jackleen

9.1K posts

jackleen banner
jackleen

jackleen

@atsumuc

私にとって安全な場所。

Katılım Temmuz 2020
128 Takip Edilen122 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
jackleen
jackleen@atsumuc·
nitip ini, aku ku pin agar ingat
jackleen tweet media
Indonesia
1
0
0
0
jackleen
jackleen@atsumuc·
ada booth tarot kaga yhh di #CF22
Indonesia
0
0
0
304
jackleen retweetledi
Rama
Rama@rama_3111·
@airplanestar_ Lu bisa buat beginian di excel ga nyampe setengah jam tapi milih pake ai, udahlah grafik tolol, muka presidennya kaga ada yg bener
Indonesia
1
9
347
5.1K
jackleen retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
dosa apa ya indonesia sampe punya presiden throw shirt😭😭😭 lu tuh presiden anjir BUKAN IDOLLLLL😭😭😭
Indonesia
429
23.3K
77.7K
737.5K
jackleen retweetledi
jackleen retweetledi
Naya ❀ ホムラ
Naya ❀ ホムラ@nayarenoir·
Penulis fanfic nggak punya beban moral buat mencerdaskan bangsa 🤡 Mau cerdas mah bukan baca fanfic
Indonesia
54
5.3K
23.2K
488.6K
jackleen retweetledi
🐳
🐳@bIuebIeu·
@yappingfess Tulisan segede ompreng aja pake nanya "itu sekolah negeri kak" dongok abiesss
Indonesia
40
764
15.9K
412.3K
jackleen retweetledi
🍉k. 🔮
🍉k. 🔮@_nxttou·
@yappingfess kenapa revitalisasi harus daftar dulu? pemerintah bisa bikin sppg sampe ke pelosok, masa gak bisa liat keadaan sekolah penerimanya kyk gimana? harusnya pas bangun sppg, sekalian revitalisasi sekolahnya lah kocak
Indonesia
139
3.4K
34.5K
528.4K
jackleen retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
jackleen retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
scroll twitter, scroll ig, scroll tiktok, scroll shopi, scroll chat lama, scroll apa lagi lu
bia tweet media
Indonesia
79
9.4K
28.3K
217.1K
jackleen retweetledi
𖥻 ׁ ׅ beans ! ׁ ׅ 🌱🏛️
can we pls stop the dubaification of everything 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
𖥻 ׁ ׅ beans ! ׁ ׅ 🌱🏛️ tweet media
English
662
11.6K
49.9K
1.8M
jackleen retweetledi
Alghiffari
Alghiffari@AlghifAqsa·
Kolom alasan cuti tahunan harusnya ditiadakan. Ambil cuti tahunan gak perlu tulis alasan. Cuti hanya utk leyeh-leyeh dan gak melakukan apa-apa jg hak pekerja. Apalagi utk dampingi anak opname.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Tebak perusahaan

Indonesia
207
7.4K
26.9K
785.9K
jackleen retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Salah kirim
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
63
4.4K
40.1K
401.4K
jackleen retweetledi
💭 baseconvo
💭 baseconvo@baseconvo·
💭 YA ALLAH PERMUDAH URUSANKU HARI INI, BESOK, DAN SETERUSNYA. MAU UANG YANG BANYAK JUGA
Indonesia
87
8.8K
28.1K
238K