bar
5.5K posts


@barbarnian Dikidoy pahlawan kita semuaa
kilat.com/nasional/84416…
Indonesia
bar retweetledi

“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.


Indonesia

di indonesia raya yang banyak problematika yang bisa dikritisi ini lo pada memilih obrolan-obrolan sampah sbgai topik sehari-hari di tongkrongan lo itu
gws deh lo pada

YAPPINGFESS@yappingfess
SERIUS??? “KITA MERASA ITU NORMAL DAN SUDAH MENJADI KEBIASAAN” WOII PELECEHAN MANA YANG DIANGGAP NORMAL???? SAKIT YAP!
Indonesia

@barbarnian Jgn lupa user infinite bang, dia satu²nya yg live pas dua bocah tumbal diarak²
Indonesia

bar retweetledi

Gak deket lagi bukan berarti ada masalah. People grew up and sometimes they grew apart.
.@illygrene
Your opinion about friends?
Indonesia

@firstloveisUI awkwkwk pankapan lagi yak, ayoo ke lampung city malll 🤩🤟🏻
Indonesia

@liberaaalist fee 1k siniii kaak fast transfer langsung proses, cek testi 50.000+ on pinned. cuss bisa langsung dm atau whatsapp: bit.ly/adrmirer ‹𝟹 twitter.com/messages/compo…
Indonesia



