els🎐
6.6K posts

els🎐
@beamedly
🌪🎵 🔎 ☀️ 🥃 — 23↑ minor please do not interact. more on https://t.co/Ql7NXP6pb0.

#PANDAVVRITES Sial. Sialan semuanya. Si kembar tak bisa ditemukan, Bima kehilangan jejak mereka, dan kini hanya tersisa mereka bertiga. Bukti-bukti yang mengarah ke Q=ravva musnah ditelan si jago merah. Bersamaan dengan kantor milik Nakula yang ikut terbakar, tak ada lagi yang kini bisa mereka lakukan. Bahkan back up yang Arjuna lakukan, berhasil diretas dan menyisakan virus yang menyebalkan untuk dihapus. Mereka benar-benar memahami kelemahan yang mereka punya. Kekurangan IT yang mumpuni, bisa berujung pada hal yang cukup berbahaya. Tapi sekarang bukan itu fokusnya. "Mas Dewa hilang bersamaan dengan mas Nakul. Jelas sekali mas Dewa akan mengejar tanpa bisa dihentikan." Bima termenung di atas meja. "Namanya kakak, sudah pasti dia akan bergerak tanpa menunggu dua kali." Yudistira bersandar lelah di sofa, "jadi, apa rencanamu, Jun?" "Mau ngga mau, harus kembali." Arjuna berdiri, tatapannya lekat pada berita yang diputar di televisi. "Ngga perlu bantuan?" tanya Yudistira. "Harus ada yang jadi mata-mata." Arjuna menambahkan, "ya elu cocoknya. Paling kita cuma perlu ganti sepatu lu biar lebih gembel lagi." "Yang ada jempolnya ngga?" "Yang mangap lebar kayak kelaperan." Bima menimpali dari belakang. "Tapi serius mas, semisal butuh bantuan, tolong bilang. Jangan sampe kita hilang anggota lagi karena mereka." "Gua paham." Arjuna memejamkan mata, "terima kasih, masih percaya." "Pandavva itu berlima," ucap Yudistira, "akan selamanya berlima." "Ya," jawab Arjuna, "Gua akan berusaha buat cari mereka berdua dan bawa mereka pulang." "Karena kita berlima dan akan selalu berlima."













