blueschist

9.5K posts

blueschist banner
blueschist

blueschist

@augenuous

pencinta batu dan mie ayam -sakbegja begia ne wong kang lali, isih Begja wong kang eling lan waspodo- Ranggawarsita

Katılım Temmuz 2021
205 Takip Edilen206 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
blueschist
blueschist@augenuous·
BRIN nampaknya jadi awal mula petaka hal ihwal riset di Indonesia Semoga aku bisa menarik omonganku, aamiin. Semoga gak terjadi. Barusan lihat di tempo, ternyata Ina-TEWS (peringatan dini tsunami) mangkrak sejak BPPT dilebur jadi BRIN. Sumpah bahaya tenan. Jangan tsunami dulu
Indonesia
120
2.7K
7.8K
799.6K
blueschist
blueschist@augenuous·
Pemandangan jam makan siang di Jakarta itu khass bgt, gatau kenapa 🥰
blueschist tweet media
Indonesia
0
0
0
23
hakim
hakim@ahlul_gimmick·
Udhlah kim wkwkwk
Indonesia
1
0
0
24
blueschist retweetledi
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Benjamin Netanyahu yang asli itu kabarnya udah mati dr bulan lalu, tapi rohnya diawetin pake formalin dan ditaro lagi di badan orang Terus skrg bangkit namanya Arne Slot
Indonesia
113
579
3.5K
77.8K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lo pasti pernah scroll video joget viral yang bikin ribut pria gemoy joget-joget di depan backdrop bertuliskan MBG, sambil ngomong dapat Rp6 juta. Langsung dihujat. Dituding pamer. Dibilang korupsi. Sampai dapurnya disuspen. Dan 150 orang kehilangan pekerjaan. Tapi kemarin dia akhirnya speak up. Dan ceritanya lebih kompleks dari yang gue kira. Siapa Om Hendrik? Hendrik Irawan. 19 tahun di industri catering dan home industry pabrik. Punya beberapa perusahaan. Bukan orang baru di dunia makanan dalam skala besar. Ketika program MBG diluncurkan dia tertarik, tapi awalnya ragu. Pernah punya pengalaman kurang baik bermitra dengan pemerintah sebelumnya. Tapi akhirnya dia masuk. Dan dia tidak main-main. Investasi awal untuk satu dapur saja: Rp3,5 miliar. Dapur seluas 1.000 meter persegi, dua sampai tiga gedung. Semua dibangun dulu pakai modal sendiri, sebelum dana operasional dari BGN mengalir. Setelah terverifikasi baru dana operasional masuk. Dan bagian dari itu adalah insentif Rp6 juta per periode yang jadi kontroversi. Soal Rp6 juta yang viral itu ini yang sebenarnya: Bukan gaji. Bukan keuntungan bebas. Itu insentif pengembalian investasi dari pemerintah kepada mitra yang sudah modalin dapur duluan. Karena BGN tidak meng-cover biaya pembangunan dapur mitra yang bangun sendiri, baru pemerintah bayar balik bertahap. Dengan investasi Rp3,5 miliar dan Rp6 juta per periode Om Hendrik bilang sampai sekarang belum balik modal. Apakah ini transparan dari awal ke publik? Tidak. Dan di situ masalahnya. Soal jogetnya: Dia joget bukan baru sekali itu. Sudah 5 bulan sebelumnya pun sering bikin konten joget, tidak pernah viral. Yang bikin viral kali ini backgroundnya ada logo BGN. Satu komentar netizen yang nyinyir soal Rp6 juta — diambil screenshot oknum, ditempel sama video joget jadilah narasi "pamer uang rakyat sambil joget." Padahal konteksnya berbeda total. Tapi ya ini namanya dunia medsos. Konteks kalah cepat dari emosi. Yang bikin miris: Dua dapur Om Hendrik yang baru mau running langsung berhenti sebelum sempat beroperasi. Ada relawan yang sudah menunggu 3 bulan akhirnya belum bisa kerja. 150 karyawan dirumahkan. Anak-anak yang biasa dapat MBG mulai nanya-nanya ke Om Hendrik kapan makanannya ada lagi. Dan anaknya yang 4 tahun ikut-ikutan nanya: Papi boti ya? Papi boti kata orang2 di sekolah karena dengar kata itu terus dari TikTok. Kenapa dapurnya disuspen? Bukan karena joget. Tapi karena ada temuan teknis IPAL (instalasi pengolahan air limbah) belum lengkap dan ada pembenahan yang harus dilakukan di standar dapur. BGN memang sedang memperketat standar dan dapur Om Hendrik kena evaluasi di momen yang paling tidak tepat, bersamaan dengan viralnya kontroversi. Yang perlu digarisbawahi dari seluruh cerita ini: Pertama Om Hendrik bukan malaikat sempurna, tapi juga bukan koruptor. Dia pengusaha yang masuk program pemerintah dengan modal nyata, ketemu masalah teknis, dan kena badai medsos di saat yang bersamaan. Kedua Masalah IPAL dan standar dapur yang tidak terpenuhi itu nyata dan harus diperbaiki. Tidak bisa dimaafkan hanya karena orangnya sudah investasi besar. Ketiga Ada oknum mitra lain yang lebih parah. Menu di bawah Rp10.000. Ada yang kasih biskuit dan makanan jadi tanpa masak. HPP sampai Rp4.000 dari anggaran yang harusnya Rp10.000. Tapi mereka tidak viral karena tidak joget. Keempat Program MBG yang nilainya triliunan, menyentuh jutaan anak butuh pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan dari awal. Bukan hanya reaksi setelah viral. Joget Om Hendrik bukan masalah. Yang masalah adalah sistem yang belum cukup transparan sehingga publik tidak tahu bedanya insentif mitra dengan korupsi, tidak tahu standar IPAL itu apa, tidak tahu siapa yang boleh dicek dan bagaimana. Dan ketika ada yang viral semua kemarahan tertumpah ke satu orang. Sementara yang benar-benar bermasalah yang kasih menu Rp4.000 dari anggaran Rp10.000 tetap aman karena tidak bikin konten. No viral, no justice. Dan no viral juga berarti no accountability.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
712
174
1.1K
337.4K
blueschist
blueschist@augenuous·
Mampuss
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, lo pasti pernah scroll video joget viral yang bikin ribut pria gemoy joget-joget di depan backdrop bertuliskan MBG, sambil ngomong dapat Rp6 juta. Langsung dihujat. Dituding pamer. Dibilang korupsi. Sampai dapurnya disuspen. Dan 150 orang kehilangan pekerjaan. Tapi kemarin dia akhirnya speak up. Dan ceritanya lebih kompleks dari yang gue kira. Siapa Om Hendrik? Hendrik Irawan. 19 tahun di industri catering dan home industry pabrik. Punya beberapa perusahaan. Bukan orang baru di dunia makanan dalam skala besar. Ketika program MBG diluncurkan dia tertarik, tapi awalnya ragu. Pernah punya pengalaman kurang baik bermitra dengan pemerintah sebelumnya. Tapi akhirnya dia masuk. Dan dia tidak main-main. Investasi awal untuk satu dapur saja: Rp3,5 miliar. Dapur seluas 1.000 meter persegi, dua sampai tiga gedung. Semua dibangun dulu pakai modal sendiri, sebelum dana operasional dari BGN mengalir. Setelah terverifikasi baru dana operasional masuk. Dan bagian dari itu adalah insentif Rp6 juta per periode yang jadi kontroversi. Soal Rp6 juta yang viral itu ini yang sebenarnya: Bukan gaji. Bukan keuntungan bebas. Itu insentif pengembalian investasi dari pemerintah kepada mitra yang sudah modalin dapur duluan. Karena BGN tidak meng-cover biaya pembangunan dapur mitra yang bangun sendiri, baru pemerintah bayar balik bertahap. Dengan investasi Rp3,5 miliar dan Rp6 juta per periode Om Hendrik bilang sampai sekarang belum balik modal. Apakah ini transparan dari awal ke publik? Tidak. Dan di situ masalahnya. Soal jogetnya: Dia joget bukan baru sekali itu. Sudah 5 bulan sebelumnya pun sering bikin konten joget, tidak pernah viral. Yang bikin viral kali ini backgroundnya ada logo BGN. Satu komentar netizen yang nyinyir soal Rp6 juta — diambil screenshot oknum, ditempel sama video joget jadilah narasi "pamer uang rakyat sambil joget." Padahal konteksnya berbeda total. Tapi ya ini namanya dunia medsos. Konteks kalah cepat dari emosi. Yang bikin miris: Dua dapur Om Hendrik yang baru mau running langsung berhenti sebelum sempat beroperasi. Ada relawan yang sudah menunggu 3 bulan akhirnya belum bisa kerja. 150 karyawan dirumahkan. Anak-anak yang biasa dapat MBG mulai nanya-nanya ke Om Hendrik kapan makanannya ada lagi. Dan anaknya yang 4 tahun ikut-ikutan nanya: Papi boti ya? Papi boti kata orang2 di sekolah karena dengar kata itu terus dari TikTok. Kenapa dapurnya disuspen? Bukan karena joget. Tapi karena ada temuan teknis IPAL (instalasi pengolahan air limbah) belum lengkap dan ada pembenahan yang harus dilakukan di standar dapur. BGN memang sedang memperketat standar dan dapur Om Hendrik kena evaluasi di momen yang paling tidak tepat, bersamaan dengan viralnya kontroversi. Yang perlu digarisbawahi dari seluruh cerita ini: Pertama Om Hendrik bukan malaikat sempurna, tapi juga bukan koruptor. Dia pengusaha yang masuk program pemerintah dengan modal nyata, ketemu masalah teknis, dan kena badai medsos di saat yang bersamaan. Kedua Masalah IPAL dan standar dapur yang tidak terpenuhi itu nyata dan harus diperbaiki. Tidak bisa dimaafkan hanya karena orangnya sudah investasi besar. Ketiga Ada oknum mitra lain yang lebih parah. Menu di bawah Rp10.000. Ada yang kasih biskuit dan makanan jadi tanpa masak. HPP sampai Rp4.000 dari anggaran yang harusnya Rp10.000. Tapi mereka tidak viral karena tidak joget. Keempat Program MBG yang nilainya triliunan, menyentuh jutaan anak butuh pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan dari awal. Bukan hanya reaksi setelah viral. Joget Om Hendrik bukan masalah. Yang masalah adalah sistem yang belum cukup transparan sehingga publik tidak tahu bedanya insentif mitra dengan korupsi, tidak tahu standar IPAL itu apa, tidak tahu siapa yang boleh dicek dan bagaimana. Dan ketika ada yang viral semua kemarahan tertumpah ke satu orang. Sementara yang benar-benar bermasalah yang kasih menu Rp4.000 dari anggaran Rp10.000 tetap aman karena tidak bikin konten. No viral, no justice. Dan no viral juga berarti no accountability.

Indonesia
0
0
0
28
blueschist
blueschist@augenuous·
@direktoridosen Salah dua menteri yg dari wajah dan gesturnya (bahkan belum ngomong) keliatan ga capable 1. Si ibuk ibuk sosialita suka padel sama spa tapi disuruh jadi menteri pariwisata 2. Sugiono si kepala dusun itu Ga masok BLAS, dodoll Kabeh
Indonesia
1
0
3
544
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Anggota DPR RI nya Dr. Saleh P. Daulay, S.S, M.Hum., M.Fil. M.A. / eks. dosen FISIP UIN Jkt • S1 Sastra Arab, Universitas Sumatera Utara (USU), Medan (Lulus 1997). • ​S2 Sejarah Peradaban Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lulus 2000). • ​S2 Filsafat, Universitas Indonesia (UI) (Lulus 2002). • ​S2 Master of Arts (MA), Colorado State University, Amerika Serikat (Lulus 2009). • ​S3 Doktor Studi Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lulus 2007). Menteri Pariwisata : Widiyanti Putri Wardhana, BA. S1 Administrasi Bisnis dari Pepperdine University, Malibu, California.
Info Jateng@Jateng_Twit

Lur Menteri Pariwisata lur

Indonesia
259
1.9K
11K
877.8K
nia
nia@marl0ngaddict·
bantul kabupaten anomali brengsekkk
Indonesia
135
157
1.2K
71.3K
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Drop prediksi skor kalian buat nanti malem 😭😭😭😂😂😂😂😂😂😂
Indonesia
339
7
597
47.8K
blueschist retweetledi
Olori🍒
Olori🍒@OloriOfOloris·
Until you learn contentment, you can’t truly be in love or stay committed. There will always be someone who seems more attractive, wealthier, more exciting, or easier to be with than your partner. But if you’re constantly chasing “better,” you’ll never appreciate what you already have. A lack of contentment will always leave you looking elsewhere.
Momo🥵🇨🇦@Momoreoluwaa

whats the biggest lesson your love life has taught you??

English
72
1.5K
5.3K
229.3K
hakim
hakim@ahlul_gimmick·
Emang makanan tuh aneh, dia bisa berubah rasa jd biasa aja pas kita makannya sendirian 😅
Ibam!!!@Ifaturrohman

@BudiBukanIntel jadi teringat cerita di fesbuk apa di ig gitu , ada suami yang tadinya ngiranya dia suka mie ayam eh ternyata bukan mie ayam yang bikin dia suka tapi sama siapa dia makan mie ayam nya, kalo ga salah dia realise nya pas istrinya sudah meninggal 😭😭😭

Indonesia
1
0
0
97