Chernenko Panjaitan | Agen Asuransi Murni

47.5K posts

Chernenko Panjaitan | Agen Asuransi Murni banner
Chernenko Panjaitan | Agen Asuransi Murni

Chernenko Panjaitan | Agen Asuransi Murni

@asmurcom

Tweets/Opinions are personal. Satir / Sarkas are welcome. Hidup dibawah perlindungan sayapNya yang kudus. Agen Asuransi yang anti #Asuransi #UnitLink

Jakarta Capital Region Katılım Ocak 2018
385 Takip Edilen1.3K Takipçiler
Alkemi
Alkemi@Alkemi87·
@xzabiruw MBA hamil diluar nikah maksudnya
Indonesia
8
0
101
379.2K
sandy
sandy@xzabiruw·
Di tempat kerjaku ada anak magang, Gen Z kelahiran 2003. Jadi kita pergi pas lagi lunch time rame bareng temen-temen lainnya, mulailah kita ngobrol trs cerita cerita, dan ternyata dia punya satu adek. Temen aku nyeletuk, "oh ternyata mama masih muda banget dong kalau gitu, ya?", trus dia jawab "iya kak, mama baru masuk 43 tahun ini", temen aku nyautin lagi "enak ya umur 43 anaknya udh gede, umur baru 20 mama udh pnya anak lagi", dan kalian tau dia jawab aapaaaa??
Indonesia
377
416
7.8K
3.5M
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。
Kakak cewe gue, kerja di Bali, job desk double - triple, semua dia yang kerjain, gaboleh libur. 1.750.000 perbulan. Emang kurang ajar semua perusahaan yang ngasih gaji dibawah UMR. Kalo cuma sanggup ngasih 50 ribu perhari, ya jangan full day lah kerjanya dari pagi sampe sore kek pekerja gaji UMR. Orgil!
𝔻𝕠𝕟 ℂ𝕒𝕣𝕝𝕚𝕥𝕠@Cryptorealis

Emang ada orang kerja kantoran gaji dibawah 3jt ? serius nanya nih ya...

Indonesia
42
511
2.7K
95.8K
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Sekarang ini, Gaji Full-time di Indonesia Terasa Makin Gk Worth it. Salah satu kawanku dulu kerja di Medan sebagai UI/UX Designer. Pengalamannya sekitar 2 tahun, dan gaji terakhirnya 6,9 juta/bulan. Tapi beberapa waktu lalu dia cerita kalau udah resign karena dapat offering remote dari perusahaan Australia. Trus yang bikin kaget, sekarang gajinya tembus 24 juta/bulan. Yang lebih bikin shock lagi, beban kerja waktu dia di Indonesia ternyata lebih berat dibanding di Australia
txt keresahan WNI@KapudS640

Singapura, gaji 50jt,pajak rendah,biaya hidup 20jt Malaysia,gaji 15 juta,pajak rendah,biaya hidup 6jt Filipina,gaji 5jt,pajak sedang,biaya hidup 4jt Indonesia,gaji 2jt,pajak sedang, biaya hidup 2jt STAY STRONG WNI cc:threadyuzaerzi

Indonesia
82
1.1K
6.7K
397.5K
🐢💨
🐢💨@Kkuuroo___·
traveloka lu hobby banget dah bikin gua pusing dan sedih 😭 bukan sekali doang, ini udah kali ke-dua bruhhhhhhh. baru aja kemaren coba ikhlasin duit tiket berangkat- sekarang udah dipaksa buat ikhlas lagi Allah 😭😭😭😭 yang bener aja sih, 7,5 jt melayang gitu aja 😭 siapa gak nangis!!! TIDAK TER-COVER ASURANSI. terus buat apalah aku beli asuransi kemaren!!! kalo mau reschedule harus nambah duit segini, kalo di-cancel pun duit refund gak bisa dipake. yang bener dong😭😭🫵 gila in this economy, 0,5 rupiah aja berharga banget buat aku trapelokaaaa!!!!! ntar pasti dia nongol cuma bilang " dm detail penerbangannya ya kak, kita bantu cek untuk permasalahan terkait " terus ujung-ujungnya " maaf ya kak, kebijakan maskapai emang gini " merasa dipalak secara terang-terangan 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 @traveloka
🐢💨 tweet media🐢💨 tweet media🐢💨 tweet media🐢💨 tweet media
Indonesia
140
223
1.6K
361.7K
Blue Candle
Blue Candle@bluecandleway·
Ini nyata terjadi. Ada seorang hold sebuah saham dari atas. Dibawa turun tidak CL. Yakin sama ownernya akan bawa balik ke atas. Semakin dalam dan dalam. Lalu setiap ada rebound besar dia senang sekali. Walaupun masih sangat jauh dari BEP entry nya. 🫣
Indonesia
5
1
20
2K
Silicondog37
Silicondog37@silicondog37·
@Jacksonsrule I’m depressed. None of it fucking matters. I just wanna go to a beach with a view of the volcanoes.
English
3
0
165
17.2K
Jackson
Jackson@Jacksonsrule·
Call it a millennial crisis if you want. But in my 30's, I realized l don't actually want the life I worked so hard for. I don't care about titles. I don't care about climbing anyone else's ladder. I care about time. I care about slow mornings. I care about peace. I care about bare feet at the beach with nowhere to be. I still want to make money.. just not at the cost of my life.
quote@itsmubashi

Daily reminder :

English
207
6.4K
31.9K
1.5M
Grok
Grok@grok·
@lucaxyzz @BigAlphaID Menurut data Kemenkeu: - Akhir 2015: Rp3.089 T (rasio ~27% PDB) - Akhir 2019: Rp4.779 T - Akhir 2024: Rp10.269 T Sekarang (Maret 2026) di Rp9.920 T atau 40,75% PDB, masih di bawah batas aman 60%. Angkanya naik seiring pembangunan, tapi rasio terkendali. Ada pertanyaan lain?
Indonesia
1
0
2
892
Big Alpha
Big Alpha@BigAlphaID·
Utang Pemerintah hampir tembus Rp10.000 Triliun! Per akhir Maret 2026, utang Pemerintah RI resmi menyentuh angka Rp9.920,42 triliun. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa jumlah utang ini masih aman di 40,75% dari PDB
Indonesia
86
220
941
142.2K
keei
keei@shitnvrhappened·
#kaburajadulu versi swedia 🇸🇪 swedia lagi butuh banyak tenaga kerja di beberapa sektor, terutama: healthcare (perawat & caregiver), IT & tech, engineering, konstruksi, sama hospitality (hotel & restoran) - bahasa swedia itu penting (minimal A2–B1 dulu, tapi makin tinggi makin bagus) - beberapa kerjaan bisa pakai bahasa inggris dulu (terutama IT), tapi tetep disarankan belajar swedia biar lebih gampang adaptasi - banyak jalur lewat skilled worker visa atau job offer dari perusahaan yang mau sponsor klo lewat jalur healthcare atau teknis, biasanya ada proses validasi ijazah + training tambahan di swedia plus pointnya: ✔️ work-life balance bagus ✔️ gaji cukup tinggi dibanding banyak negara eropa lain ✔️ peluang PR (permanent residency) cukup terbuka klo kerja stabil info resmi bisa cek di: sweden.se atau migration agency sweden (migrationsverket)
keei@shitnvrhappened

#kaburajadulu versi new zealand 🇳🇿 new zealand lagi butuh tenaga kerja di bidang: healthcare (nurse, caregiver), construction, agriculture (farm, dairy), hospitality (hotel, cafe, restaurant), IT, dan engineering - student route: bisa kerja part-time sambil kuliah - accredited employer work visa: klo dapet employer yang resmi terdaftar - skilled migrant pathway: yang punya skill + pengalaman 👉🏻 main job portals • seek.co.nz (paling besar di new zealand) • trademe.co.nz/jobs banyak local jobs • linkedin.com/jobs skilled + sponsorship • indeed.co.nz entry level & hospitality • careers.govt.nz info karier + lowongan 👉🏻 official/government site • immigration.govt.nz (info visa & aturan resmi) • careers.govt.nz (panduan kerja & skill demand)

Indonesia
6
152
871
140.3K
Elizabeth🦒
Elizabeth🦒@oceana_roll·
No one tells you what to do if your career completely collapses around you in your late thirties
English
387
472
11K
1.8M
Vincent Ricardo (柯仙森)
Jujur saya sudah mulai jenuh, muak, dan jijik dengan FENOMENA PERADILAN SESAT (miscarriages of justice) yang berulang kali terjadi dalam penegakan kasus tindak pidana korupsi. Sudah berkali-kali saya menulis dan berteriak untuk kasus Tom Lembong hingga kasus hari ini yaitu kriminalisasi Ibrahim Arief (Ibam). Kejanggalan dalam penegakan tindak pidana korupsi ini pun sudah menjadi semacam konsensus di antara pakar hukum pidana. Bahkan, dalam konteks kasus Ibam, pakar hukum pidana dari UI, UGM, hingga PTIK pun sepakat betapa janggalnya proses peradilan yang menimpa Ibam. (Baca di sini: nasional.sindonews.com/read/1705547/1…) Bukannya fokus pada pembuktian di peradilan seperti pembuktian pemenuhan unsur-unsur (bestaandel) dari Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor yang didakwakan pada Ibam (yang nyata-nyatanya belum terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan), malah yang dilakukan oleh Jaksapedia dan gerombolannya adalah mendemonisasi Ibam. Demonisasi terdakwa kasus korupsi yang berulang-ulang kali terjadi dan menimpa Ibam ini (viral-based prosecution) mengingatkan saya pada literatur klasik dari Albert Camus, yakni L’Etranger (Orang Asing), sebuah buku yang bercerita tentang kisah Mearsault yang dihukum mati karena melakukan pembelaan diri dari serangan benda tajam. Ada banyak perbedaan antara kasus Ibam dan kisah Mearsault, namun setidak-tidaknya ada satu kemiripan yakni, dalam kisah Mearsault, Jaksa yang menuntut Mearsault tidak berfokus membuktikan kejahatan yang ia lakukan maupun mens rea (niat jahat), tapi mereka berfokus mendemonisasi sifat maupun perilaku Mearsault yang tidak ada hubungannya dengan perkaranya demi mendapatkan justifikasi moral untuk menjatuhi hukuman seberat-beratnya. Ini persis dengan yang Ibam alami setahun terakhir. Karena JPU belum bisa membuktikan tuduhan dalam ruang persidangan secara sah dan meyakinkan, belakangan malah saya lihat demonisasi dimulai dengan Ibam dicap sombong, defensif, dan sebagainya. Padahal dalam kultur yang menjunjung tinggi kesetaraan, respon-respon mas Ibam selama ini sudah kelewat sopan. Ditambah lagi, apa relevansinya sifat seseorang terhadap penjatuhan sanksi pidana korupsi? Apakah suatu hari saya dan anda semua juga akan dipidana bukan karena kejahatan yang saya lakukan, tapi karena sifat saya yang dicap arogan? Apakah ini arah penegakan hukum pidana yang kita kehendaki di masa depan? Kurang terang apalagi bukti bahwa setidak-tidaknya ada 3 masukan Ibam yang ditolak: 1) Rekomendasi untuk gabungan antara chromebook dan windows. Yang akhirnya pejabat pengadaan pilih 100% Chromebook; 2) Rekomendasi mas Ibam untuk lakukan RFI/RFQ yang dilewatkan begitu saja oleh pejabat pengadaan; 3) Spesifikasi chromebook yang diambil pejabat pengadaan tidak sama dengan yang Ibam rekomendasikan. Saya gak mengerti di bagian mana mas Ibam ini sangat powerful? Powerful kok gak didengerin? Kita semua bisa sepakat kalau sistem ekonomi kita hari-hari ini belum menyejahterakan banyak kelompok, dan belum bisa menyelesaikan persoalan ketimpangan. Tapi kenapa kesalahan sistemik ini dilemparkan pada seorang konsultan yang tidak bisa menentukan arah masa depan negara? Konsultan mana yang memiliki wewenang untuk menentukan arah masa depan negara? Tulisan ini memang bukan dibuat untuk membahas problematika pasal karet UU Tipikor maupun teori penegakan hukum seperti apa yang saya dan rekan saya Dr. Giovanni Christy (@gvnchrsty) tulis di The Jakarta Post minggu lalu berjudul “How obscure interpretation of state losses fuels capital flight”. Di tulisan ini, saya hanya ingin mengajak kita semua untuk terus menjaga akal sehat, karena betapa menjijikkan dan rusaknya tatanan hukum kita hari-hari ini akibat segerombolan orang yang secara ugal-ugalan menjadikan hukum pidana senjata untuk menjatuhkan orang yang tidak disukai. Semoga esok hari akal sehat masih terjaga di PN Jakarta Pusat saat pembacaan putusan mas Ibam. Semoga mas Ibam, mba Ririe, dan keluarga tidak menjadi korban dari betapa busuknya sistem hukum kita yg sudah busuk dan terus membusuk.
Vincent Ricardo (柯仙森) tweet mediaVincent Ricardo (柯仙森) tweet media
Indonesia
21
396
881
39.2K
Blue Candle
Blue Candle@bluecandleway·
Dulu jaman belum ada sosmed sentimen saham lebih banyak dipengaruhi apa? (dulu pemainnya blm sebanyak sekarang).
Blue Candle tweet media
Indonesia
1
0
3
402
карина ☁️💙
карина ☁️💙@karinyoo·
Om ku direktur di perusahaan ban terkenal di Indo, terus pas mudik kmren aku & suami stay di rumah beliau. Lagi ngobrol2, beliau bilang udah bikin perusahaan kecil lg buat anaknya (sepupuku ini blm lulus kuliah) dan nama anaknya udah jadi komisaris 😭 Sepupuku ini pdhl lagi demen2nya konseran k-pop & nonton anime 😆😆 Tapi memang anaknya pinter, pengen lanjut sekolah lgsg di Jepang (dia udah lolos N brp gt), but i can see her future is already bright. I, too, wish to be able to provide a good education, safety net & wealth to my offspring. So they can pursue whatever they want without worrying if they can afford a food for the next day (like i used to be)
Indonesia
83
2.4K
21.3K
519.5K
Papa saya bukan agen CIA
Papa saya bukan agen CIA@majaw3634·
@susipudjiastuti Kesalahan besar ada di pemerintah bu, regulasi mengenai pinjaman ini terlalu banyak loopholenya sehingga orang2 terjerat. Sy gk paham posisi @ojkindonesia ini gmn... Belum lagi ketidakmampuan negara utk menyediakan pekerjaan yang layak sesuai dengan proporsi populasi
Indonesia
1
0
3
215
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti·
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kumparan@kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kelompok usia 19-34 tahun menjadi penyumbang terbesar kredit macet pinjaman online (pinjol) legal. Per Maret 2026, kelompok usia produktif tersebut menyumbang 48,65 persen pendanaan macet industri pinjol. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan tingginya kredit macet dipengaruhi meningkatnya penggunaan pinjol pada kelompok usia produktif. OJK juga mencatat tingkat wanprestasi pendanaan lebih dari 90 hari (TWP90) naik menjadi 4,54 persen pada Februari 2026, dari 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Agusman, kredit macet paling banyak berasal dari pembiayaan sektor konsumtif karena sangat bergantung pada pendapatan dan arus kas pribadi peminjam. Per Maret 2026, terdapat 16 penyelenggara pinjol dengan rasio TWP90 di atas 5 persen. Namun, perusahaan tersebut tidak otomatis diwajibkan menghentikan penyaluran pinjaman dan diminta memperkuat prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko. OJK juga menyoroti maraknya penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater. Menurut OJK, kepemilikan banyak akun paylater berisiko meningkatkan gagal bayar jika total kewajiban melebihi kemampuan finansial pengguna. Karena itu, OJK akan menerbitkan aturan turunan dari POJK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL), termasuk kemungkinan pembatasan penggunaan platform paylater oleh konsumen. 📸: Dok. kumparan/Ilustrasi. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R206 | E079 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan

ART
51
57
290
29.3K
Chernenko Panjaitan | Agen Asuransi Murni
Sini pak saya gak manyun🫣 Asuransi Kesehatan belum bisa single premi soalnya pandemic bisa diciptakan🤣
The King John Henry W@FCNUKLIR

@TradingDiary2 Saya tertarik asuransi yg single premi pak T, walaupun salesnya agak manyun wkwkwk selalu mengikuti saran org dulu belinya pas punya uang aja jgn dipaksain. Sayang asuransi kesehatan blm bisa single premi

Indonesia
0
0
0
56