hii everyone!! 🍓₊˚.🌷 ˚.🎐
i'm new in #langtwt#studytwt, let's be moots
˚˚ rae 25, she/her, idn 🇮🇩
˚˚ beginner japanese, improving english, and interest in learning korean
Saya sudah bertahun-tahun mengikuti dinamika seleksi masuk PTN, tapi setidaknya selama 9 tahun terakhir selalu ada yang “menarik”.
Perjalanan “Gebrakan” @snpmb_id dari 2018—2026
🗓️UTBK 2026:
- Pendaftar tidak langsung otomatis mendapatkan jadwal dan lokasi ujian.
🗓️UTBK 2025:
- Soal sains muncul dalam Literasi Bahasa Indonesia (LBI) baik untuk peserta Soshum maupun Saintek. LBI ternyata “Literasi (dalam) Bahasa Indonesia”.
🗓️UTBK 2024:
- Siapa pun yang sudah lulus jalur SNBP 2024 tidak bisa mendaftar SNBT ataupun jalur mandiri.
- Siswa yang telah lulus SNBP 2023 dan SNMPTN 2022 juga tidak dapat mendaftar SNBT 2024.
🗓️UTBK 2023:
- LTMPT digantikan oleh SNPMB.
- Istilah SNMPTN diganti SNBT (jalur ujian); istilah SNMPTN diganti SNBP (jalur prestasi).
- Subtes UTBK ditambah Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
- UTBK menjadi terdiri atas 7 subtes.
- Peserta boleh memilih program studi apa pun, tidak ada pembagian IPA atau IPS (siswa IPS, misalnya, boleh saja memilih program studi Kedokteran).
- Peserta dapat memilih jenjang pendidikan D-3 dan D-4 (sebelum 2023, UTBK hanya mencakup pilih program studi pada jenjang S-1).
🗓️UTBK 2022:
- Bahasa Inggris menjadi subtes terpisah.
- UTBK menjadi terdiri atas 5 subtes.
- LTMPT dibubarkan pada akhir tahun 2022.
🗓️UTBK 2021:
- Bahasa Inggris muncul dalam subtes PPU.
- Sejumlah paket soal PK bahkan memiliki soal bahasa Inggris.
- UTBK masih terdiri atas 4 subtes.
🗓️UTBK 2020:
- Pandemi COVID-19 membuat TKA dihapus dalam UTBK sehingga hanya menyisakan 4 subtes TPS (PU, PPU, PBM, dan PK).
- Peserta hanya bisa tes sekali.
- Sistem seleksi kembali ke era sebelum 2019. Peserta harus menentukan pilihan universitas dan program studi sejak pendaftaran. Hasil UTBK otomatis langsung menentukan hasil seleksi (SBMPTN), apakah si peserta diterima atau tidak di program studi dan universitas yang dipilih.
- Muncul “bahasa panda”.
- Muncul sertifikat UTBK.
🗓️UTBK 2019:
- UTBK (berbasis komputer) diterapkan nasional UTBK sebetulnya sudah muncul sejak 2016, tapi pelaksanaannya terbatas.
- Muncul LTMPT.
- Nilai keluar terlebih dahulu, baru setelah itu peserta memilih program studi dan universitas. Kalau tidak puas dengan skornya, si peserta boleh mengikuti ujian sekali lagi.
- Artinya, peserta bisa tes dua kali.
- UTBK masih terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS), yaitu PU, PPU, PBM, dan PK; dan Tes Kompetensi Akademik (TKA), yaitu Saintek (Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi) dan Soshum (Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi).
- Total ada 8 subtes untuk kelompok Saintek dan 9 subtes untuk kelompok Soshum.
🗓️UTBK 2018:
- Sistem penilaian Item Response Theory (IRT) mulai diberlakukan.
Mungkin ada “gebrakan” yang terlewat, Kak @Privatalfaiz, Kak @butetmengajar, @nakamatika, @nadivbelajar, @pahamify, @ttlindonesia? 🙂
Yap! Disini ada yg baru mau mulai belajar bahasa inggris gak? Aku udah umur 25, agak malu juga baru mulai belajar
Ayokk kalo ada yg mau belajar bareng hehe
braw! ada yg mau temenan sama sender ga yaa, sender F angkatan'25. sender gapunya temen samsek, sedih banget rasanya kuliah jauh dari ortu tapi di rantau pun gapunya temen😔