Azka

15.6K posts

Azka banner
Azka

Azka

@azkarianto

@uofglasgow | @chelseafc since 2006

Katılım Mayıs 2009
313 Takip Edilen593 Takipçiler
Azka retweetledi
Stories with Intention
Stories with Intention@sozialsm·
Apa ya rasanya bisa nonton tim kesayangan di stadion kesayangan langsung? Di episode ketiga Walk Me To The Stadium, kita bakal hijrah ke London nih. Series kali ini kita bakal ngajak lo keliling, bukan cuma ngeliatin stadion, tapi denger cerita menarik temen kita tentang klub kesukaannya, Chelsea. Pas banget kan ditonton sambil nunggu Chelsea lawan MU nanti malem 👀 Di episode kali ini kita bakal ditemenin sama @azkarianto yang excited buat sharing pengalaman nonton langsung di Stamford Bridge. Nggak cuma itu, Azka mampir jalan-jalan ke London dan keliling banyak stadion di sana juga. Waktu itu Azka cerita kalau dia jauh-jauh naik bis ke London dari Glasgow, dari tempat kampusnya buat nonton tim London biru ini. Bagi Azka dateng ke Stamford Bridge tuh rasanya kayak ibadah spiritual bola. It was an unforgettable experience to him dan dia berharap bisa dateng lagi ke sana waktu Chelsea keadaannya makin baik hehe 🙂‍↕️ Jujur, kita bisa relate banget sih sama perasaan Azka karena magical banget untuk ketemu sama tim favorit yang udah disuka dari dulu. Waktu masuk ruang ganti, ngeliat jajaran trofi klub, terus nonton match langsung tuh emang gila sih rasanya. Semoga kita semua bisa nyusul Azka untuk nonton tim kesukaan kita langsung yaa 🤩 Nah, kita udah jalan-jalan tiga kali buat nonton tim Inggris. Nextnya, ke Spanyol asik kali ya?
Stories with Intention tweet media
Stories with Intention tweet media
Indonesia
15
16
45
5K
Azka
Azka@azkarianto·
1. Bikin Sistem Informasi kok Jasa Lainnya? 2. Even yang di bawah 200 juta itu pengadaan langsung bukan penunjukan langsung. 3. Kalo penunjukan langsung harusnya pada saat keadaan kahar atau gagal tender beberapa kali?!
Riz@rizkidwika

Lah??? 600 miliar bisa penunjukan langsung???

Indonesia
0
0
0
105
Azka
Azka@azkarianto·
Kadang mikir jangan2 orang yang berangan angan punya 10M buat ditaruh di SBN atau instrumen low risk lainnya tu sebenarnya berharap dpt 50 juta per bulannya dibanding dapet 10M nya. Soalnya kalo udh di titik punya 10M, bakal pengen ngembangin uangnya dgn rate lebih tinggi gaksi?
diska@miillkttaee

mending 10M , masukin ke sbn yg rata ratanya 6% pertahun tinggal duduk manis dapet 50jt perbulan🥰 indahnya financial freedom i wish i wish ya allah😭😭😭

Indonesia
0
0
0
92
Azka
Azka@azkarianto·
@bayuajibandoro Mau nanya kak, saya gatau kalau di level desa. Kalo di level K/L kan harusnya PPK menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS), mau bentuknya barang atau jasa kaya gini yang intangible. Umumnya dasarnya dari harga pasar, nah kalo di kasus ini pengadaannya ada semacam HPS gitu gakya?
Indonesia
0
0
1
186
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
181
3.9K
7.5K
326.6K
Cakrawalá Nusantará
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak·
Logika Jaksa penuntut umum bahaya banget ‼️ Jasa editing video dikasih harga Rp 1.000.000 di bilang markup. Jaksa bilang jasa editor harusnya Rp 0. Ini jadi alarm buat para editor dan para kreator. Faktanya : •Editor bekerja berjam jam •Videografer bekerja berhari hari. •Kreator bekerja dg skill, alat mahal dan pengalaman. Ini bukan masalah hukum ini penghinaan terhadap "profesi kreatif"
Indonesia
1K
5.1K
10.2K
797.3K
Azka
Azka@azkarianto·
@arsenatasyas Rasanya bener2 kaya pergi haji, emotionally and spiritually fulfilled 🥹 Tp dpt tiketnya susah, harus ke secondary market, klo beli di website klubnya lgs psti habis / udah diambil sm seasonal ticket holder… London overall worth it untuk dikunjungi krn banyak yg bisa diexplore
Indonesia
0
0
0
29
sya
sya@arsenatasyas·
@azkarianto pgn banget nyusul kak ke london😭🙏🏻 rasanya gimana kak pertama kali nonton wkwkwk
Indonesia
1
0
0
41
sya
sya@arsenatasyas·
karena rame diskursus alasan ngefans klub bola karena trofi atau tanpa trofi, jadi keinget aku pernah nanya pertanyaan ini di twitter. ternyata jawabannya beragam: ada karena momen kekalahan, kemenangan, ngga sengaja nonton, sejarahnya, pemainnya, warna jerseynya bagus, dsb. mungkin pada tertarik buat baca respon temen-temen di sini, heartwarming dan insightful juga ^_^
sya@arsenatasyas

yang suka bola, minta tolong bantu jawab dong untuk surveikuuu 🙏🏻✨ kalian kenapa suka sama klub yang kalian dukung? ada momen bola spesifik gaa yang buat kalian suka klub itu? (misal: nonton final ucl, tim kalian kalah, malah suka😭)

Indonesia
54
12
63
28.7K
Azka
Azka@azkarianto·
@arsenatasyas Tidak kak, itu sudah 6 tahun berikutnya sejak support chelsea wkwkwk
Indonesia
1
0
0
31
sya
sya@arsenatasyas·
@azkarianto pasti nonton final ucl ya pertama kali kak? wkwkwkw
Indonesia
1
0
0
183