athyabil anwari

7.4K posts

athyabil anwari banner
athyabil anwari

athyabil anwari

@athyabil

sapere aude

Katılım Haziran 2018
276 Takip Edilen2.6K Takipçiler
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
seharusnya para intelektual tidak membenarkan otoritas, tapi terus-menerus mengkritikya. — edward said
athyabil anwari tweet media
Indonesia
0
1
2
42
athyabil anwari retweetledi
fahri salam
fahri salam@fahrisalam·
“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
472
17.2K
34.2K
2.3M
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
— psikologi massa, gustave le bon.
Suomi
0
0
0
72
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
dan kemudian ciri-ciri bawah sadar mereka menjadi dominan. hal ini lah yg menjelaskan mengapa orang-orang pinter di sekitar kita kemakan bualan politisi.
Indonesia
1
0
0
96
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
soal kecerdasan orang tentu beda-beda, tapi seringkali mereka memiliki naluri, motif, dan emosi yang serupa. mereka yg pinter jarang melampaui tingkat orang biasa dalam semua hal yg berkaitan dg emosi spt agama, politik, moralitas, simpati, kebencian dll. scr intelektual—
athyabil anwari tweet media
Indonesia
1
0
1
270
athyabil anwari retweetledi
Shitpost 2048
Shitpost 2048@Shitpost_2048·
Shitpost 2048 tweet media
ZXX
62
2.6K
17.2K
247.5K
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
empat siniar dalam bahasa dan oleh pemikir arab yang merangkum seluruh diskusi studi islam.
athyabil anwari tweet mediaathyabil anwari tweet mediaathyabil anwari tweet mediaathyabil anwari tweet media
Indonesia
0
0
7
167
athyabil anwari retweetledi
Nikola Tieko
Nikola Tieko@NikolaTieko·
Orang sering bilang, “Kalau tahu gajinya kecil kenapa masih jadi guru?” Nah masalahnya, memilih profesi dan menerima ketidakadilan itu dua hal yang berbeda. Seseorang bisa memilih jadi guru karena suka mengajar, peduli pendidikan, atau merasa itu panggilan hidup. Tapi itu bukan berarti dia otomatis rela digaji rendah, dibebani administrasi berlebihan, atau hidup terus dalam tekanan ekonomi. Pekerjaan itu kewajiban profesional, sedangkan menuntut kesejahteraan itu hak sebagai pekerja. Dua hal itu bisa jalan bersamaan. Kadang masyarakat seolah menganggap begitu seseorang masuk profesi tertentu, dia kehilangan hak untuk mengkritik sistemnya. Padahal justru orang-orang di dalam profesi itu yang paling tahu seberapa rusaknya kondisi di lapangan. Guru punya kewajiban mendidik murid, iya. Tapi guru juga manusia yang punya hak untuk hidup layak. Punya hak dapat upah yang pantas, lingkungan kerja yang sehat, dan sistem yang mendukung. Ketika guru protes soal gaji atau kebijakan pendidikan, respons yang muncul sering cuma, “Kan udah tahu dari awal.” Kalau logika itu dipakai terus, berarti semua pekerja gak boleh protes cuma karena mereka sudah tahu risikonya sejak awal. Itu kan aneh.
Nello@kudanielbintik

Menurut gue di tengah gempuran orang2 nyuruh ningkatin skill, sama pentingnya kita juga perlu sadar kalo ada part bahwa sistemnya emang busuk. Gak semua kegagalan itu karena skill issue. Gak semuanya salah diri kita. Gak semuanya karena kita gak kompeten.

Indonesia
25
603
1.1K
74.9K
athyabil anwari retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Kalian pasti mikir bad parenting itu salah individu. Padahal, pola pengasuhan buruk itu muncul dari tekanan struktural yang lebih besar. Eko-sos-pol-bud, pendidikan, sampai kebijakan negara. Keluarga dibebani tanggung jawab besar tanpa dukungan sistem yang memadai
ann tweet media
Thoriq Muthohari@thoriqmm

Ada sebuah penelitian yg menemukan peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia *tidak* meningkatkan kemampuan siswa dan outcome pendidikan. nber.org/papers/w21806

Indonesia
14
935
2.4K
82.5K
athyabil anwari retweetledi
Raden Muhammad Hadi
Raden Muhammad Hadi@hadimaster65555·
Dalam perspektif teknologi pendidikan, kesejahteraan guru (gaji, fasilitas, training, dll) lebih utama dibandingkan implementasi teknologi itu sendiri. Bahkan jika ada kebijakan penerapan teknologi untuk pendidikan maka yang diperhatikan bukan hanya muridnya mendapatkan teknologi terbaik tapi juga apakah teknologi yang dibuat/disediakan dapat membantu guru meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, membantu guru mengurangi workload rutin dan tidak perlu sehingga peran guru bisa lebih kuat untuk fokus membina human capital. Temen-temen tech sepertinya perlu baca-baca buku atau perspektif soal "teknologi pendidikan", jangan berhenti di "teknologi" saja agar bisa memahami perspektif guru (dan siswa). Kalau cara berpikirnya kayak gitu, pendidikan gak maju-maju walau teknologinya maju. Dan perlu tau bahwa "teknologi" dalam "teknologi pendidikan" itu ga perlu laptop. Radio, buku, bahkan papan tulis sekalipun itu tetep terhitung "teknologi pendidikan".
Indonesia
9
173
314
21.3K
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
punya ilmu pengetahuan yang ga bisa digunain adalah cara efektif untuk mengubah seseorang menjadi pemberontak. g. le bon, psikologi massa.
athyabil anwari tweet media
Indonesia
0
4
18
497
Mohammad AR | 🇵🇸
Mohammad AR | 🇵🇸@mad_rojak·
bismillah. setiap habis ngaji, saya akan pelajari lagi dan mencatatnya. catatannya akan saya share di sini. bismillah.
Indonesia
1
0
0
181
athyabil anwari retweetledi
Curious Minds
Curious Minds@CuriousMindsHub·
This study suggests: Exercise may promote neuroplasticity in the brain. Better mood. Better brain function. Movement changes how your brain adapts.
Curious Minds tweet mediaCurious Minds tweet media
English
13
400
1.2K
90.7K
athyabil anwari retweetledi
Tax Payer ⚖️
Tax Payer ⚖️@mosalamandani·
When Americans teach their kids how to use firearms, it is patriotism, self defense and all about the second amendment. When Muslims teach their kids how to use firearms, it’s violence and jihad. Meanwhile their countries are getting bombed and destroyed. Do they not deserve the right to self defense? Western hypocrisy is so nauseating, at this point, it’s not ignorance, it’s conscientious stupidity.
Je Suis l'Unique🇲🇫@romuald_correia

Quelle religion enseigne aux enfants la guerre et la mort?

English
888
6.1K
28.4K
568K
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
ia memaksakan kehadirannya padamu, bahkan jika kau meninggalkannya. sebwah pembuka yang aduhai~
Indonesia
0
0
2
72
athyabil anwari
athyabil anwari@athyabil·
beberapa kota bersemayam dlm hatimu, tulis rifai mengawali bab pertama ttg al-wardi, jika kau meninggalkannya, ia takkan meninggalkanmu. jika kau melupakannya, ia takkan melupakanmu. jika kau mengingatnya ia membuatmu merasa bahwa ia mengingatmu bahkan sebelum kau mengingatnya.
athyabil anwari tweet media
Indonesia
1
2
3
224