Sabitlenmiş Tweet
Yasser
52 posts

Yasser retweetledi

$500 in 24 Hours 🍁
• RT & Follow @TigerGroup_UAE
—————-
Ads • DYOR • Not Financial Advice
English
Yasser retweetledi

Guys, ada teknologi yang sedang disiapkan hampir semua bank sentral di dunia termasuk Bank Indonesia dan kalau lo tidak memahaminya sekarang, lo akan terkejut ketika tiba-tiba lo menyadari cara lo menggunakan uang sudah berubah total tanpa lo sadari.
Namanya CBDC Central Bank Digital Currency. Di Indonesia wujudnya disebut Rupiah Digital.
Apa itu CBDC dan bedanya dengan yang sudah ada:
CBDC bukan mobile banking.
Bukan e-wallet.
Bukan kripto.
Mobile banking dan e-wallet seperti GoPay atau OVO adalah saldo digital yang dikelola oleh lembaga keuangan swasta bukan uang langsung, tapi klaim terhadap uang yang disimpan di bank. Kalau banknya bermasalah, saldo lo ikut bermasalah.
CBDC adalah uang digital yang diterbitkan langsung oleh bank sentral setara dengan uang kertas dan uang logam, tapi dalam format digital. Nilainya sama persis dengan rupiah biasa, statusnya sah secara hukum, dan tidak bergantung pada perantara swasta.
Secara konsep ini terdengar bagus.
Tapi di sinilah cerita yang sebenarnya dimulai.
Kenapa banyak negara membuatnya dan alasannya masuk akal:
Pertama, efisiensi transaksi. Transfer internasional hari ini masih bisa butuh berhari-hari dan biayanya mahal karena melalui banyak perantara.
Dengan CBDC, transaksi lintas negara bisa selesai dalam hitungan detik dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Kedua, inklusi keuangan. Masih ada jutaan orang Indonesia yang tidak punya rekening bank karena lokasi terpencil, tidak punya dokumen lengkap, atau biaya administrasi.
Dengan CBDC, secara teoritis seseorang cukup punya perangkat digital untuk langsung terhubung ke sistem keuangan resmi.
Ketiga, transparansi dan antikorupsi. Setiap transaksi CBDC tercatat dalam sistem digital secara teoritis membuat pencucian uang dan korupsi jauh lebih sulit karena aliran dana bisa dilacak.
Keempat, persaingan geopolitik. Ketika sektor swasta dengan mata uang kripto dan fintech mulai menggeser peran bank sentral, negara-negara berlomba mengembangkan CBDC agar tetap mengendalikan sistem moneter mereka sendiri.
Tapi ini yang jarang dibahas dan ini yang paling penting:
CBDC bukan sekadar uang yang lebih canggih. CBDC adalah uang yang bisa diprogram.
Dan inilah perbedaan yang mengubah segalanya.
Uang tunai yang lo pegang sekarang adalah netral.
Lo bisa pakai untuk beli apa saja, kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja tanpa ada yang bisa menghentikan atau mengaturnya dari luar.
CBDC membuka kemungkinan di mana uang bisa diberi aturan yang mengikutinya. Beberapa skenario yang secara teknis memungkinkan:
Uang bisa diatur hanya bisa digunakan untuk jenis pembelian tertentu. Bayangkan subsidi pemerintah yang hanya bisa dipakai untuk beli bahan pokok, tidak bisa untuk rokok atau judi di atas kertas terdengar bagus. Tapi siapa yang menentukan kategorinya?
Uang bisa diberi tanggal kadaluarsa untuk mendorong konsumsi. Kalau tidak dipakai dalam 30 hari, hilang. Pemerintah bisa memaksa perputaran ekonomi dengan cara ini.
Uang bisa dibatasi secara geografis hanya bisa dipakai di wilayah tertentu.
Dan yang paling mengkhawatirkan: akses seseorang ke uangnya sendiri bisa dihentikan secara instan tanpa proses hukum, tanpa peringatan, tanpa prosedur administratif yang panjang.
Kasus nyata di Nigeria bukan teori kosong:
Nigeria adalah salah satu negara pertama yang meluncurkan CBDC secara resmi pada 2021 dengan nama eNaira. Dan yang terjadi sangat instruktif.
Untuk mendorong masyarakat pindah ke sistem digital, bank sentral Nigeria membatasi penarikan uang tunai secara drastis.
Hasilnya: terjadi kelangkaan uang tunai di berbagai wilayah, sementara sistem digital eNaira belum cukup siap dan dipercaya masyarakat.
Protes pecah di berbagai daerah bukan karena menolak teknologi, tapi karena pilihan mereka untuk bertransaksi secara bebas tiba-tiba dipersempit.
Ini menunjukkan satu hal yang sangat penting: ketika sistem keuangan digital terpusat dan uang tunai dipersulit, masyarakat kehilangan pilihan untuk bertransaksi secara bebas.
Dan ketergantungan pada sistem yang dikontrol satu pihak menjadi sangat tinggi.
Efek psikologis yang tidak kentara tapi nyata:
Ada konsep yang disebut chilling effect efek pendingin.
Ketika seseorang tahu setiap transaksinya dipantau, dia akan mulai mengubah perilakunya bukan karena melanggar hukum, tapi karena tidak nyaman diawasi.
Lo akan lebih berhati-hati beli buku apa, menyumbang ke organisasi mana, membeli barang apa karena semuanya tercatat dan berpotensi dinilai oleh sistem atau otoritas.
Electronic Frontier Foundation dan ACLU di Amerika sudah lama memperingatkan ini: catatan keuangan adalah data yang sangat pribadi.
Pembelian buku, donasi ke kelompok tertentu, pembelian materi protes semua ini bisa menjadi bukti yang digunakan untuk melacak, memprofilkan, bahkan menangkap seseorang jika sistem memungkinkan akses tanpa prosedur hukum yang ketat.
Yang menentukan semua ini bukan teknologinya tapi siapa yang mengendalikannya:
CBDC bukanlah teknologi yang secara otomatis buruk.
Teknologi adalah netral. Yang menentukan apakah CBDC menjadi alat pembebasan atau alat kontrol adalah dua hal: regulasi yang mengaturnya, dan sistem politik negara yang menerapkannya.
Di negara dengan sistem checks and balances yang kuat, dengan peradilan yang independen, dengan mekanisme pengawasan yang benar-benar bekerja CBDC bisa menjadi sistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif.
Di negara dengan kekuasaan yang terpusat, peradilan yang lemah, dan tidak ada mekanisme pengawasan yang efektif CBDC memberikan otoritas kemampuan kontrol atas ekonomi individu yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah manusia.
Apakah uang tunai akan hilang?
Belum tentu dalam waktu dekat dan banyak bank sentral, termasuk desain CBDC yang lebih matang, memposisikan uang digital sebagai pelengkap bukan pengganti uang tunai.
Tapi ada dinamika yang perlu diperhatikan: ketika masyarakat semakin terbiasa dengan digital dan uang tunai semakin tidak praktis digunakan uang tunai bisa menghilang bukan karena dilarang, tapi karena ditinggalkan.
Dan uang tunai hari ini adalah satu-satunya bentuk uang yang benar-benar anonim. Begitu perannya menyusut, ruang untuk bertransaksi tanpa jejak ikut menyempit.
CBDC hampir tidak terhindarkan sebagai bagian dari arus digitalisasi global. Pertanyaannya bukan lagi apakah ini akan terjadi, tapi bagaimana desainnya, siapa yang mengendalikannya, dan apa batasan yang diberlakukan untuk melindungi privasi dan kebebasan individu.
Sebagai warga negara, ini adalah pembahasan yang harus lo ikuti bukan hanya urusan teknisi atau ekonom. Karena pada akhirnya yang dipertaruhkan adalah hubungan antara lo sebagai individu dengan uang lo sendiri dan sejauh mana negara bisa mengatur, membatasi, atau menghentikan akses lo terhadapnya.

Indonesia

@denidandeni @brzchaa Masya Allah keren banget.. terima kasih mas Deni.. baarakallah
Indonesia

@brzchaa aku bikin web buat ubah Kalimat Doa dengan yang sesuai adab berdoa dari Nabi dan Ulama.
Gratis, coba ini:
aminin.online
Indonesia

MULAI SEKARANG GANTI DOA MU
FROM :
ya Allah murahkan lah rezeki ku
TO :
ya Rabb, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, agar aku tidak perlu meminta - minta kepada manusia. tenangkanlah hatiku dengan keyakinan bahwa Engkau Maha pemberi rezeki. jangan biarkan aku tergoda dengan yang haram, meskipun jalannya terlihat mudah.
aamiinn allahuma aamiin🤲🏻
Indonesia
Yasser retweetledi

One winner gets 100 usdt, picked by me in 4 days. Re-post and foIIow sponsor @axisrobotics. [BG 486]
English
Yasser retweetledi

500 in 5 days 🐣🦋🦐
R | F @wadoozie
(AD, NFA, DYOR)
—————————————
Your environment either supports you or slows you down. HanBX0064 🍀
English
Yasser retweetledi

$500 in 48 Hours 🍁
• RT & Follow @TigerGroup_UAE
—————-
Ads • DYOR • Not Financial Advice
English
Yasser retweetledi
Yasser retweetledi
Yasser retweetledi
Yasser retweetledi

150 in 24 hours 🐣🦋🦐
R | F @Eldorado_SB
(AD, NFA, DYOR) HanBX0056
—————————————
Hard work beats doubt every single time. 🥊
English















