Benaya Levi
1.7K posts


@dedewizard19 mantep euy kang, 1 jurus dilatih 1000 kali ya ini hehehe
Indonesia

@neollexador ahahahaha iya mas betul
btw kalo market gini masih mungkin darvas ga sih mas? atau baru akan terjadi ketika udah sideways yaa?
Indonesia

@LilBroMainSaham lengkap nih pak penjelasannya keren, oversold ga berarti akan naik
sama kayak pas bullish overbought ga mesti harus turun
thankyou pak
Indonesia

@grok
Coba kamu simulasikan saham saham pak prayogo dan dssa di keluarkan dr msci...
Ihsg bisa ke berapa..
Serta prediksi kamu ihsg Indonesia ke berapa..
Analisa yg detail ych..
Indonesia

@neollexador @Gun_xyz8 wah mas banana bisa nyangkut juga ternyata wkwkw
Indonesia

Izin menambahkan sedikit 🙏
Banyak yang sekarang terlalu fokus ke “bentuk pola”, sampai lupa inti sebenarnya dari VCP.
Sedikit melengkung → dibilang VCP.
Bentuk mangkuk → langsung dianggap setup ala Minervini.
Padahal VCP itu bukan soal gambar.
VCP = Volatility Contraction Pattern.
Intinya adalah:
- range harga makin menyempit
- volatilitas makin mengecil
- volume makin turun
- supply makin tipis
lalu terjadi expansion saat demand masuk
Jadi yang dilihat bukan sekadar “chart cantik”, tapi proses kontraksinya.
Dan menurut saya, ini juga berlaku untuk banyak pendekatan lain di market.
Tidak semua:
- bid offer
- tape reading
- breakout
- support resistance
- moving average
- Wyckoff
- Smart Money Concept
atau indikator teknikal lainnya…bisa diterapkan mentah di semua saham.
Karena tiap saham punya karakter berbeda:
- likuiditas
- market cap
- fase siklus
- volatilitas
- sampai gaya pergerakan bandar
Big caps beda.
Second liner beda.
Saham gorengan beda lagi.
Makanya kadang ada yang bilang: “bid tebal = akumulasi”
Padahal bisa saja layering.
Atau: “breakout valid”
Padahal volume tidak mendukung.
Atau: “VCP cantik”
Padahal distribusi belum selesai dan volatilitas masih liar.
Teknikal itu soal konteks.
Bukan sekadar template.
Yang sulit di market bukan menghafal pola.
Tapi memahami:
- kapan setup itu valid
- cocok dipakai di saham seperti apa
- efektif di fase market yang mana
- dan siapa "pelaku" dominannya
Semakin lama di market, biasanya orang semakin sadar:
Setup bagus ≠ probabilitas tinggi.
Karena kualitas setup juga dipengaruhi:
- liquidity
- sentiment
- momentum sektor
- kondisi market dan psikologi pelaku pasar
Makanya trader yang sudah matang biasanya lebih fleksibel.
Tidak terlalu fanatik pada satu metode.
Market itu dinamis, kalau semua pola selalu berhasil, semua orang pasti sudah kaya hanya dari screenshot chart 😄
#salamsusahnyaham
Ani S@buayaserpong
Jujur saya heran, yang tiap saat post tentang VCP itu paham betul atau nggak sih sebenarnya ? tidak semuanya dijadikan VCP digambar dalam bentuk mangkuk! pengertian VCP itu volatility contraction pattern , yang artinya adalah pola kontraksi harga dan volume.
Indonesia
Benaya Levi retweetledi

Apa itu COC?
CoC = Cost of Credit
Secara sederhana: biaya yang dikeluarkan bank untuk menanggung risiko kredit macet, dinyatakan dalam persentase dari total kredit.
Rumusnya:
CoC = Beban Provisi / Total Kredit × 100%
Provisi = uang yang "disisihkan" bank sebagai cadangan antisipasi kredit macet (NPL).
Contoh gampang:
BCA punya kredit Rp 965 triliun. Kalau CoC-nya 0,33%, berarti BCA menyisihkan sekitar Rp 3,2 triliun per tahun untuk cadangan kredit macet.
Kalau CoC-nya 2% seperti bank lain yang lebih agresif, berarti cadangannya Rp 19 triliun — langsung memotong laba besar-besaran.
Kenapa CoC BCA bisa sekecil 0,33%?
Karena BCA sangat selektif dalam memilih debitur. Mereka lebih suka menolak kredit berisiko daripada harus membuat provisi besar di kemudian hari. Makanya kredit BCA tumbuh lebih lambat, tapi kualitasnya sangat terjaga.
CoC rendah → provisi sedikit → laba lebih besar
CoC tinggi → banyak kredit macet → laba tergerus
CoC adalah salah satu indikator kualitas manajemen risiko kredit sebuah bank. BCA konsisten punya CoC terendah di antara bank-bank besar Indonesia.
Indonesia
Benaya Levi retweetledi

Saking tingginya CASA BBCA, 85%,dana disimpan di surat berharga dan bank lain aja BCA bisa untung😅 benar benar luar yang luar biasa.
BCA memilih "parkir" dana di SBN dan SRBI karena imbal hasil kompetitif + risiko nol (dijamin pemerintah/BI), sambil menunggu permintaan kredit yang berkualitas. Ini strategi defensif yang wajar ketika pertumbuhan kredit melambat.
CoC turun sampai 0.33%
. Penempatan pada surat berharga mencapai Rp 425,41 triliun atau tumbuh 17,55% yoy. Sedangkan penempatan dana pada bank lain naik 40,40% yoy menjadi Rp 24,61 triliun.

Investor Daily@InvestorID
BCA (BBCA) Masih Tahan Ekspansi Kredit #saham #infosaham #investasi investor.id/market/439532/…
Indonesia
Benaya Levi retweetledi

Okayy langsung saja kita fafifu cari candle Hammer kek apa caranya lewat @id_tradingview
manggitgaris | Your Technical Analyst@manggitgaris
Terus mau tau saham apa saja yang bikin pola Hammer ini?? Reply dengan YAAAAA
Indonesia

@Ddarwin889 @marvelle_danny kerenn, berarti tergantung tujuan dari awalnya mau tektok atau invest ya... thankyou pakk 🙏🙏
Indonesia

@benlevi_ Seperti big bank saya malah beli bukannya cl ..
@marvelle_danny ini om yg kaga perna cl..
Jd sistem masing masing..
Ada penganut harus cl...
Indonesia

@benlevi_ Harus tapi jgn terlalu rapat..
Kalau salah biarin dulu
Kalau saya avg 8 smpi 15 kalau saham sdh di bawah...
Indonesia











