random ajasi

1.8K posts

random ajasi banner
random ajasi

random ajasi

@begitulahyages

gue suka yg gue suka.

Katılım Şubat 2023
360 Takip Edilen59 Takipçiler
random ajasi retweetledi
PeePee🎀
PeePee🎀@peegzy1·
Dear HR, “Fresh graduate” and “2-3 years experience” should not be in the same sentence. Regards.
English
360
31.1K
185.8K
2.3M
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
Tolonggg ambil mic nya anjinkk gausa pidato pidato lahhhh
Indonesia
0
0
0
13
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
Sumpah kenapa tibatiba suka susah sinyal anjirrr ngelag terus fagggg
Indonesia
0
0
0
22
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
ternyata gue ketinggalan jauh bgt ya huft
Indonesia
0
0
0
10
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
NGAKAKK😭😭
Indonesia
0
0
0
54
Heesan~
Heesan~@hansgnl·
@tanyakanrl Di aku (suatu tempat di Jabar) ada pemberitahuan nanti jam 4 sampe 8 malem si bakal pemadaman :)
Indonesia
1
0
0
588
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
Siapa yg tempatnya mati lampu? Di tempatku udah 4 jam nih. Btw, sender di pulau Jawa 💚
Indonesia
103
5
153
25.3K
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
Ngapain gue stalk dia anjirrr oon bet
Indonesia
0
0
0
53
random ajasi retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG - ditekan krn bersuara - gaji seuprit dibanding petugas SPPG - ada yg gajinya ga dibayar
txtdrimedia@txtdrimedia

Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG "setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK" "di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹

Indonesia
173
18.4K
31.8K
414.9K
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
end karna dia masuk barak kopdes~
random ajasi tweet media
Indonesia
0
0
0
34
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
Sialan dia ngeh😔 sorry gess
random ajasi tweet media
Indonesia
0
0
0
24
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
Kuat kuat dehh diri
Indonesia
0
0
0
23
random ajasi
random ajasi@begitulahyages·
alhamdullilah waras
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo. Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas. Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA: Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan: "Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil? Kesehatan ibu anak, gizi anak?" Kenapa ibu hamil? Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh. Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari. Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal. Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat: Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital. Setiap kebijakan besar butuh modal politik. Dan modal itu terbatas. "Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited. Saya enggak yakin kita punya itu." MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus. Tanpa pilot project. Tanpa sistem pengawasan yang matang. Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat. Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan. Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru. Tiga — cara yang benar menurut Chatib: Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana: Mulai dari yang kecil dulu. Yang bisa dikontrol langsung. Yang hasilnya bisa langsung dirasakan. Bangun kepercayaan dari situ. Baru bergerak ke yang lebih besar. MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu. Dan hasilnya sudah terbukti. Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan. Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal. Sasaran salah. Skala terlalu besar terlalu cepat. Tidak ada sistem pengawasan yang memadai. Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya. Itu bukan kesialan. Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.

Indonesia
0
0
0
25