Aufar
438 posts



Banyak alasan kenapa kita adopt coding interview struktur data dan algoritma walaupun sehari2 kerjaannya software engineer jarang menyentuh itu. Time efficient, replicable, bar-nya jelas, bisa ngecek orangnya paham fundamentals apa ngga Tapi salah satu alasan yang mungkin tidak populer: it's the closest thing to IQ test Sebagai manager, aku cukup serius buat ngurusin growth dan karirnya orang. Dan sedih ketika liat orang udah kita ajarin dengan sungguh2, orangnya udah kerja dengan serius sampai lembur2, tapi simply emang "nggak nyampe" aja System design bisa belajar dari pengalaman. Behavior bisa bacot bin bohong. Gmn cara ngetest apakah orang ini punya potensi kalau kita asah? Mungkin ada banyak cara lain, tapi DSA coding interview is one we know and familiar with

Jujur ini hal ga penting bgt sih, pake flag -O1 aja udah sama persis instruction nya num%2!=0 sama num&1. Normalnya orang udah pake at least -O3 by default. Micro optimization is unnecessary complexity more often than not.


kalian kalo nentuin bilangan itu ganjil, tim apa? A. num % 2 == 1 B. num % 2 != 0




