🐇
19.8K posts


Kadang berat banget bangun tidur buat berangkat kerja 😔 cuma bisa mikir is this the life i wanted… ini gue baru aja bangun tidur buat diri gue sendiri, gimana gue bisa sambil urus keluarga as working mom dah




Jaman dulu sebelum heboh coffee shop pada minum apaan dah lu pada





guys kalian pada bisa masak kah?


Bahaya Tersembunyi Tren "Clean Eating" pada Anak: Jangan Terapkan Diet Dewasa untuk MPASI! Belakangan ini, saya sering melihat tren di media sosial di mana orang tua bangga memberikan menu "clean" untuk bayi: serba rebus, tanpa lemak, tanpa rasa, dan penuh sayuran hijau. Niatnya baik, ingin anak sehat sejak dini. Namun, secara medis tren ini bisa membahayakan pertumbuhan anak. Mengapa Anak Bukan "Orang Dewasa Mini"? Banyak orang tua terjebak FOMO pola makan sehat dewasa. Padahal, kebutuhan fisiologis anak di bawah 2 tahun—terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—sangat berbeda. 1. Otak Anak Adalah Lemak Sekitar 60% otak manusia terdiri dari lemak. Di masa pertumbuhan pesat, anak butuh lemak sebagai bahan bakar utama perkembangan saraf dan otak. Lemak bukan musuh, melainkan nutrisi esensial. 2. Kapasitas Lambung yang Terbatas Lambung bayi kecil, hanya seukuran kepalan tangan. Makanan terlalu "bersih" (rendah kalori, tinggi serat) membuat anak kenyang sebelum kebutuhan energi terpenuhi. Akibatnya, risiko defisit energi kronis. 3. Bahaya Defisit Makronutrisi Diet "clean" ala influencer (misalnya hanya dada ayam rebus dan brokoli tanpa lemak) sering membuat berat badan anak seret (faltering weight). Jika dibiarkan, ini jalur cepat menuju stunting. Apa yang Seharusnya Dilakukan? Jangan takut tambahkan lemak sehat ke menu anak: minyak, santan, margarin, mentega, atau lemak alami dari daging agar makanan padat kalori. Lemak dan sedikit rasa (garam/gula sesuai anjuran) membuat makanan lebih enak, sehingga anak kecil kemungkinan mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut). Pesan untuk Orang Tua: Kesehatan anak bukan dari seberapa estetik atau "hijau" piring makan di kamera. Indikator paling akurat adalah kurva pertumbuhan di Buku KIA atau aplikasi kesehatan resmi. Mari lebih rasional memilah tren. Tugas kita membesarkan anak sehat dan kuat, bukan konten yang terlihat sempurna. Bagaimana menurut Anda? Pernah tertekan memberikan makanan "serba sehat" tapi anak justru sulit makan? Mari diskusi di kolom komentar. #KesehatanAnak #MPASI #CegahStunting #ParentingIndonesia #DokterAnak

ketakutan Gen Z di kantor: 1. jadi orang penting 2. ditinggal bestie resign 3. di @ di group 4. gabisa tenggo 5. hujan pas mau pulang


Pelan-pelan belajar #diversifikasipangan dari Mbak Manik 🥰 Makannya nasi subut (beras dimasak bareng ubi ungu dan jagung manis) + ayam betutu dan sayur kangkung-nya Aji Anom. Dessertnya buah naga diblender + greek yogurt + oatmilk 😋😋😋























