cakkaruddu

3.3K posts

cakkaruddu banner
cakkaruddu

cakkaruddu

@atinronoo

kolaka Katılım Haziran 2013
515 Takip Edilen214 Takipçiler
cakkaruddu retweetledi
Edwin
Edwin@Edwinfauqon·
Dijual buku-buku bagus:
Edwin tweet mediaEdwin tweet media
Indonesia
10
13
106
4K
ev
ev@peackfinger·
Aku sayang pacarku, dan aku termotivasi untuk bisa sekeren pacarku 🌷
Indonesia
1
0
1
47
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
Tadi jam 7-an malam aku nyapu, terus di pintu ada benda berwarna gelap mengkilat. Awalnya kukira cacing karena ukurannya mirip, hanya saja ini sedikit lebih besar dan sedikit lebih panjang. Yang bikin ragu karena ada kepalanya. Pas lebih teliti, ternyata anak ular. Merinding 😭
Angga Fauzan @angga_fzn

Ini uler apa ya mas? @piyopikavet Ada di toilet karyawan kantornya temen. Serem bgt.

Indonesia
0
0
0
175
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
@Mah_Hwan Ulasan versi ringkas 🤭🫣 1. Bab awal msh membatin, "Hm kayaknya aku lebh suka Ulid. POV org ke-3 lebih cocok." 2. Masuk hal. 100-an, "Isnan ini kok rasa-rasanya Cak Mahfud sendiri, ya." 3. Makin jauh, "Sial, udah mau tamat aja." 4. Keseluruhan, "Porsinya kok bisa seimbang ya..."
Indonesia
1
0
1
150
MAHFUD IKHWAN
MAHFUD IKHWAN@Mah_Hwan·
@atinronoo Karena twit ini lewat tl-ku bolehkah aku bertanya: apa pendapat Anda atas novel ini? *Eh, boleh gak sih penulis bertanya ttg bukunya kepada pembaca?
Indonesia
1
0
6
534
cakkaruddu retweetledi
Rio Johan
Rio Johan@riojohan·
"buku itu sesuai dg selera masing2" --> Kalau kita bicara secara umum, betul memang, buku selera masing-masing. Film selera masing-masing. Dsb. Tapi Kritik Sastra itu ada dan itu bukan soal selera. Kritik sastra ya kerja analisis, tafsir, evaluasi, pemaknaan karya sastra dengan pengetahuan khusus, kerangka-kerangka teori khusus, dan teknik-teknik membaca yang lebih cermat. Ada "ukuran" yang lebih bisa dipertanggungjawabkan obyektivitasnya dalam kritik sastra, bukan sekadar "aku suka karya ini" atau "karya ini menyentuhku secara pribadi" atau "ini karya bagus dan seru banget. Serangkaian dunia akademisi dan intelektual dibangun di seputar kritik sastra, sudah sejak berabad-abad: di kampus, di universitas. Ada profesor-profesor yang menghabiskan hidupnya mempelajari sastra bukan sekadar dalam kerangka "selera pribadi." Jadi kupikir kita tidak boleh terjebak antara "selera pribadi individual" dan "kritik sastra profesional yang termasuk dalam bidang keilmuan sastra itu sendiri". Kuliner atau makanan pun, misalnya, itu selera pribadi. Tapi kritik kuliner itu lain lagi. Di negara yang budaya kulinernya sudah berkembang seperti Prancis, ada serangkaian kritik kuliner, akademisi kuliner, bahkan sampai penghargaan kuliner (bintang Michelin, misalnya). Ada ukuran yang lebih bisa dipertanggungjawabkan obyektivitasnya, bukan sekadar enak atau gak enak.
B R I G I T T A@brigitta_hadid

The closest person di dalam hidupku (he, not she) juga penulis, bahkan kepakaran dia di bidang Kritik Sastra. Aku tahu dia gak suka bangetttt dg novelnya Ika Natassa dan penulis2 yg menceritakan ttg kehidupan modern. Favoritnya adalah Ahmad Tohari, A.A Naviz, dan Eka Kurniawan. Aku suka ketika dia mulai melakukan kritik sastra sesuai dg indikator2 yg dia pelajari. Bisa divalidasi secara ilmiah. Lama kelamaan, di saat dia mulai kritik ttg pembaca, aku bilang, "bro, ada tiga hal yg perlu kamu tahu. Pertama, buku itu sesuai dg selera masing2. Kamu makan sate taichan, aku makan sate bumbu kacang, masa aku mau komentar kalo sate taichan lebih sampah drpd sate bumbu kacang? Biarin aja lah, toh pembaca juga gak merugikan lu". "Kedua, para pembaca itu baca fiksi itu utk santai. Bukan utk riset kritik sastra kayak lu, yg emang kerjaannya mengkritik karya2 sastra. Orang enjoy, jadi ya biarin aja". "Ketiga, ini POV aku secara objektif. Aku relate dan apresiasi cerita Ika Natassa karena aku perempuan. Kamu sendiri pernah riset kan, gimana penulis perempuan dan penulis laki2 dalam menggambarkan dan mengobjekkan tokoh perempuan di dalam cerita fiksi?" Penilaian aku kepada dia 100% pendapat pribadi tanpa campur tangan siapapun 😭🙏

Indonesia
3
118
446
20.7K
amahl 🛼
amahl 🛼@byamahl·
@atinronoo Aku ga pernah marah paling nangis terus mabok besoknya lupa
Indonesia
1
0
0
31
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
Penulis perlu marahkah kalau ada pembaca yang memasukkan bukunya ke daftar buku jelek? Bingung banget kenapa sibuk ngurusin pembaca yang gak suka, ya. Mana defensif banget. Orang gak suka beberapa buku tuh wajar dong, apalagi kalau alasannya krna buku itu jelek.
Indonesia
13
27
156
56.7K
cakkaruddu retweetledi
Rio Johan
Rio Johan@riojohan·
Guys, aku pernah beberapa kali baca resensi karya-karyaku yang ngeri banget kok, tersungging bacanya, dihina-hina kayak sampah. Tapi aku juga sebagai penulis sadar itu hak dia bilang bukuku sampah, toh yang penting dia (kuasumsikan) sudah mau meluangkan waktunya untuk baca sampai akhir. Santai aja sih. :)
Indonesia
9
27
117
7.4K
Arisal Hamzah
Arisal Hamzah@ArisalHamzah1·
@atinronoo yg semalam lewat terus di time line memangnya siapa kalau bukan TL kak? semua org paham ji yg di maksud itu beliau. cukup politisi saja yang begitu kak😁
Arisal Hamzah tweet media
Indonesia
2
0
0
182
Voidwhisper
Voidwhisper@Voidwhisper_69·
@atinronoo Kalau penulis yang dimaksud itu penulis wanita dgn tema2 gedung SCBD mnrt gw tdk defensif ya. Krn dia hanya respon twit yg mnrt gw tdk baik dan hanya sekedar lempar stigma aja. Manner itu di atas segalanya. Tapi mungkin gw salah, maap ya.
Indonesia
1
1
10
1K
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
@ArisalHamzah1 Tabe juga, Kak. Tidak ada kodong di tulisanku yang sebutkan nama TL 🙏
Indonesia
1
0
0
431
Arisal Hamzah
Arisal Hamzah@ArisalHamzah1·
@atinronoo tabe' kak, dimana pernyataan tere liye marah kalau ada yg tdk suka karya nya? bisa lampirkan buktinya? kalau saya disini lihat dia sendiri bilang langsung bebas saja menjelek jelekan penulis, pun fitnah dsb tanggung masing masing.
Arisal Hamzah tweet media
Indonesia
1
0
1
681
| #IndonesiaGelap
| #IndonesiaGelap@suhairi4hmad·
@senogp kalo tau diskusi paling memalukan di Jogja di sebuah tokobuku pasti tau. 😆
Indonesia
3
0
2
862
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
Sebelum masuk adegan-adegan krusial penulisnya udah ngasi bocoran sedikit. Bagus juga, biar kita nyiapin tisu buat menyeka mata yang berkaca-kaca.
cakkaruddu tweet mediacakkaruddu tweet mediacakkaruddu tweet media
Indonesia
0
6
42
1.8K
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
Masih bersama dua buku ini. Semoga salah satunya tamat hari ini biar bisa fokus baca sisanya 🫣
cakkaruddu tweet media
Indonesia
0
1
6
217
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
@Thaharizieq3 Semalam ada yang lebih fresh, kak. Makanya aku ngetwit gitu karena lihat seorang penulis yang sibuk berdebat (marah-marah) sama pembaca yang bilang bukunya jelek 😭🤣
Indonesia
1
0
2
968
donatkampung
donatkampung@Thaharizieq3·
@atinronoo Makanan di restoran aja bisa dapet review jelek sekalipun chef yg masak. Buku dibilang jelek kok gak terima, tere liye misalnya.
Indonesia
1
1
4
1.4K
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Buku jelek memang ada dan tidak apa-apa kalau tidak suka. Hal yang dipermasalahkan adalah ketika pembaca MERENDAHKAN selera pembaca lain karena membaca buku-buku "jelek" tersebut. Padahal, sebagai mentor kepenulisan, saya kerap menyarankan agar peserta pelatihan membaca apa saja, termasuk buku-buku jelek. Pertama, untuk menambah khazanah bacaan. Kedua, untuk mengasah penilaian. Ketiga, sebagai pembanding, karena kita tidak akan tahu mana buku bagus kalau tidak ada buku jelek. Oh, satu hal lagi, kurang-kurangilah merasa superior karena membaca buku-buku "bagus" karena untuk apa membaca buku kalau itu tidak mengubah perilakumu?
cakkaruddu@atinronoo

Penulis perlu marahkah kalau ada pembaca yang memasukkan bukunya ke daftar buku jelek? Bingung banget kenapa sibuk ngurusin pembaca yang gak suka, ya. Mana defensif banget. Orang gak suka beberapa buku tuh wajar dong, apalagi kalau alasannya krna buku itu jelek.

Indonesia
23
388
1.1K
46.3K
cakkaruddu
cakkaruddu@atinronoo·
@rendpuspita Jadi inget kata Cak Mahfud, "mereka gak tahu aja rasanya buku gak ada yg ngomongin."
Indonesia
1
0
0
115
Ren Puspita
Ren Puspita@rendpuspita·
Padahal buku bagus atau jelek itu subjektif dan relatif, tergantung yang baca. Bukannya kalau dianggap jelek itu artinya bukunya diinget sama pembacanya ya (even in a bad way)? Daripada ga dibaca atau dikenal sama sekali 🤷‍♀️
cakkaruddu@atinronoo

Penulis perlu marahkah kalau ada pembaca yang memasukkan bukunya ke daftar buku jelek? Bingung banget kenapa sibuk ngurusin pembaca yang gak suka, ya. Mana defensif banget. Orang gak suka beberapa buku tuh wajar dong, apalagi kalau alasannya krna buku itu jelek.

Indonesia
8
14
117
3.6K