal 'kecil' kayak chat tongkrongan sampe femisida.
'gender war' istilah misoginis.
Nomi@beattheposs
@itbfess_x Karena buat cewe, diskursus gender itu for surviving. Buat cowo, diskursus gender itu cewe being annoying
Indonesia

@dimasdwikidrmwn ya emang penting obrolan tongkrongan jangan dibawa keluar
Indonesia

cishet men kok susah bgt mengakui kalau banyak pelaku kekerasaan seksual berasal dari HETEROSEXUAL MEN ITSELF? lu pada baca isian textnya gak itu lanangan targetnya NGEHARASS PEREMPUAN. seneng bgt demonize queer yang gak ada hubungannya dg perbuatan cishet ini
kyrys@batawhore
Fuck jangan samain boti sama pelaku pelecehan anjing yall viewers yang bilang/ngetik boti2 tai banget dah lu ga bisa apa call out pelecehannya?? Tanpa bawa kelompok marginal lain yang mana sering jadi korban diskriminasi sama kelompok cishet kaya kalian juga!
Indonesia

@artihmm ??? korelasinya apa pula 😂😂😂😂😂 yang bener mah jangan jadi pelaku kekerasan seksual
Indonesia

@jeepicassoo @beryaoi no it's a known fact that you're disgustingly ugly lol
English

Nge-Leak Bukan Pengkhianatan, Tapi Penyelamatan
Aku mau ngomongin satu hal yang sering banget di-skip orang: menghargai whistleblower.
Kayak kasus grup chat FH UI ini, kalo nggak ada yang berani buka kartu, semuanya bakal tetap jalan kayak nggak terjadi apa-apa.
Korban nggak dapet keadilan, pelaku makin ngerasa aman. Nah, orang yang berani nge-leak itu literally naruh dirinya di posisi paling rentan, siap di-bully dua arah, dikucilin, bahkan diancam.
Kalau kita pikir baik-baik, butuh nyali yang nggak kecil, bro.
Makanya, penting banget buat kita sebagai masyarakat untuk nge-backup orang-orang kayak gini, bukan malah nyalahin mereka karena "buka aib temen sendiri," atau ngatain "cepu."
Justru kalau nggak ada yang berani speak up, budaya toxic bakal terus keulang.
Tapi, kita juga harus bijak. Kalau ternyata si whistleblower itu bagian dari pelaku juga, apresiasi tetap layak diberikan karena dia berani ngaku dan membongkar, tapi bukan berarti dia bebas dari konsekuensi.
Speak up itu nggak otomatis jadi kartu bebas. Akuntabilitas tetap harus jalan buat semua pihak, tanpa kecuali.
Intinya? Hargai keberanian, dan tetap tegakkan keadilan. Dua hal itu bisa jalan bareng, kok.
Indonesia

@user4768346296 masih aja pake logika usangnya acab, pelecehan verbal yang masuk kategori KBGO gak dianggap kekerasan seksual karena menurut definisinya sendiri itu enggak masuk tindakan kekerasan kan anjing
Indonesia













