Abdul Aziz
4.2K posts

Abdul Aziz
@azizkomputer
Jika kamu membaca, maka kamu akan mendapatkan pengetahuan yang baru.








Guys, ada pernyataan dari Seskab Teddy Indra Wijaya yang menurut gue perlu dibaca dengan sangat teliti bukan karena isinya mengejutkan, tapi karena reaksinya yang mengejutkan. Teddy bilang dia terkejut menemukan masih ada anak-anak yang putus sekolah hanya 5 kilometer dari kantornya. Dan gue perlu berhenti sebentar di situ. 5 kilometer dari kantor Seskab. Kantor Seskab ada di kawasan Istana Negara jantung pemerintahan Indonesia. Pusat kekuasaan yang sudah berdiri puluhan tahun. Dan pejabat yang berkantor di sana baru terkejut menemukan ada anak-anak putus sekolah di radius 5 kilometer? Bukan 500 kilometer. Bukan di Papua. Bukan di NTT. Lima kilometer dari Istana Negara. Ini bukan masalah baru yang tiba-tiba muncul: Data kemiskinan dan putus sekolah di Jakarta Pusat bukan rahasia. Kawasan Tanah Abang, Gambir, Senen, Johar Baru semua ada dalam radius itu. Semua sudah tercatat dalam data BPS selama bertahun-tahun. Semua sudah dilaporkan berbagai LSM dan jurnalis selama puluhan tahun. Anak-anak pemulung di kolong jembatan. Anak-anak yang ikut orang tua ke pasar daripada ke sekolah. Anak-anak yang putus sekolah karena biaya. Ini bukan fenomena baru yang muncul bulan lalu. Ini sudah ada selama pemerintahan demi pemerintahan berganti di gedung yang hanya 5 kilometer jauhnya. Dan yang paling perlu digarisbawahi: Teddy Indra Wijaya bukan pejabat baru yang baru seminggu menjabat. Dia Seskab salah satu posisi paling dekat dengan pusat kekuasaan. Dia adalah orang yang tahu hampir semua hal yang terjadi di lingkaran istana. Kalau dia benar-benar baru tahu ada anak putus sekolah 5 kilometer dari kantornya itu adalah pertanyaan serius tentang seberapa jauh para pejabat kita benar-benar terhubung dengan realita rakyatnya. Kalau dia sudah tahu tapi baru sekarang bereaksi — pertanyaannya berbeda: kenapa baru sekarang? Tidak ada jawaban yang memuaskan untuk keduanya. Soal Sekolah Rakyat dan ini perlu diapresiasi tapi juga dikritisi: Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif yang niatnya bagus. Memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini terputus dari sistem. Tapi perlu diingat beberapa hal: Satu — program ini baru akan mulai orientasi Mei-Juni 2026. Ajaran normalnya Juli. Artinya baru akan berjalan sementara masalah putus sekolah di sekitar istana sudah ada selama puluhan tahun. Dua — kapasitas awal di STIA LAN hanya 100 siswa. Di kota dengan jutaan penduduk dan ribuan anak putus sekolah 100 siswa adalah titik awal yang sangat kecil. Tiga — akan ada 10 lokasi di Jakarta. Itu lebih baik. Tapi pertanyaannya: kenapa baru sekarang? Gedung pemerintah kosong yang bisa dipakai sudah ada sejak lama. Yang paling ironis dari seluruh situasi ini: Di saat yang sama pemerintah sedang menjalankan MBG yang menyerap hampir Rp1 triliun per hari. Motor listrik Rp1,2 triliun yang gudangnya terkunci. Video conference BGN Rp5,7 miliar. Kaos kaki Rp6,9 miliar. Dan 5 kilometer dari Istana masih ada anak yang tidak pernah menginjak bangku sekolah. Bukan karena tidak ada uangnya. Tapi karena prioritasnya ada di tempat lain. Dan kalimat Teddy yang paling mengusik: "Ini masalah lama dan itulah kita selesaikan secara bertahap, berkala, tapi secepat mungkin." Masalah lama. Dia sendiri yang bilang. Kalau sudah tahu ini masalah lama kenapa reaksinya adalah terkejut seolah baru pertama kali melihat? Seseorang yang benar-benar tahu ini masalah lama tidak akan terkejut. Mereka akan datang dengan solusi yang sudah disiapkan bukan dengan ekspresi kaget. 5 kilometer dari Istana Negara. Masalah yang sudah puluhan tahun ada. Dan pejabat yang berkantor di sana baru terkejut menemukannya. Ini bukan soal Teddy secara personal. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar jarak yang sangat dalam antara kehidupan di dalam gedung-gedung kekuasaan dengan realita yang ada tepat di luar pagarnya. Dan selama jarak itu tidak disadari dengan sungguh-sungguh bukan hanya saat kunjungan lapangan yang kemudian jadi berita maka "masalah lama" itu akan terus menjadi masalah lama. Bukan karena tidak ada solusinya. Tapi karena perhatiannya selalu datang terlambat dan pergi lebih cepat dari masalahnya.

























@infomjkt Tapi selama inti masalahnya belum diatasi (jebolnya tanggul), dikhawatirkan musibah ini akan berlanjut hingga 2 minggu.


Walaupun beliau ga jualan kelas, tapi gua heran sama pandangan netizen disini. Apa sih yang salah sama jualan kelas? Gua heran deh, sehina itu ya? Gua pun masi sering beli course, dan yang kurasi kan kita sendiri. Yang salah itu kalau duitlu cuma 30 juta, terus lu beli kelas 30 juta iming2 kaya. Itu elu yang begonya unlimited. Ini kejadian pas gua tanya temen yang minta kerja ke gua. Real case. Gua tanya, lo kan kerja di perusahaan gede sebelumnya? Masak gak ada tabungan? Terus dia jawab, "Ada sih bang THR, tapi gua beliin kelas kemarin 30 juta". Gua tanya lagi, berapa return lu dari invest 30 juta itu? Dia jawab "gak ada bang". Akhirnya gak gua kasih kerjaan, tapi gua kasih siraman rohani 1 jam gua ngomel2. 😂 Itu baru bego unlimited.



Bisa bantu informasi update foto/video kabarnya siang/sore tadi ada luapan sungai masuk perkampungan warga di wilayah Kepuhsari dan lainnya di Kec. Kutorejo. Bgmn kondisi saat ini?






