rakyat kecil🇮🇩

16K posts

rakyat kecil🇮🇩 banner
rakyat kecil🇮🇩

rakyat kecil🇮🇩

@bang_aim600

mancing

Kota Palembang, Sumatera Selat Katılım Ekim 2020
1.7K Takip Edilen1.8K Takipçiler
Dawoz Jed Q
Dawoz Jed Q@JedQ_1·
@bang_aim600 @Chandrakirata @kamto_adi US berkawan baik sama semua tetangga yang berbatasan langsung sama kita, ngapain diintai? Lagian kapan terakhir kali makelar bawa barang US? F-15EX batal, E-7 gak dapet, apa untungnya? Senengnya bagian mana?
Indonesia
0
0
0
24
☠️ Specter ☠️
☠️ Specter ☠️@kamto_adi·
Sekalian jawab @Chandrakirata Ini yang benar mana? 1. "Pesawat militer AS pernah 18x menggunakan wilayah udara RI utk mengintai..." 2. Sejumlah pesawat militer AS telah melakukan pengawasan di LCS sebanyak 18x antara Januari 2024 dan April 2025." Di gb.2 area yg arsir merah adalah Laut China Selatan, tidak ada masuk wilayah NKRI, dan Armada ke-7nya AS memang sering di situ. Kalau cuma lewat wilayah udara RI, mereka pasti sering, karena utk rute Darwin-Guam pp, Darwin-Jepang pp, Singapore-DG pp atau rute lain pasti bakalan lewat wilayah udara kita, dan pasti ijin. Karena kalau ga ijin pasti terpantau radar militer dan akan dikejar pesawat tempur TNI AU, dan kami sanggup melakukan itu.
☠️ Specter ☠️ tweet media☠️ Specter ☠️ tweet media
Indra@indrafix

@kamto_adi Dari surat Kemenlu ke Menhan, jika ini hoax, silahkan protes ke Kemenlu cnnindonesia.com/internasional/…

Indonesia
8
20
66
3.6K
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
Tutorial Macul 1. Siapkan mental, bukan alat. Cangkul itu opsional. Yang penting niat dulu. Kalau niatnya kuat, tanah pun takut sendiri. 2. Tatap tanah dengan penuh wibawa. Diam 10 detik. Bikin tanah merasa bersalah karena keras. Kadang tanah bisa luluh tanpa dicangkul (katanya sih…). 3. Ayunkan cangkul dengan gaya bebas. Nggak usah mikirin teknik. Mau gaya silat, breakdance, atau slow motion ala film, yang penting kelihatan keren. 4. Kalau capek, salahkan cuaca. "Ini bukan aku yang lemah, tapi matahari yang terlalu ambisius." 5. Macul sambil ngobrol sama tanah. "Dek, tolong ya gembur sendiri, kaka lagi capek." Siapa tahu tanahnya punya perasaan. 6. Sistem kerja: satu cangkul, tiga istirahat Biar seimbang antara usaha dan kenikmatan hidup. 7. Kalau hasilnya jelek, bilang ini seni. "Ini bukan lahan biasa, ini konsep abstrak." 8. Tutup dengan pose kemenangan. Walaupun cuma macul 2 meter, tetap harus gaya seolah-olah habis buka hutan 10 hektar. Intinya: Macul itu bukan soal hasil, tapi soal bagaimana kita terlihat sibuk di depan orang 😆
Miss Tweet | tweet media
Indonesia
41
13
61
8K
rakyat kecil🇮🇩
rakyat kecil🇮🇩@bang_aim600·
@somexrecom Ini keteranganYg paling masuk akal, Nelayan china memang tekenal hebat mereka cari ikan sampai ke perairan laut argentina benua amerika
Indonesia
1
0
0
823
Some Recom
Some Recom@somexrecom·
Waduhh makin serem teknologinya
Indonesia
16
156
678
60K
☠️ Specter ☠️
☠️ Specter ☠️@kamto_adi·
Sapa sih yang bilang pesawat asing terbang melintas wilayah udara RI sebanyak 18x tanpa izin???? Coba sini kasih buktinya, jangan dari FR-24 ya, soalnya FR-24 itu cuma kasih lihat semua pesawat yg terbang dilengkapi ADSB. Jangan asbun, kasih buktinya, jangan dari link berita, karena media skr banyak yg clickbait cuma buat nyari engagement.
00@indt4ik

@AziziDharm5375 @xallcream @kamto_adi Balik tp skrng kembli 18 kali tanpa izin itu artinya gak punya efek apa2

Indonesia
19
43
237
17.4K
Dawoz Jed Q
Dawoz Jed Q@JedQ_1·
@Chandrakirata @kamto_adi Untungnya buat kita apa? Itu malah ningkatin tensi kawasan, so hampir gak mungkin kita ngasih ijin pes. intai asing pakai ruang udara kita buat ngintai tetangga (ingat, tetangga punya radar juga)
Indonesia
2
0
3
130
rakyat kecil🇮🇩
rakyat kecil🇮🇩@bang_aim600·
@Turu748392 @schwarsnegars @ownedbyserina @MightyWar3 Ngomngi ALKI(I II III) kan,itu jalur internasional mau pesawat ufo pun lewat situ mesti koordinasi dng ATC (airnav) Untuk keselamatan penerbangan,kecuali jalur khusus untuk militer Nato di eropa tdk mengganggu penerbangan lain& kecuali dlm situasi perang /penutupan ruang udara
Indonesia
0
0
0
15
Feiferiz
Feiferiz@MightyWar3·
Standar ganda lho ya. Perlu diingat ya mas prosedur terbang pesawat militer asing, termasuk Amerika Serikat, di wilayah udara Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) diatur secara ketat berdasarkan hukum internasional (UNCLOS 1982) dan hukum di Indonesia itu sendiri (PP No. 37 Tahun 2002), CMIIW. Pesawat militer AS itu sendiri harus mematuhi jalur yang telah ditetapkan macam ALKI I, II, atau III. Nah, pesawat-pesawat militer itu saat lagi menjalankan hak lintas ini harus mematuhi aturan keselamatan penerbangan internasional atau disebut ICAO, macam : • Pesawat militer asing yang terbang itu harus berkomunikasi dengan unit Air Traffic Control (ATC) Indonesia yang berwenang di wilayah tersebut. • Selama melintas, pesawat mereka "hukumnya" wajib menyalakan transponder agar terpantau oleh radar sipil maupun militer (TNI). Kalau soal diplomatic/security clearance itu mereka, sebelum pesawat asing itu masuk ke wilayah ALKI (izin koreksi kalau salah). Mereka harus ajuin clearance ke Kemlu dan ke pihak TNI.
Feiferiz tweet media
FUFUFAHFA@AxlRifky94956

@OOC_IDNMil Preeeet , U.S terbang bolak balik gax izin di langit kita elu diam ye. Standar ganda lu

Indonesia
6
37
212
6.8K
rakyat kecil🇮🇩 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada momen di rapat DPR seorang anggota DPR marah dan heran Dan yang ngomong ini bukan aktivis. Bukan pengamat. Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka. Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar: Kalau kita sudah punya big data orang datang ngurus KTP masa dimintain fotokopi KK lagi? Gua punya KTP untuk apa? Masih dimintai fotokopi KTP. Kan aneh. Surat lahir, surat baptis masih diminta. Wah, pusing. Negara kita kayak begini. Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang. Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi. Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun. Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia: Indonesia punya e-KTP sejak 2011. Ada chip NFC. Ada data biometrik. Teknologinya canggih. Anggarannya triliunan rupiah. Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD. Bedanya satu hal: Malaysia benar-benar memakainya. Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin. Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis. Tidak perlu antri. Tidak perlu surat keterangan. Tidak perlu aplikasi. Tidak perlu fotokopi. Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan. Kalau kuota habis bayar harga normal. Tidak bisa diakali. Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen. Hasilnya: pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan. Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi. Indonesia? e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi. Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu: Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini. Karena enggak pernah kelar. Kalimat itu keras. Tapi tidak salah. Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun: Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal. BNI punya data nasabah sendiri. Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi. KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus. BPJS punya database sendiri. Kemendikbud punya data sendiri. Kemensos punya data sendiri. Semua lembaga membangun silo data masing-masing. Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing. Semua dengan tender masing-masing. Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan. Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun. Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human: Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara. Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal. Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan. Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen. Tanpa uang. Tanpa apa-apa. Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK. Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita. Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh. Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa. Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus. Makanya saya bilang KTP itu hak asasi. Soal keamanan data ini juga perlu diangkat: Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong. Gimana keamanan data kita ini? Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa kita terus diganggu hal seperti ini? Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi. Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab. Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit: Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri. Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu. Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya. "Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus." Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP. Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
525
3.7K
7.9K
350.2K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Kementerian ESDM memperkirakan potensi dari temuan cadangan migas ini mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas serta 300 juta barel kondensat.
tempo.co tweet media
Indonesia
92
16
126
14.2K
rakyat kecil🇮🇩 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan dari Hashim Djojohadikusumo adik kandung Presiden Prabowo — yang menurut gue perlu dibaca dengan teliti. Karena yang keluar dari mulutnya bukan pembelaan biasa. Tapi pengakuan yang justru membuka lebih banyak pertanyaan. Apa yang Hashim akui: Di acara Jaga Desa Award 2026 Hashim bicara soal MBG dan langsung mengakui: Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya. Belatung. Dia sendiri yang nyebut itu. Adik Presiden. Di acara resmi. Di depan media. Tapi kalimat berikutnya yang bikin gue perlu berhenti sebentar: Tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini program pertama yang dilaksanakan. Dan di sinilah gue perlu kritis: Keracunan massal anak sekolah itu wajar? Makanan berbelatung yang dimakan anak-anak Indonesia itu wajar? Gue paham maksud Hashim dia ingin bilang bahwa program besar selalu ada learning curve, selalu ada kekurangan di awal. Tapi pilihan kata "wajar" untuk menggambarkan keracunan dan belatung itu bukan framing yang tepat. Itu terkesan meremehkan korban yang sudah nyata ada. Puluhan siswa keracunan di Duren Sawit. Puluhan keracunan di Bantul. Itu bukan statistik. Itu anak-anak yang sakit karena makanan yang seharusnya bergizi justru berbahaya. Yang lebih menggelitik: Hashim adalah adik kandung Prabowo. Bos Arsari Group. Salah satu orang paling berpengaruh di lingkaran dalam istana. Dan dia bicara soal kelemahan MBG mengakui ada keracunan dan belatung tapi sampai hari ini tidak ada satu pun SPPG yang dicabut izinnya secara terbuka karena kasus keracunan. Tidak ada satu pun yang dihukum konkret. Tidak ada satu pun pertanggungjawaban yang bisa dilihat publik. Kalau Hashim sendiri sudah mengakui masalahnya pertanyaannya: siapa yang bertanggung jawab dan apa yang sudah dilakukan? Soal solusi yang ditawarkan aplikasi foto makanan: Hashim menyebut ada aplikasi Jaga Desa dari Kejaksaan Agung di mana anggota desa bisa memotret kualitas makanan MBG dan melaporkannya. Ide yang tidak buruk secara prinsip. Transparansi dari bawah itu penting. Tapi mari kita berpikir sejenak: Program yang menghabiskan hampir Rp1 triliun per hari solusi pengawasan kualitasnya adalah minta warga desa foto pakai HP dan kirim laporan? Bukan sistem audit independen yang masuk setiap dapur SPPG secara rutin? Bukan BPOM yang dilibatkan secara wajib di setiap titik distribusi? Bukan tim kesehatan dinas yang hadir di setiap pengiriman? Pengawasan yang memadai untuk program sebesar ini tidak bisa dibebankan kepada relawan desa yang diminta foto-foto makanan. Dan ini yang harus digarisbawahi: Survei Policy Research Center sudah bilang: 88% manfaat MBG lebih banyak dinikmati pejabat dan pengelola dapur bukan anak-anak. KPK sudah mengidentifikasi 8 titik rawan korupsi dalam MBG. Kepala BGN sendiri mengakui ada kelemahan tata kelola. Dan sekarang adik Presiden mengakui ada keracunan dan belatung tapi menyebutnya wajar. Semua pihak sudah mengakui ada masalah. Tapi tidak ada yang mengambil tanggung jawab konkret yang bisa diverifikasi publik. Hashim mengakui keracunan dan belatung adalah kenyataan di lapangan. Itu langkah awal yang jujur dan perlu diapresiasi. Tapi pengakuan tanpa aksi adalah pengakuan yang tidak berguna bagi anak yang sudah terlanjur sakit. Yang dibutuhkan bukan aplikasi foto dari warga desa. Yang dibutuhkan adalah: Satu — audit independen menyeluruh atas seluruh dapur SPPG. Dua — sanksi nyata dan publik bagi SPPG yang terbukti bermasalah. Tiga — pelibatan wajib BPOM dan dinas kesehatan di setiap titik produksi dan distribusi. Empat — laporan keuangan yang bisa diakses publik bukan sekadar klaim lisan bahwa sistemnya sudah transparan. Kalau adik Presiden sudah bisa mengakui masalahnya di depan publik semestinya Presiden sendiri bisa mengambil langkah yang jauh lebih konkret dari sekadar minta warga desa foto makanan. atau adek nya juga bakal di cap antek antek asing oleh abang sendiri??
Lambe Saham tweet media
Indonesia
77
472
1.7K
240.5K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
🇮🇩Insiden Kekerasan Laga EPA: Bhayangkara U-20 vs Dewa United U-20. • Ahmad Catur Prasetyo Aji Utomo (Menyerang pemain yang sudah tak berdaya) • Aqilah Lissunnah Aljundi (Menendang perut pemain) • Fadly Alberto Hengga (Menyerang bench + tendangan kungfu) BANNED SEMUANYA! 📸 Instagram @nusantara.ballers
FaktaBola tweet media
Indonesia
161
389
1.3K
62.4K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usul masa jabatan ketua umum parpol dibatasi dua periode. Menurut kamu, pembatasan kayak gini perlu gak? 🧐
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
105
52
247
14.7K