Azis S Prasetyotomo

4.2K posts

Azis S Prasetyotomo banner
Azis S Prasetyotomo

Azis S Prasetyotomo

@azisseno

AI Coder @ Meta · UW grad student I build AI tools a bit in shape daddy raising 2 kids ·

Seattle, WA Katılım Kasım 2010
180 Takip Edilen679 Takipçiler
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
Dear Mas Ibam, Saya bergabung di Bukalapak di bawah kepemimpinan Mas Ibam. Mas Ibam memberi ruang untuk orang biasa seperti saya untuk speak up my idea. Mas Ibam give me room despite I was just a mediocre engineer di Bukalapak back then. Mas Ibam adalah satu-satunya inspiring figure yang masih reachable buat saya. Rasanya inspiring banget setiap kali ngobrol sama beliau. During COVID, when I got an offer from Meta, Mas Ibam helped me negotiate with the recruiter so I could get the most optimal number. Despite Mas Ibam himself REJECTING an offer from Meta to choose mengabdi untuk Indonesia. Sebaik itu beliau 🥲. Beliau ga ambil offer Meta-nya sendiri, tapi masih mau bantu untuk nego Meta offer orang lain. Dan orang lain itu saya. Dan ga berhenti di situ. Waktu saya mengajukan green card di US, Mas Ibam yang menulis recommendation letter untuk saya. Beliau vouch for me, sekali lagi mengangkat orang lain tanpa mengharapkan apa-apa. That's what shaped me to not become a crab mentality person. Mas Ibam taught me by example. Angkat orang lain, bukan tarik ke bawah. Semoga keadilan berpihak kepada kebenaran. We stand with you, Mas. 🙏 Azis, ex-Bukalapak yang sekarang di Meta
Ibrahim Arief@ibamarief

Bismillahirrahmanirrahim, hari putusan sidang. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, dan kebaikan teman2 sekalian sangat memudahkan kesulitan kami sekeluarga. Terima kasih ya untuk dukungan baik seperti di bawah, bantu kami merasa ngga sendirian setiap menuju sidang. 🙏🏼

Indonesia
20
543
2.2K
147.5K
Azis S Prasetyotomo retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Sejak kasus bergulir, Ibam sekeluarga ngga ada penghasilan. Aset terkuras habis. Kesehatan drop: Jantung kambuh, pendarahan dalam, muncul tumor jinak. Apakah ini balasan atas pengabdian untuk negara? Hanya bisa berdoa & mohon dukungan agar keadilan tegak bagi Ibam sekeluarga.
Indonesia
31
366
1.8K
194.7K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
I coba jalan kaki di Jakarta. The pavement is not designed for pedestrians. Naik jembatan penyeberangan di Tanjung Barat, bolong-bolong, ga sturdy. I was literally gambling my life cuma buat nyebrang.
Indonesia
0
0
7
1.5K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
Makan di restoran fancy di Jakarta. Bill satu meja probably the same as take home pay mbak-mbak yang nge-serve kita that night. In a month
Indonesia
1
1
6
1.6K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
Balik ke Jakarta setelah 3 tahun. Sebulan di sana. Yang masih kepikiran sampe sekarang bukan reunian, bukan makanannya. Tapi the "gap".
Indonesia
1
4
13
2.2K
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Keputusan & kajian Chromebook dibuat pejabat2 kementerian, yang kemudian "cuci tangan" bilang "dari konsultan" Inilah FAKTA yang terungkap dalam persidangan Ada 100+ jam fakta2 rekaman sidang yang perlu aku analisa, padahal sebulan lagi putusan Saatnya fight bikin AI lagi 👇🏼 Seminggu terakhir ngga ada sidang karena pengadilan libur lebaran. Tapi bukan berarti aku bisa libur juga. Tinggal 35 hari lagi menuju sidang putusan, perkiraannya di 30 April 2026. ✍️ Dari menjalani sidang sebagai terdakwa, aku belajar bahwa fakta yang punya kekuatan hukum hanyalah yang diucapkan di bawah sumpah. Banyak pernyataan di BAP yang tidak bernilai kecuali diulang di bawah sumpah sidang. Ini kenapa dalam sidang terbuka seperti perkaraku, advokat biasa rekam seluruh dialog persidangan. Supaya pas susun pledoi, bisa cek ulang apa yang saksi sebenarnya katakan. 🧐 Total rekaman sidangku sudah lebih dari 100 jam. 🤯 Masalahnya, banyak fakta penting terpendam di dalamnya, dan selama ini kita hanya bisa bergantung pada ingatan dan catatan sendiri untuk menebak di rekaman mana fakta tersebut terungkap. Awalnya aku coba unggah rekaman2 itu ke aplikasi seperti NotebookLM, tapi volumenya terlalu besar, beberapa unggahan bahkan ditolak. Yang lebih mengkuatirkan, hasilnya sering halusinasi dan AI-nya tertukar siapa yang bicara apa. Hal seperti ini bisa fatal untuk pembelaan. 😔 Situasi ini mirip dengan beberapa bulan lalu, ketika aku terima dokumen 4.500+ halaman persiapan sidang. Mustahil bisa baca dan ingat semuanya dalam waktu memadai. Ketika aku diskusi AI yang aku bangun dengan Pak Bambang Harymurti, mantan pemred Tempo, beliau cerita bahwa information overload seperti ini sangat dirasakan juga oleh hakim. ⚠️ Beliau cerita kalau majelis hakim sampai tingkat Mahkamah Agung bisa menghadapi ribuan kasus per tahun, setiap sidang bisa berlangsung dari pagi sampai malam, dan tidak semua dialog dalam sidang bisa dicatat rapi oleh panitera. Di sini AI bisa bantu. Bukan hanya untuk advokat dan terdakwa, tapi juga berguna untuk meringankan beban majelis hakim dan penuntut umum sekalipun. Agar berguna dan dapat digunakan semua pihak dalam persidangan, AI-nya butuh tiga kemampuan berikut: 1. Bikin transkrip yang cukup akurat dari rekaman Bahasa Indonesia, sampai ke level menit dan detik untuk setiap kata. ⏱️ 2. Deteksi ketika pembicara berganti, misalnya dari perubahan nada suara. 💬 3. Identifikasi siapa yang sedang bicara, misalnya apakah yang sedang bertanya kepada para saksi adalah hakim atau advokat, dan saksi siapa yang menjawab. 🗣️ Kalau ketiga tahap itu terpenuhi, datanya tinggal diintegrasikan dengan AI yang pakai jaringan pengetahuan perkara yang sudah aku buat. Jadinya kita bisa langsung tanya apa yang terjadi di setiap persidangan, dan bahkan minta dibandingkan dengan isi BAP seluruh saksi. Tapi permasalahan ini ngga mudah dan ngga murah. Salah satu tim advokatku bahkan sampai keluar Rp7 juta untuk alat rekam dan transkrip otomatis 😱 Namun sayangnya, banyak alat seperti itu yang akurasinya kurang bagus untuk Bahasa Indonesia. Jadinya aku mulai eksplorasi, pertama-tama lewat instruksi ke AI coding assistant untuk riset berbagai model dari berbagai provider, pakai sampel rekaman persidanganku sendiri. Tapi setelah aku tinggal mereka untuk riset semalaman, di pagi hari laporannya mengecewakan: Tidak ada satupun model AI yang bisa memenuhi ketiga kebutuhan di atas untuk Bahasa Indonesia. Di titik ini rasanya ingin mengeluh, kenapa Indonesia banyak hambatan dibanding negara lain. Tapi mengeluh ngga bakal bantu pembelaanku 😅 Karena taruhannya meluruskan tuduhan dan mengembalikan kebebasanku, mau ngga mau solusinya harus dicari. Akhirnya solusiku adalah: AI-nya dipecah jadi tiga tahap dengan tiga model berbeda. Salah satu keuntungan bangun AI sendiri, kita bebas pilih model terbaik untuk setiap kebutuhan, dan AI yang aku bangun bisa jadi koordinator agar model2 tersebut saling gotong royong bangun hasil terbaik. Sekarang alurnya jauh lebih enak 👇🏼 Tinggal daftarkan sidangnya, pilih nama2 saksi yang sudah terdeteksi dari BAP, dan unggah semua rekaman persidangan. Transkrip otomatis dibuat, lengkap dengan penanda waktu dan sudah dikelompokkan per pembicara.
Indonesia
52
393
1.5K
115.9K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@ibamarief Incredible use case of AI 🥹. I believe you all are innocence! Is there anything we could help to support this case
English
1
0
10
1.4K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@ibamarief Product wise, Ketika server wanted to initate push data ke client but no connection, we usually push something thru APNS to iOS. In hope, user see the notification and bring our app to foreground to establish the RTC connection
English
0
0
0
148
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@ibamarief I would start with webRTC sih mas, banyak macam framework yg initial setupnya mudah. Yes, server side bs initiate push ke client ketika ada connection. client perlu maintain connection ke server, yes! Umumnya pakai websocket, atau hearthbeat mechanism
Indonesia
4
0
0
399
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
We want to enable realtime comms from the server to the iOS app. Seems like FCM is out of the question since the latency can be ~minutes. Ably & Pusher are two that we're exploring right now, seems like all of them works as a WebSocket client. Any ideas for other options?
English
6
2
17
7.8K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@hasanizer @ibamarief @Moooseencang Wah detail banget ya ingatanya 😅 Engineering problem yang kita hadapi dulu benar2 privilege yang langka, yang cuma bisa didapat di hyper growth phase. Lagi2, beruntung banget dikasih kepercayaan sama mas hasan untuk ngelead critical team saat itu 🫰
Indonesia
0
0
2
1.4K
Hasanul Hakim
Hasanul Hakim@hasanizer·
@azisseno @ibamarief @Moooseencang Siza mah softskillnya jg panutan 🙌. Baru 2-3 tahun udh bikin aku pusing ngasih kritik valid thp framework IOS Bukalapak, udh gitu berhasil ngelead atomic design pattern team.
Indonesia
1
0
7
1.7K
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Dulu di IF ITB, ada teman yang ga bisa nyalain komputer & kalkulus. Tapi dia ngga nyerah. Pelan2 belajar & minta ditutor. Sering oprek2 di labkom karena ngga ada PC/laptop. Fast forward 18 years later, she's at Google. Don't u ever tell me kemampuan koding ga bisa dilatih. 🔥
gub@pptottot

@maulanafikri455 bang emang bener begini ya?🥹

Indonesia
55
660
4.4K
319.1K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@ibamarief Setuju dengan side note nya !! Dan aku beruntung bisa masuk Bukalapak lalu bertemu orang2 pintar yang humble, jd bisa saling belajar. Oh dan beruntung bisa dapat privilege merasakan problem2 engineering hyper growth startup 🫶
Indonesia
0
0
4
338
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Siza ini contoh kerja keras membuahkan hasil regardless latar belakang 🔥 Di balik "fast forward 7 years" ada banyak sekali perseverance 🔥 Side note: berarti hiring process & growth culture di kantor dulu lumayan berhasil ya kalau alumninya sekarang bisa jadi L6 di Meta 🫶🏻
Azis S Prasetyotomo@azisseno

@ibamarief @Moooseencang Aku aku.. aku bukan anak ITB, sekarang staff eng di meta . Was just ordinary engineers back then, yang selalu gagal interview krn galolos coding test 😅

Indonesia
1
5
64
5K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
@ibamarief @Moooseencang Aku aku.. aku bukan anak ITB, sekarang staff eng di meta . Was just ordinary engineers back then, yang selalu gagal interview krn galolos coding test 😅
Indonesia
3
4
60
9.9K
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
@Moooseencang Dulu kami sering becanda keluar dari ITB tanpa kena DO itu lebih susah daripada masuknya 😅 Unfortunately ada sekian belas teman2 seangkatanku dulu yang ends up keluarnya lewat DO, jadi "bisa masuk" bukan jaminan juga karena perlu attitude pantang menyerah yang kuat.
Indonesia
3
8
218
16.9K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
5 tahun sekali semua orang jadi nationalist. Paling merasa kritis padahal cuma loyalist. Nanti pemilu habis kerja lagi biar uang ga habis
Indonesia
0
0
1
1.8K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
Melihat komunitas ini itu, human right, stop oil, conservative, liberal, buruh, strike dan demo dimana2. Identik sekali kalau minoritas itu pasti berisik. Tp harusnya itu wajar sih karena biar terdengar oleh mayoritas. That’s the bauty of democracy ❤️
Indonesia
4
1
0
2.2K
Azis S Prasetyotomo
Azis S Prasetyotomo@azisseno·
Pengalaman tinggal di 4 negara: dari negara yang baru jd democracy, di negara yang baru jadi constitutional monarchy, lalu negara dengan consitutional monarchy tertua di dunia, sampai sekarang di negara representative democracy tertua di dunia. indo, Singapore, UK, USA
Indonesia
20
0
5
2.5K