benhan

84.8K posts

benhan banner
benhan

benhan

@benhan

Used to be Twitter Activist. Now you can find me at @JalanArsenal for no-holds-barred tweet about Arsenal.

Jakarta Katılım Aralık 2008
529 Takip Edilen49.2K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
benhan
benhan@benhan·
Twitter kembali menyenangkan Di mana akun2 tanpa afiliasi menyuarakan opininya dg bebas, dan lucu, pejabat2 dijadikan bahan mockingan Buzzer2 ga dapat tempat suara malah ditandai dan di-mocking balik Inilah suasana Twitter 10-15 tahun lalu sebelum di-infest oleh buzzer2 Jokowi
Indonesia
148
8.2K
26.6K
557.9K
benhan
benhan@benhan·
Simplenya: BI printing money, rupiah beredar lebih banyak dari demand, maka nilainya melemah. US juga printing money, high debt, tapi mereka punya petrodollar sebagai pengganti gold standard. Itu yg jaga value USD walau juga melemah akibat Iran War. Indonesia punya apa?
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62

TERNYATA INI ALASAN RUPIAH DIBUANG ASING (MELEMAH) SEDERHANA, BI CETAK REKOR BELI SBN, DI ERA PRABOWO SAJA LEBIH DARI 500T PEMBELIAN OBLIGASI YG DIKELUARKAN KEMENKEU SBN DIKELUARKAN KEMENKEU UTK BIAYAI MBG, KOPDES, DINAS LN BI DAPAT DUIT DARIMANA? PRINTING MONEY DARI PERURI, ISTILAHNYA KANTONG KANAN, KANTONG KIRI, ASING SADAR, BUANG SBN, BAWA KABUR DOLLAR, RUPIAH SEMAKIN MELEMAH. DAN SEPERTINYA BELUM SELESAI NIH CYCLE NYA Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami satu prinsip dasar: ketika bank sentral membeli surat utang pemerintah dalam skala besar dan berulang, itu bukan kebijakan normal. Itu adalah sinyal bahwa pasar tidak cukup menyerap SBN yang diterbitkan, dan pemerintah membutuhkan "pembeli darurat" untuk menjaga agar mesin utangnya tetap berjalan. Inilah rekam jejak BI membeli SBN, khusus sejak Prabowo dilantik Oktober 2024: Desember 2024 (akhir era transisi): BI telah membeli SBN sebesar Rp169,5 triliun sepanjang 2024, terdiri dari Rp62 triliun di pasar primer dan Rp107 triliun di pasar sekunder. Ini sudah jadi batu loncatan yang besar sebelum tahun berganti. April 2025: Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN Rp80,98 triliun, terdiri dari Rp54,98 triliun melalui pasar sekunder dan Rp26 triliun melalui pasar primer. Juni 2025: Hingga 17 Juni 2025, total pembelian SBN BI mencapai Rp124,33 triliun, dengan Rp87,04 triliun melalui pasar sekunder dan Rp37,29 triliun melalui pasar primer. Agustus 2025: Hingga pertengahan Agustus 2025, BI membeli SBN lebih dari Rp186 triliun, mayoritas melalui pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun. September 2025: Per 16 September 2025, BI telah membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp217,1 triliun. November 2025: Per 12 November 2025, BI melaporkan total pembelian SBN mencapai Rp273,9 triliun, termasuk pembelian untuk debt switching. Desember 2025 (akhir tahun): Selama tahun 2025, BI membeli SBN pemerintah senilai total Rp332,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching. Januari 2026: Hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN oleh BI mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun. Maret 2026: Hingga 16 Maret 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp86,16 triliun di pasar sekunder. 2026 (keseluruhan rencana): Nilai debt switching yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun, setara dengan nilai SBN yang jatuh tempo pada tahun 2026. REKAP TOTAL SEJAK PRABOWO MENJABAT Jika dijumlahkan, hanya dalam kurun Oktober 2024 sampai akhir 2025 (sekitar 14 bulan pertama era Prabowo), BI membeli SBN sebesar lebih dari Rp500 triliun jika digabungkan antara sisa 2024 dan sepanjang 2025. Rinciannya: sekitar Rp169,5 triliun di 2024, lalu Rp332,1 triliun di 2025. Dengan target debt switching 2026 sebesar Rp173,4 triliun, dalam kurang dari 2 tahun menjabat, total paparan BI di SBN pemerintah bisa mendekati Rp700 triliun lebih. Per akhir April 2026, total kepemilikan BI di SBN yang dapat diperdagangkan mencapai Rp1.796 triliun atau setara 26,6 persen dari total SBN beredar. INI bukan angka kecil. BI kini menjadi pemegang SBN terbesar, mengalahkan perbankan nasional dan jauh di atas asing. Yang paling mencolok adalah lahirnya kebijakan burden sharing. BI dan Kementerian Keuangan sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme burden sharing, di mana masing-masing menanggung setengah, untuk mendanai perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih. KALAU BAHASA PERBANKAN , INI SEPERTI SUDAH SISTEMIK, YANG ARTINYA TIDAK HANYA 1, 2 SISTEM YG TERHUBUNG. THE WHOLE SYSTEM. SEPERTI KARTU YG DIJAJARKAN, SAAT SATU RUNTUH SEMUA AKAN IKUT RUNTUH. SAAT ADA YG JATUH, IT GONNA HIT US HARD, HARDER THAN WE HAVE BEEN THROUGH SEHAT2 +62, SOMETHING BIG WILL HAPPEN

Indonesia
1
0
4
1.3K
benhan
benhan@benhan·
Ambisi tanpa kompetensi melahirkan nepotisme. Ga heran karena kita lihat di pucuk pimpinannya memang produk nepo.
Ary@J_a2y0

@benhan Sudah lelah kami dengan kegagalan pemerintah ini. Segenap negara dan bangsa dikorbankan untuk memenuhi ambisi tanpa kompetensi.

Indonesia
1
3
2
633
benhan
benhan@benhan·
Incompetent Govt made the Rupiah untrustworthy.
English
1
5
4
486
benhan
benhan@benhan·
@vegavatima Ada atau ga ada, ga penting karena hanya sarana untuk ibadah. Apakah ibadah membuat kita menjadi orang yang lebih baik, lebih berguna bagi sekitar? Ga gampang marah, ga sombong, ga benci, lebih empati, lebih sabar? Kalau iya berarti tidak ada yg sia2 Kalau tidak, ya emang sia2
Indonesia
0
0
1
727
Vega Vatima
Vega Vatima@vegavatima·
"Untukmu agamamu dan untukku agamaku." Tapi sekarang gue jadi mikir, kalau gue ngadepin orang kayak gitu lagi, sebenernya gimana cara menanggapinya dengan wise? Kayak gue rasa juga gue tidak se-wise itu sih dalam obrolan tersebut.
Indonesia
30
2
147
17.6K
Vega Vatima
Vega Vatima@vegavatima·
Dulu gue pernah ditanya "kalau ternyata Tuhan gak ada, nyesel gak lu capek ibadah selama ini?" Gue jawab "Tidak. Lah no harm kok, dan gue pun diajarin untuk berbuat baik". Terus dia malah nyerocos tentang betapa wasting time-nya gue. Yaudah gue keluarkan kartu Al-Kafirun:
Indonesia
118
66
1.3K
109.4K
benhan
benhan@benhan·
Term pertama Jokowi diisi dengan harapan, professionalism, Zaken Kabinet… Term kedua Jokowi diisi dengan populisme, dagang sapi, konsolidasi kekuatan lewat koalisi gemuk… Term ketiga Jokowi, eh pertama Prabowo, adalah soal keberlanjutan dari term kedua… versi ekstrimnya…
Indonesia
1
3
5
11.1K
benhan
benhan@benhan·
You look at China’s President words and actions in this Iran War, no wonder they’re a progressing nation at all fronts. You look at American President words and actions, you could predict the end is coming for them… Then you look at Indonesian President words and actions…
English
0
1
5
4.7K
benhan
benhan@benhan·
Pemimpin yg menjual bangsanya demi kepentingannya sendiri tentunya adalah seorang pengecut… Dari data, harga diri bangsa, sampai hubungan historis dengan negara sahabat… A dealer not a leader.
Indonesia
0
6
12
2.1K
benhan
benhan@benhan·
@jikuNspraiN Kabar baik kang. 😁 Gimana kabar di Bandung?
Indonesia
1
0
1
329