Aye Aye

75.2K posts

Aye Aye banner
Aye Aye

Aye Aye

@ay_siap

She/ Her. Pacarnya eceran @pledis_17 @day6official @eajPark

Katılım Mayıs 2019
857 Takip Edilen227 Takipçiler
Aye Aye retweetledi
Txt
Txt@txtkarir·
Opsi berkarir sekarang itu banyak bett, apalagi kalau cuma buat cari uang tambahan di internet. Dulu orang mikir harus punya skill coding, desain, atau jualan barang. Sekarang? Cukup HP, sedikit kreativitas, sudah bisa jalan. Baru-baru ini gua nemu satu akun TikTok yang lagi naik daun. Kontennya affiliate makanan, tapi hampir semua videonya pake AI. Suara AI, visual AI, editing AI. Hasilnya? Ratusan ribu views tiap video, gua yakin ini komisinya 'lumayan'..
Txt tweet mediaTxt tweet media
Indonesia
22
128
1.2K
113.9K
Aye Aye retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh di Comipara, ada larangan gak boleh bawa minum, ada yg pingsan. Dr sisi booth FnB: yg dijual udh dikurasi (inc. air mineral). Tiba2 H-2 air suruh ditakeout. Minta penjelasan, dibentak, sampe staff nangis. "Turunin atau kalian tutup sekarang, saya balikin duitnya"
Franzeska Edelyn@edelynlyn

Aku baru liat ini dan... Mau curhat dikit wkwkw. Jd di event tsb, kemarin aku ada buka booth F&B. Semua menu udah dikurasi, termasuk Air Mineral dan lolos. Mddk hari kedua disuruh turunin jualan air secara paksa, diajak diskusi malah dibentak 😀. (Kita taunya udah kurasi aman)

Indonesia
44
1K
8.5K
631.1K
Aye Aye retweetledi
Naruto Indonesia 🇮🇩
Naruto Indonesia 🇮🇩@DuniaNarutoID·
Danzō ini pantes aja sering banget gagal nyalonin diri sebagai Hokage. Sekalinya jadi Hokage, malah gagal.
Naruto Indonesia 🇮🇩 tweet media
Indonesia
281
4.1K
15K
289.9K
Aye Aye retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
Sebuah hack tidur dari dr. Gia biar bangunnya seger, pake rumus 4-3-2-1-0 4 jam sblm tidur ga ada aktifitas berat yg naikin nadi 3 jam sblm tidur ga makan berat 2 jam sblm tidur gaperlu minum banyak 1 jam sblm tidur ga main hp 0 detik sblm tidur kencing dulu
folkative tweet media
Indonesia
78
4.6K
26.1K
692.6K
Aye Aye retweetledi
- saniw
- saniw@ochiachaa·
#motivasi dari wonu, it's giving : "tabrakin aja semuanya caratdeul, ah tapi ah tapi, bagaimana mau sakses kalau terlalu banyak ah tapi, tabrakin aja caratdeul, semangat" #PAHAM CARATDEUL
- saniw tweet media
Indonesia
20
3.9K
10.3K
70.3K
Aye Aye retweetledi
Film Indo Source
Film Indo Source@FilmIndoSource·
A look inside Ghost in the Cell Macabre Art Installation at Nirmana Falatehan in Jakarta. The exhibition is currently running until May 22.
Film Indo Source tweet mediaFilm Indo Source tweet mediaFilm Indo Source tweet mediaFilm Indo Source tweet media
English
6
46
352
11.2K
Aye Aye retweetledi
Wicaksono Management LC
Wicaksono Management LC@bigdigjohnny·
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish": "Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024. Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah. Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar. Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis. Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya. Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi. Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk. Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman. Persimpangan jalan baru Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu. Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan. Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
159
18.5K
40.6K
1.1M
Aye Aye retweetledi
Bardan - Digital Marketer
samuel dan claudya itu kisahnya menarik ya. sama2 dari 0, hidup irit, dengan kerja keras bisa achieve karir gaji korporate besar (total double income 100an juta) dengan income sebesar itu mereka masih naik umum, hemat dan banyak budget untuk investasi, sampai akhirnya cukup punya dana untuk "financial freedom" akhirnya mereka resign dan fokus jadi konten kreator. dipikir2 menarik jg ya perjalanan mereka, kejar karir gaji tinggi, fokus investasi, resign dan jadi full time konten kreator. ada yg mau kaya mereka??? 😆
Bardan - Digital Marketer tweet media
Indonesia
100
374
3.7K
597.2K
Aye Aye retweetledi
Fajar Nugros
Fajar Nugros@fajarnugros·
Buat yang jarang atau tidak pernah naik kereta api di Indonesia. Info aja ya, kereta api Indonesia saat ini keberangkatannya sangat tepat waktu. Kamu beli tiket online, di aplikasi KAI ACCES bahkan kursi yg terbeli sudah ada pembedaan warna, jadi kamu tahu di sebelahmu pria atay wanita demi kenyamanan.
&ᴄᴏᴋ @Ccookk_

Dia yang telat naik kereta sampe tiketnya 8.5jt hangus. Tapi tetep yang disalahinnya konoha. Kalo udah telat naik transum mah telat aja jangan nyalahin sistem nya, tapi salahin diri sendiri kenapa bisa telat From this To this

Indonesia
37
369
1.7K
135.4K
Aye Aye retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Sorry menjelaskan, tapi kalau gak salah memang sayembaranya diperuntukkan untuk member ADGI. Sehingga mungkin ditujukan untuk menjaga kualitas desainnya. Sejak beberapa tahun terakhir sdh seperti ini kalau tidak salah. Dan hasilnya bagus-bagus. Dibandingkan jaman SBY yang nambah bendera aja. Sayembara tertutup bukan berarti yang ngedesain cuma buna sama opung ya.
TechmenID 💻@TechmenID

wkwkwkwkwkwk

Indonesia
26
45
539
122.1K
Aye Aye retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget? Bukan soal rupiah. Bukan soal korupsi triliunan. Bukan soal pejabat mewah. Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak yang viral beberapa waktu yang lalu ada cerita dari keluarga beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya. Pesannya begini: "Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi." Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi. Siswi SMA. Diancam somasi. Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat. Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini: Josepha stres berat. Hari-hari tidur terus. Pendiam. Berubah drastis. Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya: "Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh..." Baca itu sekali lagi. Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf. Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah. Bahwa dia yang bikin masalah. Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf. Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu? Status WhatsApp-nya bocor ke publik. Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!" Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp. Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah. Ini bukan soal menang kalah lomba: Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara. Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah. Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten. Itu bukan bikin gaduh. Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia. Tapi di sini itu direspons dengan ancaman. Dengan intimidasi. Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam. Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang: Siapa yang mengirim pesan ancaman itu? Dari nomor asing. Mengatasnamakan siapa? Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi? Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman? Kenapa video harus dihapus? Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka? Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton. Yang takut kebenaran terus beredar. Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi. Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal. Tekanan untuk diam. Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf. Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli. Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita Liputan6.com 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
280
2.8K
7K
307.3K
Aye Aye retweetledi
Kieran @CF22 O26-27
Kieran @CF22 O26-27@pacarwesker·
Saw these yesterday like…
Kieran @CF22 O26-27 tweet mediaKieran @CF22 O26-27 tweet media
English
31
617
5.2K
153.4K
Aye Aye retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
255
5.1K
9.2K
394.6K
Aye Aye retweetledi
Aye Aye retweetledi
ilonaraa
ilonaraa@iloynaraa·
berawal dr suka anyang”an jd pipis mulu trus disaranin sm mama untuk tempelin kaki ke tembok ky gini wkwk awalnya ketawa tp ttep dilakuin jg😭 Trnyt works woi, sakit pinggang gw jg redaan & pulanh kerja sore selalu lakuin ky gini🥹
ilonaraa tweet mediailonaraa tweet media
Indonesia
10
507
2.5K
75.4K
Aye Aye retweetledi
Ryan
Ryan@ryanaidilp_·
Harusnya temen-temen ASN ikut marah melihat kelakuan orang-orang ini. Stereotip publik tentang ASN males dan gak kompeten itu datang dari orang-orang seperti mereka-mereka ini. Masalahnya, mereka ini yang dampak kerjanya langsung dirasakan dan dilihat oleh masyarakat, sementara banyak teman-teman di belakang layar yang beneran kompeten dan kerja ketutupan sama orang-orang ini.
Pi en ice Ababil@PNS_Ababil

THP gede tapi goblok bukan main. Tau ga dampaknya buat tucil? "Udah dinaikin thp tetep goblok. Mending ga naik." Yg udah keburu naik ga bakal turun. Yang belum naik? Yaudah nasib. Tucil ga akan naik gara2 mereka. Kita wajib marah sih.

Indonesia
8
388
932
54.8K
Aye Aye retweetledi
𖤓
𖤓@kidultvrse·
this era where we used to get woozi bf selcas often
𖤓 tweet media𖤓 tweet media𖤓 tweet media𖤓 tweet media
English
0
619
2.4K
17.2K