Andras
3K posts




Ini belum lengkap. Politik luar negeri Soekarno mengisolasi Indonesia dari perdagangan. Juche. Padahal, Indonesia masih impor beras. Apa Soekarno lalu cetak sawah buat memproduksi beras? Nope. Uang yang ada malah dihamburkan ke proyek mercusuar. Berarti tidak ada beras. Lah terus populasi Indonesia makan apa? Ternyata, Soekarno tidak peduli. Ternyata, ini masalah skala prioritas saja. Yang Soekarno prioritaskan adalah ego NPD nya yang sangat besar sampai tidak rasional. Soekarno ingin punya istana besar, stadion besar, monumen besar dan LARPing terlihat keren di dunia, seperti Firaun pada zaman Nabi Musa. Untuk memuaskan ego maniak Soekarno ini, rakyat pun kembali terpecut lapar seperti di zaman romusha, yang mana Soekarno adalah mandornya. Rakyat lapar karena dirampok Belanda, rakyat lapar karena dirampok Jepang, dan sekarang rakyat lapar karena semua uangnya sudah diambil oleh Soekarno untuk bikin istana dan monumen dan Gelora Bung Karno dan Menara Bung Karno (yang terakhir gagal). Kritik dibungkam. Orang yang protes dengan kediktatoran Soekarno yang makin ngawur, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa selama 2 tahun. Iya, Buya Hamka yang ditangkap dengan seenaknya lalu disiksa secara psikologis: ruang sel menyedihkan dan tidak manusiawi, orang-orang sekitarnya diancam, dan ia diintimidasi dan dikasari aparat sampai depresi sempat terpikir untuk bunuh diri. Alhamdulillah Buya Hamka berhasil kembali teguh di bawah injakan besi aparat dan bahkan menghabiskan waktunya dengan menyelesaikan Tafsir Al-Azhar. Hatta tidak seberani Buya Hamka sehingga kicep. Sementara rakyat menjerit kelaparan, Soekarno hidup mewah bak raja dan berfoya-foya hedon dengan harem animenya di 6 istana, seperti Kim Jong Il yang hidup mewah pada masa Kelaparan Besar tahun 1990an di Korea Utara. Orang-orang Orde Baru awal seperti Menteri Ekonomi Hamengkubuwono IX pun jadi sangat terobsesi dengan swasembada beras dan produksi beras, ya gara-gara trauma kegagalan pengadaan beras di masa rezim Soekarno yang asal-asalan ini. Di sisi dalam negeri, HB IX dan timnya ini memang kebalikannya Soekarno yang sombong. HB IX dan timnya tidak muncul, tidak membacot di podium, tidak minta disembah, tidak minta dicatat di buku sekolah atau dibuatkan patung. Tahu-tahu, beras sudah tersedia dan pupuknya sudah tersedia dan jalan logistik dan sistem irigasinya sudah dibangun. Di sisi luar negeri, kebijakan luar negeri Soekarno paling ngawur dan merusak adalah Konfrontasi. Semua tokoh yang bertanggung jawab atas terjadinya Konfrontasi adalah tolol dan harus digantung. Sampai hari ini luka perpecahan dan kebencian kultural antara Indonesia dan Malaysia yang dikoyak Konfrontasi belum sepenuhnya sembuh. Soekarno sendiri akhirnya lengser, jadi tahanan politik, ditelantarkan Soeharto untuk sakit keras bertahun-tahun, dan meninggal. Ketika mayat Soekarno disholatkan, yang mengimami sholatnya adalah Buya Hamka.




base on! (minbat.co/moonconfess) use trigger: 🌙 you can send a menfess even if you haven’t received a follback yet. sambil nunggu rules resmi base moonconfess, ayo kirim menfess 🖤

















