Sabitlenmiş Tweet
☡ꪗ™ 🍉
1.8K posts

☡ꪗ™ 🍉
@azry_itb
Ᏻ𝑜𝑜𝒹 𝑏𝑜𝑦 🕊️ Hanya Penikmat Aplikasi, Nanti Bosen Juga Hiatus Lagi.
Katılım Ocak 2011
68 Takip Edilen88 Takipçiler

@tanyakanrl Ontologi Peradaban akan selalu mematahkan Agitasi Politik, kendati Narative Shaper mendahuluinya.
‘𝙃𝙪𝙢𝙖𝙣 𝘿𝙞𝙜𝙣𝙞𝙩𝙮’ tidak bisa di ‘𝙋𝙤𝙡𝙖𝙧𝙞𝙨𝙖𝙨𝙞.’
Indonesia

@tanyakanrl Narasi Propaganda mudah dipatahkan dikalangan akademisi. Maka, buzzer dikerahkan untuk menstimulasi informasi menjadi himpunan doktrin.
Validasi keabsahan fakta, cenderung diawali dengan masifnya Agitasi Sosial. Informasi yg dilakukan secara intens akan mengaburkan Elaborasi.
Indonesia

@tanyarlfes Selagi.. Masih Sehat Jasmani & Rohani, Memiliki Orang Terdekat, Wawasan yg Bisa dijadikan Pengalaman, Pengetahuan yg ter-Convert Menjadi Penerapan, Bisa Menguasai Psikologis Mandiri & Pemahaman Mengenai Ilmu Teologis.
“Ujian & Cobaan Dalam Kehidupan Apapun, Pasti Survive.” 🕊

Indonesia

@worksfess Setuju..! Jenis Ruang Lingkup Apapun Mempengaruhi Nilai Kognisi Sosial (interaksi).
Seorang Profesional sekalipun akan menjadi Unprofessional Conduct. Bilamana, situasi & kondisi serta tekanan & tata kelola diluar batas kewajaran (Negatif). 🕊
Indonesia

@yappingfess Maafin aja.. Namanya juga Manusia. Kadang TAHU kadang-kadang ga TAHU.
Indonesia

@tempodotco Programnya memang wajib dipotong karena sudah lewat Grand Opening.
Dari awal ini sudah aneh, Persiapan & Pelaksanaan dilakukan bersamaan, yg membuat Pengadaan Alokasi Program, sebagian berkamuflase menjadi anggaran proyek. Sehingga, menimbulkan kecurigaan publik skala nasional.
Indonesia

@tanyarlfes “Eyang, Mohon Berikan Ruang Untuk Generasi Muda yg Ber-Integritas, Bukan yg Ber-Eliktabilitas Sebagai Pemimpin. Menjadi Seorang Penasihat di Usia Senja adalah Pilihan yg Paling Bijaksana.”
Penguatan: Regenerasi Kepemimpinan Harus dipersiapkan, Demi Terciptanya Tatanan Peradaban.

Indonesia

@tanyakanrl Sering kali, Mereka yg merasa Aristokrat! Demi Citra, menjadikannya landasan pembelaan seorang Penjahat Extraordinary. *Biadab
Abmoral, Nir-Etika & Bias Empati mengkerdilkan Human Dignity (inheren). *Idiot
“Peradaban Hancur Bukan karena Peperangan, Melainkan Kelainan Moralitas”
Indonesia

@lelerebus77 @tempodotco Betul.. Sudah ada kejadian, yg dimana korban sudah meninggal difitnah.
Dilematik seperti ini, dibutuhkan perhatian khusus & kehati-hatian ekstra untuk menetapkan suatu peraturan.
Perubahan Antropologi:
Bisa ke arah Abuse of Power atau Mengurangi Kebringasan Begal.
*Deskripsi
Indonesia

@azry_itb @tempodotco yg menyeramkan dari tembak di tempat ini abuse of power. misal lo ada masalah sama anggota, si anggota akhirnya nembak lo, lo mati, untuk nutupin kasusnya, lo dibilang pelaku begal. ini, ini yg melanggar HAM.
Indonesia

@yappingfess Tulisan ini dibuat berdasarkan ‘Aposteriori’ tanpa menggunakan aplikasi AI apapun.
Indonesia

@yappingfess Awal bahasa panggilan “Kak” itu sebenarnya bahasa Sales (SPB/SPG) dalam pelayanan.
Hipotesanya tu gini: dalam struktur bahasa/kalimat yg terucap terkadang menimbulkan perspektif & persepsi berbeda. Misal; mas/mba *panggilan dalam budaya jawa.
––cont 👇
Indonesia

@yappingfess Variabel ini bagian dari Variasi dalam pelayanan seorang sales terhadap Customer.
Frasa “Kak” sangat dominan ter-implementasi, karena tidak mewakili faktor ‘Subkultur’ sehingga lebih mudah direspon sebagai panggilan formal.
Catatan: Frasa ‘Bang’ untuk pria masih belum universal
Indonesia

@yappingfess Dikarenakan setiap customer berbeda-beda di dalam persepsi (panggilan). Maka, pengucapan yg pas dalam pelayanan harus yg bersifat Universal, yaitu: kata “Kak”. Nilai kata, “Kak” berefek luas karena hampir tidak adanya instrumen sentimen didalam pengucapan.
––Cont²👇
Indonesia

@tanyarlfes Begini.. Kasih pertanyaan:
“Ultraman sama Monas kira² tinggian mana ya..?”🤔,-*nanti terjadi perdebatan panjang baru nanya lagi ––“Kalo Loe Sendiri, Tingginya Berapa..?”🧐
Tips: Gunakan analogi (sekunder) yg berhubungan dengan pertanyaan primer.
*Jokes lebih natural & alami.
Indonesia




















