iyalagiiyalagi

1.2K posts

iyalagiiyalagi banner
iyalagiiyalagi

iyalagiiyalagi

@baleunn

sambat

Katılım Şubat 2025
114 Takip Edilen10 Takipçiler
iyalagiiyalagi retweetledi
el
el@misallnya·
Kado tahun 2026 ini alhamdulillah MCU normal di usia 36 tahun😁 - Istirahatku cukup - Ga minum soda dan minuman botol yg berbahaya. Kalau beli minuman botol pasti air mineral. - Ku ganti makan gorengan ke rebusan. - Rutin jalan kaki - Makanan manis2/sumber gula tersembunyi ku hindari - Makan telur rebus, ikan, sayur, buah, seimbang. - Hidrasi tambahan selain air putih, minum madu dari lebah liar di hutan, rajin ngewedang, kalau butuh tenaga tambahan ya dari kurma krn sering nyetir jarak jauh. - Yang blm maksimal bisa, kelola stres. Karna aku masih WNI.
folkative@insidefolkative

Buat orang-orang yang jarang sakit, apa rahasianya? 🫵🏻

Indonesia
11
83
532
31.8K
iyalagiiyalagi
iyalagiiyalagi@baleunn·
@bergajulanbets @chachicho @Disco2000an Nah ini nemu artikelnya. Emg mencurigakan, kok bisa di oper ke wowo dan meninggalnya pun ga wajar kan? Gue lebih curiga agenda 2029 sih kemungkinan tedi jd cawapres. Aneh bgt seskab tampil mulu di media, bakal jd perpanjangan tangan wowo wiwi sih
Indonesia
0
0
1
516
iyalagiiyalagi
iyalagiiyalagi@baleunn·
@bergajulanbets @chachicho @Disco2000an Kesalahan jkw pas tedi lulus sekolah ranger tuh ga langsung kirim ke papua. Malah jd ajdn menhan dan bikin gue heran, krn timing nya pas bgt ajdn wowo ditembak mati. Eh jkw oper tedi ke wowo. Bener2 mksd terselubung bgt itu jkw ke wowo.
Indonesia
1
0
5
607
bergajulanbets
bergajulanbets@bergajulanbets·
@baleunn @chachicho @Disco2000an Padahal si teddy tolol ini belum pernah sekalipun jadi komandan, dari awal lulus akmil jadi bagian gultor sampai sekarang cuma jadi asisten pejabat doang (apa karna request-nya dia sendiri?)
Indonesia
1
0
4
628
iyalagiiyalagi retweetledi
stobeli
stobeli@stobeliis·
asal muasal keluarga broken home di sebabkan wanita yg tidak mau memilih dirinya sendiri
Indonesia
2
2
25
1.2K
iyalagiiyalagi retweetledi
Rottenbanana
Rottenbanana@neollexador·
Orang yg “selalu” pamer koneksi di story ig+wa+ or even jadiin highlight without any “visible context” itu aslinya kagak punya value yg berarti dan cuma menginginkan validasi kalau network dia kuat Aslinya mah tong kosong dan pengen dikira keren They dont even know you bro
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

unpopular opinion about networking???

Indonesia
57
323
2K
116.4K
iyalagiiyalagi
iyalagiiyalagi@baleunn·
@frdllnrlt @Disco2000an Jangan salah loh fans dia organik dan banyak serta militan. Yang kdg kasian awal2 dia viral pd jelek2in mantan istrinya dan muja2 kl buna sempurna......duh blm tau aja
Indonesia
0
0
0
27
justlita
justlita@frdllnrlt·
@baleunn @Disco2000an Tapi dia beneran 'anu' ga sih kak ? dan fans nya di tiktok Allahuakbar, merajalela
Indonesia
2
0
0
136
iyalagiiyalagi
iyalagiiyalagi@baleunn·
@frdllnrlt @Disco2000an Wallahualam wkwkwk cuman menurut gue knp dia diledekin gt krn org2 pada muak bgt sm dia, ditambah ada tweet lama dr temen nya yg ledek2an kalo dia homo. Sempet ada yg confirm dr org terdekat kl dia ga gt cuman dia tuh kek anak mami manja kolokan jd kelakuannya kek gt
Indonesia
0
0
0
28
iyalagiiyalagi
iyalagiiyalagi@baleunn·
@chachicho @Disco2000an Emang wkwk makin besar kepala krn punya fanbase dan suka fanmeet sm dia. Kalo kunker jg banyak yg minta foto2 sm dia jg kan
Indonesia
2
0
40
9.9K
Hollywood Hogan
Hollywood Hogan@hulkamaniaxcz·
@gajelaslonyet Jelas banyak yg risih sama si teddy ini kan naik pangkat nya cepet banget ngelangkahin bbrp angkatan senior nya Tapi lihat historis nya sih ga aneh wong si gemoy juga sama kok dulu kaya teddy, naik pangkat nya super cepet umur belum 50 tahun tapi udah bisa dapet bintang 3
Indonesia
1
2
26
5.5K
Mas Agung 🇵🇸
Mas Agung 🇵🇸@gajelaslonyet·
Fun fact ini orang itu bener-bener dibenci se instansinya. Kaya jd bahan omongan kalo anggota yang lain pd nongkrong diluar & merasa haram kalo disamain sm ini orang.
Mohamad Guntur Romli@GunRomli

Seskab Teddy sebut nama Kaisar & Putera Mahkota Jepang kyak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan. Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih? Pdhal dlm dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi; ia bahasa penghormatan antarnegara. Mengabaikan gelar resmi kepala negara asing, terutama monarki dgn sejarah panjang sprt Jepang, merupakan bentuk kecerobohan komunikasi yg sangat serius & memalukan. Kaisar Jepang: His Majesty (HM) Emperor Naruhito (Yang Mulia Kaisar Naruhito). Di Jepang, beliau juga disebut sebagai Tenno Heika. Putra Mahkota Jepang: His Imperial Highness (HIH) Crown Prince Akishino (Yang Mulia Putra Mahkota Akishino)--tidak dipanggil lagi nama lahirnya: Fumihito. Penggunaan nama langsung terhadap simbol tertinggi negara sahabat oleh seorang Seskab adalah cermin dari dangkalnya literasi diplomatik. Sebagai pejabat tinggi yg melekat pada lingkar utama kekuasaan, Seskab Teddy seharusnya memahami bahwa setiap kata yg keluar dari mulutnya membawa beban representasi negara. Menyebut nama Kaisar Naruhito tanpa embel-embel "Yang Mulia" bukan sekadar menunjukkan keakraban yg dipaksakan, melainkan arogansi linguistik yang memalukan. Di panggung internasional, ketidakmampuan membedakan cara bicara di warung kopi dgn forum kenegaraan adalah sinyal ketidaksiapan mental & intelektual dlm mengemban tugas birokrasi tingkat tinggi. Tindakan ini merendahkan marwah diplomasi Indonesia & mempertontonkan defisit etika yg nyata. Jika seorang Seskab gagal menguasai tata krama dasar protokoler, hal itu memberikan kesan bahwa pemerintahan kita dikelola oleh individu yg tidak menghargai kedaulatan budaya bangsa lain. Diplomasi menuntut presisi, bukan sekadar gaya; dan dalam kasus ini, Seskab Teddy telah gagal memberikan rasa hormat yg menjadi hak dasar mitra internasional kita.

Indonesia
174
2.9K
22.8K
812K
🐦‍⬛serena🍎
🐦‍⬛serena🍎@serena373896759·
@baleunn @gajelaslonyet krn naik pangkatnya instan gitu loh kak, suaminya temenku aja sakit2 harus ttp terbang antar pulau demi bisa ikut tes kenaikan pangkat..
Indonesia
1
0
2
501
iyalagiiyalagi retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Gua jadi berusaha mengurangi marah-marah setelah baca jurnal ini. Ternyata marah-marah nggak cuma bikin suasana jadi nggak enak, tapi juga bisa mengganggu kesehatan jantung kita. Izin gue bahas ya! Jadi ada sebuah penelitian besar di Swedia dengan 47.077 peserta, judulnya Anger frequency and risk of cardiovascular morbidity and mortality. Nah penelitian ini menemukan bahwa orang yang sering marah-marah punya risiko lebih tinggi terkena masalah jantung, antara lain: -Gagal jantung (+19%) -Fibrilasi atrium / gangguan irama jantung (+16%) -Kematian akibat penyakit jantung & pembuluh darah (+23%) Marah memang wajar, tapi kalau terlalu sering dan intens, efeknya bisa serius, termasuk ke jantung kita. Jadi, yuk mulai belajar mengurangi marah-marah berlebihan buat diri sendiri, dan buat orang-orang tersayang di sekitar kita!
dr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
9
250
724
10.2K
iyalagiiyalagi retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
78
1.9K
8.4K
413.8K
iyalagiiyalagi retweetledi
iyalagiiyalagi retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Hal2 yg perlu didiskusikan sebelum menikah: 1. Finansial & Keuangan Bahas pendapatan, utang, kebiasaan belanja, tujuan finansial jangka panjang, investasi, dan sistem pengelolaan uang (apakah terpisah/gabungan). 2. Anak & Pengasuhan (Parenting) Diskusikan keinginan memiliki anak, jumlah anak, kapan pengen memilikinya, metode pengasuhan, hingga pendidikannya seperti apa. 3. Visi, Agama, dan Peran Pastikan punya keselarasan nilai hidup, peran agama, serta tujuan pernikahan jangka panjangnya seperti apa. Juga bagaimana peran suami dan istri dalam rumah tangga, supaya tau tanggung jawab masing-masing. 4. Karier & Pekerjaan Bahas batasan bekerja, lokasi kerja, dan prioritas antara pekerjaan dan keluarga. Bahkan plan karier 5-10 tahun yang akan datang juga perlu dibahas. 5. Tempat Tinggal Tentukan di mana akan tinggal, apakah menyewa, membeli rumah, atau tinggal bersama keluarga. Ini bagian yang penting dan harus clear sebelum menikah. 6. Resolusi Konflik Sepakati cara mengatasi perbedaan pendapat, komunikasi yang sehat, dan batasan dalam berdebat. Biasanya kalau gak dibahas, masalah kecil bisa jadi masalah besar Ada tambahan bapak-ibu?
putrinurul🦋@putrinuruul

@khanifirsyad ceritain lagi dong, ngobrolin lebih dalamnya ngobrolin apaan🙏🏻🙏🏻

Indonesia
11
268
1.1K
26.2K
iyalagiiyalagi retweetledi
kembang gula 🍉
kembang gula 🍉@IndahMSanmo·
Aku ga takut sendirian, aku cuma takut ketergantungan sama seseorang. karena kalo udah biasa, pisahnya kaya nyabut nyawa pelan-pelan.
Indonesia
70
3.2K
8.6K
124.3K