Sabitlenmiş Tweet
Ga perlu tau, ytta
8.7K posts

Ga perlu tau, ytta
@b_another_me
tempat nyampah, ngeluh, curcol, dan ngmongin hidup yg ga ada habisnya
Kalimantan Selatan Katılım Mart 2015
356 Takip Edilen83 Takipçiler
Ga perlu tau, ytta retweetledi

Banyak perempuan diajarin untuk jadi kuat, tapi bukan untuk punya power.
Kuat itu tahan banting, sabar, ngalah, bisa handle semuanya sendiri.
Power itu berani untuk punya pilihan, bisa bilang no, bisa ninggalin, bisa set boundary tanpa rasa bersalah.
Dan ironisnya society sering ngepraise perempuan yang kuat (yang tahan disakiti, tetap stay, tetap ngurus semua), tapi uncomfortable sama perempuan yang punya power (yang tegas Dan gak mau compromise terus).
Semua perempuan kuat kok, gak kekurangan strength,
yang sering kurang itu permission untuk pakai powernya.
Abid@abid0588
Unpopular opinion about woman ?
Indonesia

Sedih bgt aku semuanya ga bsa konsisten 😞
Яizal do@afrkml
Jawab jujur! 🫵🏻 Poin mana aja yg paling susah utk dijaga? 1. Tidur cukup 7-8 jam tanpa begadang 2. Olahraga rutin 150 menit/minggu 3. Pola makan teratur (jadwal makan hampir sama tiap hari, porsi cukup & bergizi seimbang) 4. Cukup minum air mineral 5. Kelola stres adaptif Ada yg sudah konsisten ngejaga kelima-limanyaaa?
Indonesia
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi

@IndonesiaFedera Tapi aku sadar hal itu akan menambah masalah lain hanya karena tidak memihak pada ibu. Tidak ada kebebasan berpendapat. Terkadang malah aku kasian sama ayah karena anak2nya seperti didoktrin untuk percaya bahwa ayahnya jahat padahal tidak sejahat itu. Mungkin ibu terlalu terluka
Indonesia

@IndonesiaFedera Membenci? Tidak
Menjauh? Iya
Kebingungan? Iya
Ikut terluka? Iya
Tp yg paling membuatku muak adalah dipaksa ikut terlibat dalam masalah mereka. Dipaksa utk menilai dan memihak siapa. Sebenarnya ingin netral dan membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri,
Indonesia
Ga perlu tau, ytta retweetledi

BANYAK ANAK TUMBUH MEMBENCI AYAHNYA
Banyak anak tumbuh menjauh dari ayahnya..., bukan karna ayahnya selalu salah, tapi karna anak dijadikan tempat curhat ibunya.
Hari ini ayah diceritakan sebagai orang yang jahat, besoknya mereka sudah berdamai lagi
Yang kebingungan siapa? Anak
Perasaan anak ikut terluka, padahal dia tidak perna meminta memilih
Ingat anak bukan tempat meluapkn luka pasangan, apalagi jika hubungan itu masih ingin dipertahankan
Karna luka yang tidak diselesaikan oleh orang tua, sering kali ditanggung oleh anak
Indonesia
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi

Gw punya temen namanya si A, tinggal di Bekasi kerja di Sudirman.
Senin sampai Jumat rutinitasnya sama terus.
Bangun setengah lima pagi.
Siap siap.
Berangkat sebelum jam enam karena kalau kesiangan macetnya tidak manusiawi.
Sampai kantor jam tujuh.
Kerja sampai jam lima sore.
Sampai rumah jam tujuh atau delapan malam.
Dua jam lebih di jalan.
Tiap hari.
Pulang pergi.
Dan ini bukan keluhan dia ini memang realita yang dijalani jutaan orang yang tinggal di penyangga Jakarta setiap harinya.
Jadi waktu weekend datang orang lain mungkin langsung mikir mau hangout ke mana.
Si A mikir hal yang berbeda.
Sabtu pagi dia bangun siang.
Tidak ada alarm.
Tidak ada jadwal.
Buka Netflix yang episodenya sudah lama tidak dilanjutin.
Siapkan snack.
Dan tidak kemana mana sampai Minggu malam.
Dan dia bahagia.
Genuinely bahagia.
Bukan karena dia antisosial.
Bukan karena tidak punya teman.
Tapi karena dia paham persis apa yang paling dia butuhkan setelah lima hari menguras energi di jalan dan di kantor.
Kita hidup di kota yang desainnya tidak ramah waktu. Jarak rumah ke tempat kerja yang tidak masuk akal. Transportasi yang belum cukup untuk semua orang. Dan budaya kerja yang masih menganggap hadir lebih awal dan pulang paling telat sebagai tanda dedikasi.
Akibatnya banyak orang yang secara fisik ada di rumah tapi energinya sudah habis sebelum sampai pintu.
Dan weekend bukan lagi soal hiburan atau eksplorasi.
Tapi soal pemulihan.
Jadi kalau ada yang nanya memang ada orang yang genuinely senang di rumah seharian sendirian tanpa ketemu siapapun?
Jawabannya ada.
Banyak malah.
Dan mereka bukan aneh atau kurang pergaulan.
Mereka cuma orang yang sudah terlalu lelah oleh perjalanan yang bahkan belum dimulai sebelum matahari benar benar terbit.
✦ 𝓢𝓱𝓲𝓷𝓮 ✦🪐@upshine3
Serious question, do people actually exist who genuinely enjoy staying home all day, completely alone, without seeing anyone?
Indonesia
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi

Gw ada temen, dia tuh bisa seharian di rumah cuma ngegame atau baca buku. Gak keluar, gak ngobrol sama siapapun, gak ngehubungin siapapun.
Dan dia baik baik aja.
Gw pernah chat dia siang, gak dibales. Sore, gak dibales. Malem baru muncul, 'oh sorry gw lagi asik.'
Asik ngapain? Ngegame sendirian. Atau baca buku sampe ketiduran.
Bukan karena dia lagi sedih. Bukan karena ada masalah. Emang itu hari normalnya dia.
Gw yang justru heran sendiri kok bisa ya? Gw sejam aja di rumah tanpa ada suara orang udah mulai gak karuan.
Tapi dia? Tenang. Gak gelisah. Gak ngerasa ada yang kurang.
Zan@kapten__monyet
??
Indonesia
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi
Ga perlu tau, ytta retweetledi

people born in 1990-2005 realizing we grew up in the best time to be a kid and the worst time to be an adult
shipz 𖤐@heyshipz
people born in 1990-2005, how’s life?
English
Ga perlu tau, ytta retweetledi
















