Malis non expediat malos esse

36.7K posts

Malis non expediat malos esse banner
Malis non expediat malos esse

Malis non expediat malos esse

@bagiwang

Asking the right questions is more important than you think.

Titik Nol Katılım Aralık 2009
627 Takip Edilen492 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Malis non expediat malos esse
Bicara tentang ilmu saja ribut malah mau bahas tentang iman. Dasar Manusia.
Indonesia
0
1
4
0
Malis non expediat malos esse retweetledi
The Wall Pass Journal
The Wall Pass Journal@wallpassjournal·
🚨Two days ago, Persis Solo posted a poster featuring lots of suckermouth catfish, which have been a recent issue in Jakarta, to promote their upcoming match against Persija Jakarta. Today, Persija Jakarta responded in style, beating Persis Solo 4–0 at GBK. Their social media then fired back in the psywar by uploading an animation of the “Tembok Ratapan Solo” 😂 Great banter from both clubs!
The Wall Pass Journal tweet mediaThe Wall Pass Journal tweet media
English
108
1.9K
6.4K
481K
Suluh
Suluh@suluh_dinyana·
@bayuajibandoro @Arip_eS @wiharyo @Urrangawak HPS yang disusun oleh PPK memang ga bisa pakai acuan dari luar ya pak? kalau di SBM ga ada kan referensi dari googling banyak, dari marketplace jasa2 edit video atau dari ekatalog.
Indonesia
1
0
1
705
Cakrawalá Nusantará
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak·
Logika Jaksa penuntut umum bahaya banget ‼️ Jasa editing video dikasih harga Rp 1.000.000 di bilang markup. Jaksa bilang jasa editor harusnya Rp 0. Ini jadi alarm buat para editor dan para kreator. Faktanya : •Editor bekerja berjam jam •Videografer bekerja berhari hari. •Kreator bekerja dg skill, alat mahal dan pengalaman. Ini bukan masalah hukum ini penghinaan terhadap "profesi kreatif"
Indonesia
1K
5.1K
10.2K
797.4K
Malis non expediat malos esse
PPK yang tak memadai Auditor yang tak profesional Jaksa yang tak kompeten Semoga Majelis Hakim cukup bijak memahami perkara ini
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.

Indonesia
0
1
2
141
Malis non expediat malos esse
Yang ditanya pendapat tidak populer, bukan pendapat goblok atas kekeliruan memahami sebab-akibat sebuah permasalahan.
Indonesia
0
0
0
22
Malis non expediat malos esse retweetledi
tirtoid
tirtoid@TirtoID·
KPK: Yaqut Pakai Uang Jemaah Haji untuk Kepentingan Pribadi tirto.id/kpk-yaqut-paka…
Indonesia
432
1.8K
4.5K
281.4K
Malis non expediat malos esse retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Ketika lele mentah jadi menu MBG, maka tidak memenuhi definisi sebagai makan bergizi, karena belum siap jadi makanan. Kalau lelenya digoreng di rumah, fungsi pelayanan dan pemenuhan gizi di sekolah tidak terjadi. Apalagi menggoreng di rumah, membuat pembiayaan rumah tangga tidak berkurang (Minyak + gas/api). Multiplier Effect yang selama ini dibanggakan MBG, tidak terjadi. Lagi-lagi, kita membayar dua kali, setelah membayar pajak untuk MBG, kita juga membeli minyak dan gas untuk menggoreng lele dan menghilangkan lendirnya.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
72
484
879
45.9K
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
@NataliusPigai2 Sy gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yg bs fasilitasi. Kalau bapak yg colek mereka mungkin lebih berarti. Trima kasih youtubenya. Sy hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UiI Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Sy pasti senang belajar🙏
Indonesia
162
321
2.5K
153.9K
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Pak @NataliusPigai2 saya setuju dgn bapak, seringkali profesor itu dibesar2kan saja. Sy izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Sy mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana sy bs belajar🙏
Indonesia
527
3K
10.1K
316.3K
Malis non expediat malos esse retweetledi
Media Indonesia
Media Indonesia@mediaindonesia·
Kemandirian anggaran lembaga peradilan dalam UU MA, UU MK dan UU Perbendaharaan Negara digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Para pemohon menilai ketergantungan anggaran kepada pemerintah berpotensi menghambat kualitas putusan hakim. mediaindonesia.com/politik-dan-hu…
Indonesia
1
1
0
185
Malis non expediat malos esse retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Tahun 2024, anggaran pendidikan 655 Triliun, yang ditransfer ke daerah+ dana desa sebesar 346 Triliun rupiah, atau 52,82%.✅ Tahun 2025, anggaran pendidikan 724 Triliun, transfer ke daerah sekitar 347,9 Triliun, atau 48,08 %.⬇️ Tahun 2026, anggaran pendidikan 769 Triliun, transfer ke daerah dari anggaran pendidikan menurun, menjadi hanya 264 Triliun rupiah atau 34,33%. ⬇️ Akibatnya pendanaan pendidikan di 500 lebih pemda menurun. Mereka gak sanggup gaji guru PPPK PW, sehingga hanya digaji kisaran 100 ribu (Kab.Musi Rawas) , 139 ribu (Kab.Dompu), dan 500 ribu rupiah (Langkat & Blitar) perbulan. Berbanding 20 kali lipat lebih rendah dari gaji supir MBG dan status lebih baik dari pegawai SPPG yang diangkat jadi PPPK TANPA PW. Kenapa pegawai MBG bisa direkruit menjadi PPPK sementara guru PPPK harus Paruh waktu? Kalau hak pendidikan diperkuat dengan PIP untuk siswa dan Sekolah rakyat adalah bentuk afirmasi kepada siswa miskin, mengapa siswa SD kelas IV di NTT yang berasal dari keluarga miskin tidak terjamah oleh program tersebut, padahal hanya ingin membeli pulpen? Hal-hal semacam ini adalah bentuk kegagalan negara dan peringatan keras bagi mereka yang berfikir. Jadi, siapa yang diperkuat?
Dahnil A Simanjuntak@Dahnilanzar

REKOR BARU: Mengapa Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp769 Triliun. *Makan Bergizi Gratis Tidak Memotong, Tapi Memperkuat Pendidikan Kita* 1/ Bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 adalah yang terbesar dalam sejarah Indonesia, yaitu sebesar Rp769,08 Triliun (atau Rp769.086.869.324 dalam ribuan rupiah). 2/ Program Makan Bergizi Gratis tidak memotong anggaran pendidikan, tapi menambah postur. Badan Gizi Nasional muncul sebagai komponen baru dengan alokasi sebesar Rp223,5 Triliun (atau Rp223.558.960.490 dalam ribuan rupiah). Gizi adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 3/ Hak fundamental (Gaji, Tunjangan, BOS. dll) tidak berkurang oleh MBG. Dana Abadi Pendidikan (Beasiswa, dll) sangat terjaga. KIP Kuliah juga meningkat anggarannya. Investasi jangka panjang untuk mahasiswa tetap berjalan secara konsisten. Anggaran gaji dan tunjangan guru tahun 2026 naik dari tahun sebelumnya, dari Rp. 203 triliun (2025) naik ke Rp. 211 triliun (2026). 4/ Lihat Nomor: 1.1.19: Komitmen pada Perbaikan Sekolah (Infrastruktur) dialokasikan sebesar Rp23,06 Triliun (atau Rp23.060.554.539 dalam ribuan rupiah) Angka sebesar ini di Kementerian PU (khusus untuk pendidikan) akan digunakan untuk renovasi masif dan pembangunan fisik sekolah di seluruh Indonesia. Inilah revitalisasi sekolah terbesar sepanjang di era reformasi. 5/ MBG tidak mengurangi pendidikan, melainkan mengamankan pendidikan. Kurikulum berkualitas tidak akan efektif jika siswa yang menerimanya dalam kondisi lapar atau kurang gizi. MBG memiliki jalurnya sendiri melalui Badan Gizi Nasional. Keduanya berjalan berdampingan, bukan saling meniadakan. Tantangan kita: 96 persen lebih penduduk Indonesia (termasuk anak2) kurang mengonsumsi sayur dan buah, 66 persen pola makan anak Indonesia sangat buruk, 65 persen akan tidak sarapan ke sekolah, anemia dan stunting. 6/ Program2 yang selama ini yang hanya habis untuk birokasi, seremoni, birokrasi DIHAPUS, lalu mengonversinya menjadi MBG yang berdampak nyata. Hasil nyata dari MBG adalah kehadiran di sekolah naik, nilai-nilai naik, angka putus sekolah turun, dan kurang gizi menurun, anak lebih fokus. 7/ Jadi ini adalah investasi langsung ke manusia (SDM) mencapai titik tertinggi dalam sejarah Indonesia dengan Rp769,08 Triliun (atau tepatnya Rp769.086.869.324 dalam ribuan rupiah). 8/ Sekarang ada 23 ribu Dapur MBG. Jika ada masalah di dapur manapun, jadilah pahlawan gizi, jangan ragu. Laporkan penyimpangan dan korupsi MBG, pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi partisipasi kita di kanal resmi: Call Center 127 (SAGI/Sentra Aduan Gizi Indonesia) WA Hotline: 0811-1000-8008

Indonesia
145
2.3K
4.1K
210.8K
Malis non expediat malos esse retweetledi
Zakki Amali
Zakki Amali@ZakkiAmali·
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak. 6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun. Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI. Udahlah bubar aja negara ini. Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim. Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA. Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
Zakki Amali tweet mediaZakki Amali tweet mediaZakki Amali tweet mediaZakki Amali tweet media
Yerusolo Mania【DavidBeatt】🐿🦉🎨🔮🧟‍♀️☔🦚🍂🔨📜@BudiBukanIntel

Ingat yayasan maka ingat orba Ingat orba maka ingat (isi sendiri)

Indonesia
1.4K
19.9K
30.9K
2.4M
Malis non expediat malos esse retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Ratusan Siswa Keracunan, SPPG Purwosari: Tidak Ada Siswa Meninggal
tempo.co tweet media
Indonesia
1.7K
3.7K
14.5K
939.2K