shine

985 posts

shine

shine

@ayafluve

she/her Katılım Aralık 2020
136 Takip Edilen261 Takipçiler
Nini
Nini@_serotonin1·
Lagi pengen dientot rame rame #chatseks
Indonesia
2
0
5
573
Niken.
Niken.@lilgirlsecrets·
mood pamer toket
English
5
0
10
2.2K
shine retweetledi
cindy 🍓
cindy 🍓@soursallyye·
Roti 0 minggir dulu, Sekarang aku lebih suka ini. Kalau nglewatin booth nya gabisa kalo ga beli.
cindy 🍓 tweet mediacindy 🍓 tweet media
Indonesia
961
1.5K
35.4K
1.9M
18FESSS
18FESSS@18fesss·
18! Aku F28 masih single belum pernah samsek hs tpi yg lain2nya pernah sama pacar. Mau tnya wajar gk sih klo cwe yg blm pernah hs punya fantasi 3s MMF gitu? Gimana pendapat kalian?
Indonesia
207
15
884
193.5K
shine retweetledi
run/ki
run/ki@ruvnki·
Gue pernah nanya... ke cowo yg lg deket ama gue, gue blg "tp aku gamau kb, nanti efek sampingnya jadi jelek di aku. Aku bs jelek, jerawatan, gendut. Kalo km yg KB gpp?" Dia jawab "iya mau bgt kok vasektomi setelah aku punya anak... kasian kamu jg kalo harus kb"🥹🥹🥹🥹
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas

Pilihan alat kontrasepsi buat lelaki makin beragam nih: - Kondom - Vasektomi - Pil KB Kalau yang pakai alat kontrasepsi laki-lakinya, kan baik juga bagi perempuan karena mengurangi efek samping KB hormonal. Tapi kayaknya masih jarang banget ya di masyarakat kita 🤔

Indonesia
29
193
3K
122.2K
shine retweetledi
Anish Moonka
Anish Moonka@anishmoonka·
The science behind this is wild. Your face has over 300 tiny filters sitting just under your skin. They’re called lymph nodes. Your entire body only has 400 to 800 total. And the drainage system connecting them has no pump at all, which is why a brush can do what you just watched. I looked into this. Your lymphatic system is your body’s sewage network. It collects about 3 liters of leaked fluid from your blood vessels every single day and routes it back through those nodes for cleaning. But unlike blood, which has the heart forcing it around, lymph fluid moves using muscle contractions and breathing. That’s it. No backup system. Because the vessels sit right under your skin, even light pressure from a brush or your fingertips can physically shove fluid toward the nearest node. So the de-puffing in this video is real. You’re watching fluid get pushed out of tissue in real time. But the research gets weird. A 2025 study out of Seoul put 34 women on gua sha or facial rollers for 8 weeks. Both tools visibly slimmed the face by over 2mm (the point where you can actually tell with your eyes). The two tools work through totally different biology, which I didn’t expect. Gua sha loosens up tense facial muscles. The roller makes the skin itself bouncier, about 8.6% more elastic. Same visible result, two completely different paths to get there. A Japanese team in 2022 took CT scans of 5 people before and after 2 weeks of daily facial massage. The cheek tissue got thinner and shifted upward on the scans. Wild result. But 5 people and no control group, so I’d slow down before calling that proof of anything. The honest part. UCLA Health looked at all the evidence in January 2026 and concluded: if your lymphatic system already works fine, there’s no real proof this helps it work better. An anatomist at the Medical University of Innsbruck told National Geographic the same thing. Healthy lymph nodes don’t need the help. That sculpted jawline you see in before-and-after clips lasts 1 to 8 hours, according to a certified lymph specialist. It’s a temporary fluid shift, and the fluid comes right back. The brush is also doing nothing your own hands can’t do. A lymphatic therapist told National Geographic straight up: you don’t need any tools, just your fingers. The unsexy answer to long-term lymphatic health is exercise and drinking water. Your muscles are the pump this system was built to run on.
Clara@jjggukies_7

Lymphatic drainage on the face with a brush!! It even shows the result of how it looks

English
124
2.9K
37.2K
4.8M
Adisty
Adisty@yourbo0bs·
yang masih bangun, cung
Indonesia
36
1
121
12.5K
shine retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada 1970an, orang Indonesia membenci Jepang. Rezim Soeharto dianggap penuh oleh "antek Jepang". Jepang memiliki reputasi seperti China sekarang: serakah, slave labor, musuh Islam dll. Ujungnya adalah Peristiwa Malari 1974. Jepang banyak belajar dari sini. Selama berdekade-dekade, soshum Jepang turun berbasah-basahan berusaha memahami Indonesian. Kebudayaan, struktur ekonomi, dll. Cara paling cepat untuk melakukan ini ya adalah dengan mereformasi lingkungan kerjanya langsung. Ekstremitas black company Jepang di Indonesia tidak parah-parah amat dibanding akhlak perusahaan dari China dan Korea. Berkebalikan dengan 1974, hari ini golongan Islam muda menempel Jepang dan kebudayaannya. DKM sekolah-sekolah penuh dengan wibu. Jepang menjadi negara asing yang paling disukai orang Indonesia. Tidak ada yang marah dan tidak ada bahan bakar untuk marah apabila Jepang membuka pabrik, menanam modal, dan menjual produk di Indonesia. Semua ini bukan kebetulan.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Yang seperti ini terutama sangat dibutuhkan oleh investor asing. Pada tahun 1970an, Jepang memiliki reputasi yang mirip stereotype modal China: serakah, eksploitatif, anti-Islam, dll. Pecahlah Malari. Setelah itu, Jepang menghabiskan berdekade-dekade serius memahami Indonesia.

Indonesia
42
269
1.5K
136.9K
txtdarialter
txtdarialter@textfromalter·
altr! ada cewe yg suka jajan ga? snack, ice cream or whatever. reply jajan kesukaan mu nanti aku kasih gift tanpa syarat🤑good luck 😎
txtdarialter tweet media
Indonesia
507
7
434
79.3K
shine retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Ya Allah, kelenjar sekecil semini ini punya tugas senjelimet, sekompleks, dan seribet ini? 😭 Gimana gak makin takjub aku tiap belajar ulang anatomi fisiologi 🥹 "Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" QS. Az-Zariyat (51): 21
Яizal do tweet mediaЯizal do tweet mediaЯizal do tweet media
Indonesia
34
1.7K
12.4K
441.2K
shine retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Soeharto tak pernah diseret ke ruang sidang. Pada 3 Agustus 2000, Kejagung menetapkan Soeharto pribadi sebagai *terdakwa* korupsi Kasus 7 Yayasan. 7 yayasan itu harusnya mengelola uang yang dititipkan bank-bank milik negara. Eh, hampir Rp 6 triliun hilang dicuri Soeharto. Dalam dakwaan itu, yang mencuri bukan Tommy, bukan anak atau antek Soeharto, melainkan Soeharto pribadi sebagai ketua yayasan-yayasan itu. Oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya, Soeharto terbukti dan tertangkap basah dengan tangannya sendiri berbuat kriminal mencuri uang cash dari negara sebesar ~Rp 6 triliun. Fatal. Persidangan disiapkan dalam keadaan mencekam. Pasalnya, gedung Kejaksaan Agung baru saja dibom sejam setelah Tommy Soeharto diperiksa di atas kasus korupsi lain (tak ada hubungannya dengan Kasus 7 Yayasan). Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak hadir dari persidangan dakwaannya karena "sakit". Yang hadir adalah bom. Bom besar itu ditaruh di sebuah bus di samping tempat persidangan tempat Soeharto seharusnya berada. Bom tersebut meledak. Pada 14 September 2000, Soeharto kembali bolos dari persidangan karena "sakit". Sehari sebelumnya, Bursa Efek di SCBD baru saja meledak oleh serangan bom teroris. 15 orang tewas tercabik menjadi potongan tubuh manusia yang gosong. Bergerak atas informasi yang dimilikinya, Presiden Gus Dur memerintahkan kepolisian untuk segera memeriksa Tommy Soeharto dan gerombolan preman FPI yang Tommy pelihara sebagai tersangka utama pengeboman Bom Bursa Efek. Keadaan negara sangat mencekam. Orang takut keluar rumah karena takut bom. Pegawai kejaksaan dan kehakiman lebih cemas lagi, mengingat mereka *sudah* dibom. Bagaimana kalau bom selanjutnya meledak di wajah mereka, atau wajah anak mereka? Seminggu kemudian pada 23 September 2000, tim dokter mengumumkan bahwa sebenarnya Soeharto yang mengaku-ngaku sakit sampai bolos sebenarnya sehat-sehat saja secara fisik. Hanya saja, ia berkelakuan "mengalami sakit mental" dan "syarafnya terganggu" selama diperiksa, sehingga tak layak disidang. Seminggu kemudian pada 28 September 2000, majelis hakim menyetop dakwaan terhadap Soeharto dan menghentikan persidangan. Soeharto berhasil lolos. 8 tahun kemudian, Soeharto mati. 2 tahun kemudian pada 2010, kehebohan melanda kasus penggugatan kerugian Yayasan Supersemar. Soeharto boleh saja mati, tetapi negara yang bank-bank BUMN nya dirampok Soeharto masih ada. Selama bertahun-tahun, negara menuntut uangnya kembali, misal sebanyak Rp 4.4 triliun dari Yayasan Supersemar. Ketika vonis hampir dijatuhkan, terjadi suatu trik sulap. Kertas dokumen putusan kasasi ternyata tidak sengaja mengalami salah ketik, sehingga salah satu paket ganti rugi yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar bukan Rp 185 miliar, melainkan Rp 185 juta saja. Karena salah ketik. Ups. Akhirnya kesalahan ketik kecil ini berhasil diperbaiki 5 tahun kemudian. Selama 5 tahun itu, segala cara aksi legal dilancarkan untuk menunda putusan finalnya. Ternyata, yang harus membayar uangnya bukan keluarga Cendana sebagai ahli waris Soeharto yang saat masih presiden menguasai langsung yayasan-yayasan itu via jabatan formal, melainkan badan yayasan itu sendiri sebagai suatu entitas terpisah. Gerombolan keluarga Cendana membayar ganti rugi ke negara sebanyak nol rupiah. Pengacara keluarga Cendana, O.C. Kaligis, besorak menyombong: "Kami menang mutlak". Soeharto dan keluarganya bukan hanya lolos dari penjara, melainkan juga lolos dari harus mengembalikan Rp 4.4 triliun uang cash yang telah mereka curi lewat Yayasan Supersemar. Yang harus membayarnya malah orang lain. Sampai hari ini, uang cash 4.4 triliun rupiah yang dirampok Soeharto dari bank-bank milik negara masih disimpan dalam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset pribadi keluarga Cendana.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.

Indonesia
48
1K
2.9K
318.3K
shine retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Di industri penerbangan di Indonesia, terdapat suatu mafia yang bikin harga tiket pesawat domestik sangat mahal. Mafia ini mudah diidentifikasi apabila nama Ketua Mafia tersebut kita cari di Wikipedia. Ternyata, punya jabatan tinggi di parpol dan DPR/MPR. Akibat kekuasaan mafia yang malas berinovasi dan malas berkompetisi ini, transportasi antar pulau sangat sulit dan sangat mahal. Jakarta - Medan: Rp 1.5jt London - Istanbul: bisa Rp 750.000 Padahal orang Eropa jauh lebih kaya dengan UMR yang 10x. Buat mereka, bayar Rp 750k serasa bayar Rp 75k. Bayangkan terbang dari Jakarta ke Medan dengan harga Rp 75.000 saja.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Secara komparatif, kelas pengusaha Indonesia jelek, bodoh, dan gaptek. Alasannya, mereka muncul bukan lewat kompetisi Darwin, tetapi lewat kroni-kronian. Salah satu keluarga terkaya adalah keturunan maling yang dulu merampok kayu bulat di Jawa Tengah bareng Kolonel Soeharto. Setelah Reformasi, terjadi deindustrialisasi dan commodity boom dan sepertinya tren ini malah semakin parah. Kelas pengusaha pribumi yang muncul malah lebih busuk, lebih rampok, lebih malas, dan lebih gaptek. Ciri khas pengusaha-pengusaha payah, bodoh, dan gaptek ini adalah sangat sibuk di parpol dan politik, karena hanya dari situlah mereka bisa mendapat uang, proyek, dan tanah. Mereka tidak bisa untung lewat cara lain. Hari ini lebih dari separuh anggota DPR adalah pengusaha semacam ini. Misal, barangkali ada pengusaha perusahaan pesawat yang kualitas maskapainya sungguh jelek dan menyedihkan, sehingga satu-satunya cara bertahan adalah menjadi waketum partai dan mendirikan monopoli lewat situ seperti mafia. Beberapa seperti di Cilegon malah secara langsung merampok pengusaha dan bisnis yang datang. Mereka secara praktis sudah bukan lagi pengusaha, melainkan preman yang hanya bisa merampok dan memalak. Entah mengapa preman-preman semacam ini malah iseng masuk ke asosiasi-asosiasi pengusaha. Mereka tidak mampu dan tidak mau berkompetisi dan berinovasi di pasar yang bebas. Alasannya karena mereka payah, bodoh, lamban, tidak kreatif, dan gaptek. Orang-orang payah dan lamban seperti ini akan langsung dilindas gepeng oleh kegesitan dan kecerdikan kelas pengusaha, kelas STEM, dan kelas manajerial China dari China, yang lahir dari tiga kombinasi maut antara neraka kompetisi Darwin yang tanpa ampun, dukungan kebijakan industri, dan sistem pendidikan.

Indonesia
355
6.9K
27.4K
2.6M
shine retweetledi
🦅 Golden Eagle 🦅
🦅 Golden Eagle 🦅@Y_D_Y_P·
Buat yang penasaran, yes, banyak Immigran di AS yang join Militer untuk bisa cepet dinaturalisasi dan dapet segudang benefit untuk hidup mereka termasuk subsidi Perguruan Tinggi, layanan kesehatan biaya rendah bahkan gratis, rumah dinas, kredit lunak, dan sekolah teknik
ً@AhlulQohwah

Army specialist

Indonesia
237
1.5K
18.7K
1.5M
shine retweetledi
제시카
제시카@jsscaprmrth·
Kenapa ya? Gue gak pernah suka sm narasi kayak gini. Klo kita dpt org bermasalah, mungkin kitalah yg bermasalah sampe narik org2 kayak gini. Kayak gaslight jd seolah2 keputusan kita sm org tersebut tuh salah dr awal. Or i guess another way of victim blaming, no?
제시카 tweet media
Indonesia
172
1.9K
13.7K
697.9K
shine retweetledi
ega
ega@fluoxetan·
saking pentingnya nafkah yg dibebankan kpd suami, kl ditelantarkan tanpa uzur, bisa dihitung sbg hutang, bisa dituntut, bahkan bisa jd alasan cerai. bahkan kl suami pelit atau menahan nafkah padahal mampu, istri boleh mengambil secukupnya sesuai kebutuhan. di ekonomi modern, praktiknya sering jadi tanggung jawab bersama. tp scr syariat, kewajiban nafkah tetap di suami kok. kl istri mau membantu, itu pilihan dia dan jatuhnya jd sedekah, bukan kewajiban, kewajiban istri hanya taat dlm hal yg tdk melanggar syariat saran perempuan berdikarinya jgn sampe mendiskreditkan perempuan lain ygy
ega@fluoxetan

@tanyarlfes in general, perempuan tdk wajib bekerja dan tdk boleh dipaksa untuk menafkahi keluarga, karena nafkah adalah kewajiban suami. tapi kl mau kerja dan membantu boleh aja asal halal. stigmanya kayaknya dtg dari ekonomi skrg yg single income aja gak cukup, tp fiqihnya gak bergeser kok

Indonesia
22
1.3K
5.9K
203.7K
shine retweetledi
Darryl Wezy 🇵🇸
Darryl Wezy 🇵🇸@Darryl_Wezy·
Semoga menang. Salah satu bentuk kedzoliman provider jaringan telco yg udah dibiarinin terlalu lama & bikin mereka nyaman seenak2nya. Ga ada win2 solution, it means business modelnya zolim. Memang udah saatnya orang2 makin awake dan aware. Gw dukung penuh! Dan lo juga harus.
Yuk Berisik@sharpandshark

Indonesia
280
12.9K
38.1K
2M