Harry Mawardi retweetledi
Harry Mawardi
6.7K posts

Harry Mawardi retweetledi
Harry Mawardi retweetledi
Harry Mawardi retweetledi
Harry Mawardi retweetledi
Harry Mawardi retweetledi



Yes, before the upgrade already had the best game style for box2box, now its better
Killi 🧉@KM_243_
Macca with his new Fifa card🤣
English

Desperately need the win, and of course it should be the nervous way, the Liverpool Way
A parade secured for Jurgen farewell
Liverpool FC@LFC
WE ARE THE CARABAO CUP WINNERS!!!!!!! 😍
English

This is why we love him...pure chaos
The Redmen TV@TheRedmenTV
Every angle of that pisstaking finish 😮💨
English

Who wants to open this TOTY pack for FREE?
Like this tweet & comment your console 🤝
Must follow me & @DonkeyCoinStore ✅

English

Every pics you take looks amazing lad! Color, angles, moments such a wallpaper worthy
Steven Halliwell@stehalliwell_
few more from last night..
English

Ada gak sih capres yang bahas soal misahin ekonomi kreatif dari kemenparekraf? #revolusikreatif
Indonesia

As a newbie, OG map looks fresh..but its just too small, and I like the variety of city, forest, snowy in Chapter 4 map
But the rarity of items and weapons make it more chalenging, thats a great experience
Fortnite@Fortnite
It's time to drop into #FortniteOG! fn.gg/FortniteOG
English
Harry Mawardi retweetledi

Roma Siska Tampubolon berusaha menerima nasibnya dengan lapang dada. Pada usia 3 tahun, dia kehilangan pengelihatannya karena campak.
Ketika itu, badan Siska demam tinggi. Orang tuanya terlambat menyelamatkan fungsi mata Siska akibat kurangnya pengetahuan dan terbatasnya fasilitas kesehatan kelas satu di Kelurahan Labuh Baru Timur, Payung Sekaki, Pekanbaru.
Siska tak pernah menyalahkan orang tuanya.
Meski segalanya gelap, Siska tidak pernah rendah diri dan pantang ragu dalam menghadapi dunia. Entah bagaimana, hatinya sering diselimuti kegembiraan.
Ketika SMP dan SMA, Siska masuk ke sekolah inklusi tempat anak-anak penyandang disabilitas dan murid reguler belajar di ruangan yang sama. Di sana, dia mudah membangun persahabatan, berbagi pengetahuan, dan mendistribusikan pengalaman.
Selepas SMA pada 2013, Siska menjalani peran baru sebagai terapis. Sebuah pekerjaan yang umum dilakoni penyandang tuna netra seperti dirinya.
Selama dua tahun, Siska menjalani pekerjaannya dengan lapang dada. Dia banyak berkenalan dengan dunia luar. Pelan-pelan Siska memiliki banyak relasi. Pada suatu hari, seorang pengurus NPC Pekanbaru memberikan tawaran yang bagi Siska sangat aneh: menjadi seorang atlet blind judo.
Siska tentu saja menolak tawaran itu. Sepanjang hidupnya, dia tidak pernah belajar bela diri jenis apapun. Tetapi ketika tawaran kedua menghampiri, hati Siska tergerak. Toh, tidak ada salahnya mencoba.
Awalnya tentu saja sulit. Tetapi Siska pantang mundur. Dia ingin berusaha. Tidak cuma usaha biasa, tetapi usaha yang sangat serius dan sangat keras. Hanya setahun berlatih, ternyata hasilnya hebat. Siska mampu menjadi juara nasional.
Siska semakin yakin dengan jalan hidupnya di judo. Dalam perjalanan waktu, prestasi Siska semakin baik. Pada debutnya di multievent internasional, Asean Para Games 2022 Solo, dia menyumbangkan perak. Setahun kemudian di Kamboja 2023, dia ikut andil mendulang emas pada nomor beregu putri.
Keberhasilan itu membuat Siska berhak bertarung di level yang lebih tinggi, Asian Para Games Hangzhou 2022. Siska tidak ditargetkan meraih medali. Maklum, dalam blind judo, Indonesia adalah negeri antah berantah. Sepanjang sejarah Asian Para Games, Indonesia tidak pernah meraih medali jenis apapun.
Pada hari pertandingan, tidak terbersit dalam benak Siska untuk mencapai hasil tertentu. Punya kesempatan bertarung di kancah Asia saja, bagi dia merupakan kebahagiaan besar.
Ini adalah jalan nasib yang benar2 tidak dia sangka. Sepuluh tahun lalu, dia bekerja sebagai terapis tuna netra di Pekanbaru. Tetapi sekarang, dia menjadi representasi negerinya pada level bergengsi tingkat Asia di China.
Pada hari pertandingan itu, pelatih asal Korea Selatan Lee Yong-il merasakan ada yang lain dalam diri Siska. Kata Yong-il, Siska menebarkan aura kuat, sebuah aura kegembiraan yang sangat bergelora.
Dalam sehari, Siska harus melewati 4 pertarungan yg berat. Tapi hati Siska memandang ini semua dalam kebahagiaan yang besar. Jiwa yang girang, akhirnya mewujud dalam performa yang dahsyat.
Siska berhasil mengalahkan empat lawannya masing-masing dengan skor 10-0. Dia selalu menang dalam pertarungan di bawah 20 detik!
Dengan meyakinkan, Siska meraih emas. Dan untuk kali pertama dalam sejarah Asian Para Games, Indonesia bisa membawa pulang medali dari blind judo.
Siska begitu bahagia, tidak menyangka, kehabisan kata-kata. Awalnya, dia sulit memproses keberhasilannya meraih emas. Semua ini rasanya seperti mimpi yang sangat manis.
Namun yang pasti, Siska tahu benar kepada siapa dia harus berterima kasih. Ya, kepada kedua orang tuanya..
📽️: RCTI Sports
Indonesia
Harry Mawardi retweetledi














