
Dear Mas Ibam,
Saya bergabung di Bukalapak di bawah kepemimpinan Mas Ibam. Mas Ibam memberi ruang untuk orang biasa seperti saya untuk speak up my idea. Mas Ibam give me room despite I was just a mediocre engineer di Bukalapak back then.
Mas Ibam adalah satu-satunya inspiring figure yang masih reachable buat saya. Rasanya inspiring banget setiap kali ngobrol sama beliau.
During COVID, when I got an offer from Meta, Mas Ibam helped me negotiate with the recruiter so I could get the most optimal number. Despite Mas Ibam himself REJECTING an offer from Meta to choose mengabdi untuk Indonesia.
Sebaik itu beliau 🥲.
Beliau ga ambil offer Meta-nya sendiri, tapi masih mau bantu untuk nego Meta offer orang lain. Dan orang lain itu saya.
Dan ga berhenti di situ. Waktu saya mengajukan green card di US, Mas Ibam yang menulis recommendation letter untuk saya. Beliau vouch for me, sekali lagi mengangkat orang lain tanpa mengharapkan apa-apa.
That's what shaped me to not become a crab mentality person. Mas Ibam taught me by example. Angkat orang lain, bukan tarik ke bawah.
Semoga keadilan berpihak kepada kebenaran. We stand with you, Mas. 🙏
Azis, ex-Bukalapak yang sekarang di Meta
Ibrahim Arief@ibamarief
Bismillahirrahmanirrahim, hari putusan sidang. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, dan kebaikan teman2 sekalian sangat memudahkan kesulitan kami sekeluarga. Terima kasih ya untuk dukungan baik seperti di bawah, bantu kami merasa ngga sendirian setiap menuju sidang. 🙏🏼
Indonesia


