@sukabakso

2.3K posts

@sukabakso banner
@sukabakso

@sukabakso

@baiqsch

Katılım Ocak 2021
236 Takip Edilen66 Takipçiler
@sukabakso
@sukabakso@baiqsch·
@escapeew_ Hi Kak, terima kasih udah punya niat yang tulus banget. Pengen banget belajar jadi orangtua yang benar mulai dari buku dan bukan dari ‘kata orang’, akhrinya dua buku ini jadi pilihanku dan semoga bisa aku ajarkan ke anak-ku (meskipun belum lahir) ✨
@sukabakso tweet media
Indonesia
0
0
0
200
✨️harus ikhlas✨️
Hi, aku ada giveaway co buku lagi untuk 2 orang masing2 max senilai 200rb. Reply dengan: - ss buku yang dipengenin (boleh lebih dr 1, bebas buku apa aja) - kenapa mau buku itu Nggak usah follow aku gapapaa Aku tunggu sampe hari ini (28 Mei 2026) jam 23:59 WIB. Good luck 🍀
Indonesia
381
220
467
21.5K
@sukabakso retweetledi
reen
reen@renstruggle·
Saham minus -50% tapi susah sekali untuk cut-loss, jangan-jangan itu “rasa memiliki”. Setiap dari kita adalah Ibrahim. Yang Allah perintahkan bukanlah “membunuh” Ismail, melainkan “rasa memiliki”-nya yang berlebihan. Setiap dari kita punya “Ismail-Ismail” lain yang membuat kita berat untuk melepasnya. Barang mewah, harta, jabatan, porto. Pada hakikatnya semua itu pemberian Allah. Semoga apa yang telah kita relakan akan digantikan dalam bentuk yang lebih baik. Selamat Hari Raya Idul Adha!🐄🐏
Indonesia
55
313
918
59.2K
@sukabakso retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
BI sudah naikkan suku bunga jadi 5,25% Sudah intevensi Valas Sudah beli banyak SBN sampai ratusan triliun Sudah batasin pembelian valas maksimal 50 ribu USD per bulan Tetap saja rupiah makin anjlok. Sekarang udah 17.855.. Udah lewat 17.845. Otw 18.000. Mantep kan? Anjloknya rupiah ini ya terkait dengan kepercayaan pasar ke pemerintah yang udah terganggu. Apalagi sejak ada aturan badan ekspor itu.
Abul Muzaffar tweet media
unmag@unmagnetism

dollar sudah menyentuh Rp17.855😱😱😱

Indonesia
133
1.9K
5.3K
204.9K
@sukabakso retweetledi
flee ᡣ𐭩 .𖥔˚
flee ᡣ𐭩 .𖥔˚@fleurrciettz·
gajadi ganti hp tp beli sapi 🥹 nanti sore dateng, ditaro dimasjid dan besok pagi disembelih 😭 this Arafah, ask the impossible. for my muslim moots, whether they are fasting or not, please pray as much as possible 💗
Indonesia
209
3.8K
46.8K
312.2K
miw.
miw.@lilaccountz·
guys, yg puasa coba reply lagi pengen buka puasa apa disini deh. nanti kupilih random, ada shopeepay dari donatur 100 ribu utk 4 org🫶 masing masing 25k yaah! diumumin jam 4 WIB semoga semuanya dimudahkan puasanya~
Indonesia
2.6K
428
3.1K
167.1K
miw.
miw.@lilaccountz·
ada tambahan 150k dari donatur lain jadi total pemenang ada 10 org yaa masing masing 25k semoga beruntunggg🫶
Indonesia
13
13
141
13.5K
@sukabakso retweetledi
Adam | 🇮🇩in 🇸🇬
[Free Buka Puasa Arafah] Gaes ada yang puasa arafah? Boleh dm aku mau buka puasa pake apa.. nanti aku nitip doa boleh ya? Doain yang baik-baik, rezeki, jodoh, kesehatan, keberkahan umur, etc :) Langsung dm foto checkout page grabfood kalian aja, jangan via reply. Ga dilimit buat berapa orang, selagi budgetnya masih cukup bakal terus kubaca chatnya dari paling bawah
Indonesia
54
131
678
134.5K
@sukabakso retweetledi
Bad News From Indonesia
Bad News From Indonesia@bnfi_id·
Gelap total di satu pulau. Pocong-pocongan di pulau lain. Pola ini terlalu rapi untuk disebut kebetulan.
Indonesia
301
21.7K
71.9K
921.6K
@sukabakso retweetledi
sensong
sensong@sensong·
Enak ya jadi BUMN @pln_123, lampu da mati 15 jam, masih belum hidup. Tanggung jawab yang ada cuma minta maap dan minta warga bersabar. Tu pun disampaikan lewat medsos. Ada mikir gak rakyat da rugi berapa banyak karena mati listrik ini? Perusahaan terpaksa harus pakai genset beroperasi yang dimana harga SOLAR lagi MAHAL"NYA.. Makanan warga yang di kulkas gimana tuh? Busuk semua.. Belum lagi yang ada usaha restoran berapa banyak rugi nya tu? Dari PLN cuma minta maap. Giliran warga telat bayar listrik lansung main denda. Enak ya jadi BUMN negara INDONESIA
Indonesia
170
5.5K
11.8K
213.8K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Hari ini, 20 Mei 2026 sebenarnya sedang terjadi 3 Peristiwa Besar: 1. Demo Guru di depan DPR-RI 2. Rapat Paripurna Presiden di DPR-RI 3. Sidang gugatan UU APBN 2026, menyoal MBG, keterangan Saksi dari perkara nomor 40.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
58
12.4K
24.1K
257.1K
@sukabakso
@sukabakso@baiqsch·
@discountfess semoga belum naik ya yang di pasar wage, terakhir kesana pas mau lebaran. tergantung berat ayamnya juga kok, cuma murah utk ayam broiler. Apalagi ayam hidup langsung dicabut bulu dan dipotong ditempat (dapet jeroannya&ceker).
Indonesia
0
0
0
196
@sukabakso
@sukabakso@baiqsch·
@discountfess Kak, coba ke indogrosir purwokerto, kalo ga salah kemarin Kamis harga ayam 800-900 gram di angka 28 ribuan lagi promo, ayamnya udah dibungkusin utuh gitu, semoga sekarang masih. Misal mau ke pasar wage tempat potong ayam langsung di tempat utuh juga harganya 30rb (900gr).
Indonesia
1
0
8
4.9K
@sukabakso retweetledi
Wholesome Side of 𝕏
Wholesome Side of 𝕏@itsme_urstruly·
You don’t have to be everyone’s butterfly. Be a bee. Mind your business, make your honey, and sting people when necessary.
English
136
11.6K
34.5K
494.1K
@sukabakso retweetledi
Dee!
Dee!@Khadee__jatu·
Ya Fattah, please open the doors of opportunities, doors of different form of rizq for me and the person reading this. Ameen.
English
41
2.2K
7.7K
91.3K
@sukabakso retweetledi
Dee!
Dee!@Khadee__jatu·
Allahumma inni as’aluka everything good in this dunya and akhirah. Health, wealth, success, calm heart, rizq, strong iman and a life full of barakah I never expected. Ameen.
English
24
5K
12.2K
171.4K
@sukabakso retweetledi
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Byk yg bilang Ahok itu dipenjara Krn dia China dan minoritas, pdhl bukan tapi karna dia jujur dan bangun sistem yg transparan. Nadiem buktinya. Dia Islam dan keturunan Arab, tapi dipenjara juga Krn dia Jujur dan bangun sistem yg transparan. Intinya semakin kalian jujur, idenya bikin banyak keran yg ditutup krn pengadaan2 ga penting, istilah Ahok dulu dana siluman dll maka siap2 disingkirkan dan dihancurkan agar ga ada lagi orang seperti kalian yg berani masuk ke pemerintahan. Dan yg terakhir klo sistem pemerintahan atau pendidikan makin bagus maka para bajingan ga bisa ngatur negara dan rakyat lagi, betul ga? Makanya jgn diam.
Anak ogi@Anak__Ogi

MENGAPA NADIEM HARUS di-KPK-kan Namaku Kandilo’. Guru biasa. Mengajar di sekolah kecil di pelosok Toraja. Sekolah yang kalau hujan deras, suara seng atap lebih nyaring daripada suara guru di kelas. Kadang listrik mati. Kadang sinyal hilang. Kadang kapur tulis habis sebelum bulan berganti. Saya sudah lama jadi guru. Sudah melihat banyak menteri pendidikan datang dan pergi. Ganti kurikulum. Ganti istilah. Ganti slogan. Tapi di sekolah kami, sering kali yang berubah hanya spanduk di dinding kantor. Dulu kami di kampung terbiasa pasrah. Dana sekolah datang entah kapan. Barang datang entah dari mana. Kadang jumlahnya tidak sesuai cerita di atas. Kepala sekolah bingung. Guru bingung. Orang tua murid lebih bingung lagi. Tapi semua dianggap biasa. “Memang begitu dari dulu.” Lalu datang era Nadiem Makarim. Awalnya saya juga ragu. Anak muda kota. Bekas pengusaha. Apa dia tahu susahnya sekolah di gunung? Apa dia pernah lihat murid jalan kaki satu jam hanya untuk belajar? Ternyata ada yang berubah pelan-pelan. Bukan gedung mewah. Bukan pidato besar. Tapi sistem mulai terbuka. Kami mulai bisa melihat data. Dana BOS mulai lebih jelas. Penggunaan anggaran lebih ketat. Banyak hal mulai masuk aplikasi. Awalnya kami para guru tua mengeluh. Ribet. Susah. Belajar lagi. Tapi lama-lama kami sadar: justru karena semuanya tercatat, orang mulai sulit bermain-main. Dulu kalau ada barang datang ke sekolah, kami hanya tanda tangan. Tidak tahu harga sebenarnya. Tidak tahu prosesnya bagaimana. Sekarang semuanya punya jejak. Ada laporan. Ada pengawasan. Ada transparansi. Pelan-pelan budaya takut mulai pindah. Bukan guru yang takut. Tapi mereka yang selama ini nyaman di ruang gelap. Saya ingat pertama kali sekolah kami dapat perangkat digital. Anak-anak kampung senangnya bukan main. Mereka pegang laptop seperti memegang jendela ke dunia lain. Ada muridku yang pertama kali melihat peta dunia bergerak di layar. Matanya berbinar. Saya masih ingat itu. Memang tidak semua berjalan mulus. Internet kami sering hilang. Guru-guru banyak yang belum siap. Tapi setidaknya ada usaha bergerak maju. Ada rasa bahwa sekolah kampung juga diperhatikan. Bahwa anak-anak desa juga punya hak mengenal dunia digital. Sayangnya, perubahan selalu punya musuh. Semakin sistem terbuka, semakin banyak orang gelisah. Saya ini cuma guru kampung. Tapi saya tahu satu hal: orang yang hidup dari sistem yang kacau pasti tidak suka kalau semuanya jadi transparan. Sebab kalau semua terang, permainan jadi sulit. Makanya saya sedih melihat Nadiem Makarim seperti diburu habis-habisan. Seolah-olah semua yang ia lakukan salah. Padahal kami di bawah ini merasakan sendiri ada sesuatu yang mulai berubah. Tidak sempurna, iya. Tapi bergerak. Yang paling saya takutkan bukan soal satu orang menteri jatuh. Yang saya takutkan: orang-orang baik setelah ini jadi takut masuk memperbaiki pendidikan. Takut dicurigai. Takut dikriminalisasi. Takut dilawan oleh mereka yang terganggu kenyamanannya. Dan kami di kampung akhirnya kembali begini lagi. Menunggu spanduk baru. Menunggu slogan baru. Tapi aku, si Kandilo' akan komitmen pada satu hal, bahwa korupsi yang paling berbahaya adalah mencuri masa depan anak-anak. Salam pembebasan Kandilo' Kisah guru diatas sama seperti kesaksian para saksi di pengadilan. Semoga dibaca @habiburokhman @BennyHarmanID

Indonesia
50
1.2K
3.4K
346.2K
@sukabakso retweetledi
txt keabsurdan wni
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI·
Guys, ada cerita yang bikin aku mikir lama setelah bacanya. Jadi... Ada pasangan suami istri. Dua-duanya kerja keras. Dua sarjana. Dua karir yang dibangun dari nol. Gaji suami Rp 8 juta, istri Rp 6 juta. Total Rp 14 juta sebulan masuk rekening. Harusnya cukup kan? Tapi tiap akhir bulan mereka buka aplikasi banking dengan perasaan was-was. Dan angkanya selalu sama. Minus. Bulan ini minus Rp 340 ribu. Bulan lalu minus Rp 820 ribu. Dua bulan lalu minus Rp 1,2 juta. Sampai suatu malam si suami bilang "Yuk kita hitung beneran." Mereka duduk. Buka notes. Tulis satu-satu. Kontrakan Rp 3 juta. Listrik air internet Rp 800 ribu. Cicilan dua motor Rp 1,5 juta. Makan sehari-hari Rp 2,5 juta. Bensin Rp 600 ribu. Kebutuhan anak Rp 1,2 juta. BPJS dan asuransi Rp 400 ribu. Kiriman ke orang tua Rp 1 juta. Total Rp 11 juta. Sisa Rp 3 juta. Si istri napas lega. "Masih ada tiga juta. Harusnya cukup." Tapi belum selesai. Bulan ini ada kondangan teman kantor plus nengok bayi Rp 600 ribu. Anak demam dokter dan obat Rp 450 ribu. Seragam anak baru Rp 380 ribu. Tagihan kartu kredit bulan lalu yang ketunda Rp 870 ribu. Servis motor Rp 350 ribu. Dan pengeluaran kecil-kecil yang susah dilacak sekitar Rp 700 ribu. Total dadakan itu Rp 3,35 juta. Mereka diam lama banget malam itu. Bukan karena ribut. Tapi karena sadar. Rp 3 juta yang "harusnya cukup" itu selalu kalah sama pengeluaran tak terduga yang ternyata selalu datang setiap bulan. Beda wujudnya tapi selalu ada. Dan yang lebih menyakitkan... Ini bukan soal mereka boros. Survei bilang 6 dari 10 milenial Indonesia gajinya habis dalam dua minggu pertama. 40 persen masyarakat tidak punya tabungan darurat sama sekali. Biaya hidup naik rata-rata 8 persen per tahun sementara gaji naik 6 sampai 7 persen. Kita semua berlari. Tapi treadmill-nya lebih cepat. Kontrakan yang dulu Rp 1,8 juta sekarang Rp 3 juta. Susu anak yang dulu Rp 180 ribu sekarang Rp 290 ribu. Bensin yang dulu Rp 7.650 per liter sekarang Rp 10 ribu. Gaji naik 60 persen tapi biaya hidup naik 60 sampai 70 persen. Angka inflasi resmi bilang 2,8 persen. Tapi dompet kita merasakannya jauh lebih dalam dari itu. Diam-diam. Konsisten. Tanpa pengumuman. Setelah malam itu mereka mulai berubah. Rekening dipisah jadi tiga. Rekening tetap untuk kebutuhan rutin. Rekening darurat untuk kejadian tak terduga. Rekening bebas untuk pengeluaran santai. Gaji masuk langsung otomatis terbagi. Mereka sepakati minimal Rp 500 ribu per bulan khusus untuk pos tak terduga. Bukan ekstra. Tapi wajib seperti bayar kontrakan. Kondangan dan kiriman orang tua juga akhirnya dimasukkan sebagai pengeluaran tetap. Karena ternyata itu selalu ada tiap bulan. Selama ini cuma tidak pernah dihitung. Mereka juga audit langganan digital yang lupa di-cancel. Ternyata lumayan juga angkanya. Dan satu aturan sederhana yang mereka sepakati bersama. Pengeluaran di atas Rp 300 ribu harus ngobrol dulu. Tidak boleh sendiri-sendiri memutuskan. Bulan pertama setelah itu mereka tidak minus. Bukan karena gaji naik. Tapi karena akhirnya jujur sama angkanya sendiri. Dan aku rasa banyak dari kita yang sebenernya ada di posisi yang sama. Gaji cukup. Tapi entah kemana perginya.
Indonesia
35
266
1.1K
84.9K
@sukabakso retweetledi
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Sayalah kelas menengah ke bawah yang sudah prepare itu. Sebagai orang tua tunggal yang berada di kubangan kemiskinan struktural dan punya 2 anak dari 2 generasi (Gen Z dan Alpha), ini yang saya lakukan: 1. Anak pertama (perempuan, usia 23 tahun, semester 6 teknik elektro) - Sudah punya paspor - Bahasa Korea - Bahasa Inggris, score TOEFL -nya lumayan - Bahasa Jepang - Ngoding - Software (Ms. Office, Autocad, Photoshop, dll.) - Menulis (fiksi dan nonfiksi) Selain itu, saya mengerahkan semua networking yang saya miliki untuk memastikan dia mendapat beasiswa S2 dan S3 serta cabut dari Indonesia. Oktober nanti dia akan ke Malaysia dalam rangka pertukaran mahasiswa. 2. Anak kedua (laki-laki, 11 tahun kelas 4 SD) - Ngoding (Python, LUA) - Software (Ms. Office dan berbagai aplikasi untuk editing foto dan video) - Bahasa Inggris - Literasi digital - Menggambar dan melukis ---- Saya sendiri tahun ini masuk ke UT ambil prodi Sains Data dan sedang belajar bahasa Jepang. Kuliah agar selain mempersiapkan masa depan anak-anak, saya juga mempersiapkan masa pensiun agar tidak menjadi "beban finansial" bagi mereka. Saya serius ketika mengatakan, "Demi anak-anak, aku siap bertarung melawan dunia." 🔥
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Di tengah kondisi begini, saya kepikiran gimana ya mengarahkan anak yang lahir dari kalangan menengah kebawah agar besarnya survive dan naik taraf hidupnya. Saya kepikiran, 1. wajib sekolah yang bener sampe level SMA/SMK, untuk bekal daya nalar dan analisa berpikir. 2. Sejak SD atau SMP fokus mengasah skill lain. Bisa bahasa Inggris/Jepang/Korea atau video editing atau menggambar. Harapannya skill tersebut bisa dipelajari secara otodidak dari berbagai sumber yang tersedia di Internet. Setelah lulus SMA, tergantung minat, kalo ada kesempatan bisa lanjut sekolah. Kalo engga, bisa apply kerja migran di luar negri sambil nabung, sekolah lanjutan dsb. Atau kerja berbasis skill seperti video editing, clipper, jualan hasil gambar digital, dsb. Atau bisa terjun bisnis kalo ada bakat dan modalnya. Mungkin ada yang udah pengalaman dan sukses bisa memberikan tipsnya buat adik-adik atau para ortu yang struggle untuk memperbaiki taraf hidup anaknya?

Indonesia
141
1.3K
7.2K
221.6K
@sukabakso retweetledi
Benidictus Siregar
Benidictus Siregar@Benidictivity·
Rupiah jeblok, MBG ngawur, aparat semena-mena, korupsi terang-terangan dan habis-habisan, persekusi oleh negara di mana-mana. Kapan ya kira-kira habisnya kesabaran kita? Saya mau ikut.
Indonesia
142
6.6K
15.4K
186.2K
@sukabakso
@sukabakso@baiqsch·
👩 Ditutup kalo nguap mulutnya, (sambil ngulurin tanganku buat tutup mulut suami) 💁‍♂️ Coba liat kakiku kejepit bangku kita berdua ketawa bareng, kasus salah paham pagi ini wkwk
Indonesia
0
0
0
7