Muh

78K posts

Muh

Muh

@azirmaop

...

Banda Aceh Katılım Nisan 2011
577 Takip Edilen2.4K Takipçiler
Muh retweetledi
zarah 🦦
zarah 🦦@kunggys·
Kura-kura Berjanggut (960 hal) by Azhari Aiyub Bagaimana mitos berkembang dan bertahan? Melalui Kura-kura Berjanggut, kita diajak hidup dalam cerita bajak laut di Aceh masa lampau yg dituturkan oleh Si Ujud, Tobias Fuller, dan Bantaqiah Woyla. #Bacaankuwng
zarah 🦦 tweet media
Indonesia
3
3
5
1.6K
Muh
Muh@azirmaop·
@ujungbuku Kura2 Berjanggut maish ada kak. Berapa duit
Indonesia
0
0
0
65
ujungbuku
ujungbuku@ujungbuku·
Paket 3 Buku. Harga 5xx - Kura-kura Berjanggut (segel), Azhari Aiyub - Merajut Harkat. Putu Oka Sukanta - Ekonomi Kerbau Bingung, Sindhunata Anggap sudah laku, ya. Sudah banyak yang wa, sepersekian detik setelah pengumuman. Pake sistem antrean, ya Tangannya pada cepet banget
ujungbuku tweet mediaujungbuku tweet mediaujungbuku tweet mediaujungbuku tweet media
Indonesia
7
1
9
4.6K
ujungbuku
ujungbuku@ujungbuku·
Jualan pertama di 2026! Silakan, teman-teman. Ini buku sudah kami kurasi, bagus semua, baik isi dan kondisi. semua original. Terima kasih untuk yang sudah berkenan retwit. Sehat dan bahagia untuk kita semua!
ujungbuku tweet media
Indonesia
31
149
1K
56.5K
Muh retweetledi
Gerakan Pemuda Ansor
Gerakan Pemuda Ansor@Official_Ansor·
BAGANA SIGAP! BANSER NU BERSIHKAN MASJID DI ACEH TAMIANG Masjid menjadi salah satu tempat ibadah yang terdampak bencana di Aceh. Dalam pilunya bencana yang meninggalkan duka mendalam, umat Islam tetap menjalankan ibadah dengan nyaman seraya memohon pertolongan Allah SWT agar segera keluar dari kesulitan bencana kemanusiaan ini. Wujud khidmah Banser Tanggap Bencana (BAGANA) dengan membersihkan masjid di Aceh Tamiang, Kec. Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Aceh, Selasa, 9/12/2025. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Semoga ikhtiar kecil ini membawa keberkahan dan kenyamanan bagi seluruh jamaah. Sigap dalam bencana. Sigap dalam pelayanan!
Indonesia
0
8
30
882
Muh
Muh@azirmaop·
21 tahun lalu amuk air laut, sebulan lalu, amuk air gunung. 26/12/2004 saat ini saya masih bisa membayangkan kegaduhan ummat manusia di Darussalam, Banda Aceh.
Indonesia
0
0
0
105
Muh retweetledi
Gerakan Pemuda Ansor
Gerakan Pemuda Ansor@Official_Ansor·
GERAK CEPAT BAGANA ANSOR SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DI SUMATERA Kepedulian menjadi harapan besar bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Hidup di tengah bencana yang serba memprihatinkan bukanlah mimpi yang diinginkan saudara kita di Sumatera. Untuk itu, aksi nyata yang cepat memperpanjang mimpi dan harapan hidup mereka agar bangkit dari keterpurukan. Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) yang digandeng Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah gerak cepat, penuh amanah serta tanggung jawab menyalurkan bantuan sekitar 2 kontainer dan 2 truk kepada para korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. Bantuan kemanusiaan yang sangat berarti bagi saudara kita di Sumatera yang terdampak musibah. Kepala Satkornas Banser Muhammad Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq mengatakan bantuan ini sangat-sangat dibutuhkan, dan ditunggu, dan sangat menyentuh bagi para korban. Kami akan menyalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak. Tidak membedakan kelompok agama, siapa pun yang membutuhkan yang dapat kami jangkau, akan kami salurkan bantuan dari para donatur tersebut.
Gerakan Pemuda Ansor tweet mediaGerakan Pemuda Ansor tweet mediaGerakan Pemuda Ansor tweet mediaGerakan Pemuda Ansor tweet media
Indonesia
0
8
15
967
Muh
Muh@azirmaop·
istilah "ngunduh mantu" pada pesta perkawinan di Aceh sebaiknya diganti dengan istilah "download meulinte"
Indonesia
0
0
0
91
Muh retweetledi
Solopos
Solopos@soloposdotcom·
Tenaga Honorer R4 Gelar Aksi Damai di Jakarta Tuntut Kejelasan Nasib Mereka menuntut pemerintah agar melakukan pengangkatan tenaga honorer Non Database BKN (R4) yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024. foto.espos.id/tenaga-honorer…
Solopos tweet media
Indonesia
0
1
1
363
Muh
Muh@azirmaop·
Sebagai Petani kita wajib menjaga tanah kebun & ladang kita dari serangan Hama. Kl dibiarkan akan rusak semua. Tapi ini bukan tentang hama
Indonesia
0
0
0
75
Muh retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Bendera Bintang Bulan sudah bertransformasi jadi bendera partai lokal. Eks Panglima GAM Batee Iliek, Darwis Jeunib memberikannya sebagai kenang-kenangan. Perdamaian di Helsinki itu proses yang mahal dan berdarah-darah. Para pejabat dan politikus Jakarta sebaiknya tak main-main.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
65
1K
5K
201.9K
Muh retweetledi
Jejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎
Jejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎@tjambukberduri·
Kura-Kura Berjanggut cetakan pertama (2018) dipinjemin sahabatku tanpa batas waktu (diamanahi ngerawat bukunya). Cetakan kelima (2021) akhirnya mengoleksi bukunya. Bangga bisa mengoleksi & membaca salah satu rekomendasi buku sastra pilihan Mas @senogp terbitan @PenerbitbaNANA
Jejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ tweet mediaJejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ tweet mediaJejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ tweet mediaJejakhina ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ tweet media
Indonesia
5
4
22
9.5K
Muh
Muh@azirmaop·
INFO ACEH | Jalan Tol Padang Tiji - Seulimuem dibuka mulai Besok sampai 10 Juni 2025 (pukul 08.00 - 18.00)
Muh tweet media
Indonesia
0
0
2
108
Muh retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Perang berkecamuk di Aceh. Kehidupan warga Aceh penuh ancaman dan risiko. Tidak punya pilihan, mereka pun menyeberang ke Malaysia dengan status sebagai pengungsi. Apa yang sebenarnya terjadi sampai mereka harus mengungsi? Sebuah utas.
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
125
1.7K
4.4K
282.9K
Muh retweetledi
Acheh Imperial Archives
Acheh Imperial Archives@achehsultanate·
Darurat Militer Aceh Sebuah Catatan Sejarah Status DM Aceh dinyatakan pada 18 Mei 2003 melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2003. Kepres ini dipersiapkan oleh Menteri Pertahanan Matori Abdul Dajil ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
Acheh Imperial Archives tweet mediaAcheh Imperial Archives tweet mediaAcheh Imperial Archives tweet mediaAcheh Imperial Archives tweet media
Indonesia
37
724
1.2K
0
Muh retweetledi
Acheh Imperial Archives
Acheh Imperial Archives@achehsultanate·
Do Karim dengan nama aslinya Abdul Karim, satu diantara sejumlah sastrawan yang mengambil peran perlawanan terhadap kolonial Belanda melalui jalur sastra, Khususnya Hikayat Perang yang bertujuan untuk memompa semangat para pejuang Acheh di medan juang. Abdul Karim berasal dari Keutapang II, Mukim VI, Sagie XXV Mukim, Acheh Besar. Tidak diketahui tahun kelahiran Do Karim. Menurut Ali Hasjmy, Do Karim dilahirkan sebelum Perang Aceh (1873) dan meninggal sebelum 1903.  Do Karim adalah sosok pejuang Acheh yang memilih jalur sastra hikayat yang sesuai dengan jiwa zamannya, dimana pada saat itu salah satu kesenian yang sangat digemari masyarakat adalah menonton pagelaran hikayat di berbagai daerah yang ditampilkan oleh figur-figur yang melegenda, sekelas Teungku Chik Pante Kulu, dan sebagainya. Do Karim adalah seorang sastrawan  Acheh yang fundamental, karena banyak mengarang hikayat-hikayat dan syair. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang multidimensional, dalam artian dia sebagai anak manusia serba bisa. Do Karim sangat ahli dan mahir dalam berpidato dan pengetahuannya yang luas tentang bahasa daerah dalam bentuk prosa, puisi, dan pantun. Oleh karena itu, sisi yang unik dari kesastrawanan beliau adalah dia mampu menyampaikan pesan-pesan moral dalam bahasa yang komunikatif dengan masyarakat Acheh, yaitu lewat bahasa sastra, berupa syair dan hikayat. Kecintaan Do Karim terhadap tanah Acheh dan Islam demikian besar. Salah satu hikayatnya yang sarat dengabn pesan-pesan moral adalah hikayat yang berjudul “Prang Kompeuni”. Hikayat Prang Kompeuni—mengandung beberapa latar belakang. diawali dengan cerita tentang Acheh sebelum perang yang kaya raya, makmur, dan diperintah oleh raja yang adil. Acheh sebuah negeri yang kaya rempah-rempah seperti lada, cengkeh, kemiri, kapur barus, kemenyan,yang harganya sangat mahal di Eropa. Ia juga menceritakan rapat-rapat di Den Haag, yang menyusun rencana penyerangan terhadap Acheh. Dalam hikayat Prang Gompeuni juga dikisahkan kekejaman Belanda yang membunuh rakyat Acheh dengan sangat keji. Penjajah membakar perkampungan, menjarah isi rumah, dan menghancurkan sumber-sumber pangan rakyat. Pun demikian, Rakyat Acheh tidak gentar. Wanita-wanita Acheh melawan Belanda. Menghina tentara Belanda dengan cara meludahi mereka dengan air kunyahan sirih. Rakyat melarikan diri ke gunung-gunung, bercerai-berai dengan sanak saudara. Rakyat yang tidak lari, diawasi secara ketat oleh marsose. Mereka diperiksa tatkala masuk dan keluar kampung. Setiap warga harus menyertai diri dengan surat keterangan, dan tidak diperkenankan membeli barang dalam jumlah banyak.
Acheh Imperial Archives tweet media
Indonesia
0
4
14
884