muffins
378 posts

muffins
@berryberrymuff
living my best grenjel grenjel life





"Ingatlah bahwa kita akan mati, memento mori". Pas gue S1 ambil filsafat, pernah sekali di matkul Eksistensialisme kami semua disuruh menulis soal kematian. Gue cuma bisa nulis perihal betapa niscayanya kematian, bahwa karena kita fana maka kita harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang-orang yg kita cinta. Narasinya masih external-biased, gue lupa bahkan belum bisa memahami kematian untuk diri gue sendiri. Kita sedih saat ingat bahwa orang-orang yg kita cintai suatu saat akan mati. Bahkan mungkin beberapa dari kita udah pernah mengalami fase grieving, kita jadi saksi atas kematian orang lain. Tapi kita sering lupa, jangankan mereka... kita sendiri juga akan mati. Kita sering pakai kepergian orang lain sebagai peringatan, tapi kita lupa menjadikannya sebagai cermin. Kita lebih gampang menghadapi kematian orang lain karena kita bisa lihat itu semua dari luar, memprosesnya sebagai peristiwa yg terjadi pada dunia. Tapi kematian kita sendiri selalu di ujung cakrawala, justru karena itu paling mudah diabaikan. Kita tuh lucu yah kadang... Kalo orang terdekat sakit, mungkin kita tiba-tiba jadi 'hadir'. Kita telfon mereka lebih sering, jengukin, kita ungkapin bentuk sayang tanpa ragu. Tapi pernah gak nanya ke diri sendiri, "kalo aku besok gak ada, apakah hari ini cukup begini adanya?" Apakah cara gue hidup hari ini adalah cara yang akan gue setujui kalo gue tahu ini hari terakhir gue? Apakah gue hidup dengan sadar, atau cuma gerak, nunda, menghindar, nunggu waktu yg "tepat" yg mungkin ga pernah dateng? Kalo kita belanja ke supermarket, makin banyak yg kita beli makin lama kita di kasir. Hidup juga begitu ke kita. Whatever we do, we will pay for it. Setiap pilihan yg kita buat, setiap hal yg kita ambil dan kita tinggalkan, setiap momen yg kita isi atau kita biarkan kosong -- semua itu membentuk antrian yg harus kita pertanggungjawabkan, bukan kepada Tuhan atau kepada orang lain, tapi kepada diri kita sendiri. So, 'memento mori, memento vivere -- ingatlah kita akan mati, maka ingatlah untuk hidup'. Semoga kita gak pernah lupa untuk hidup untuk diri sendiri, dan kapanpun kita harus duduk bareng kematian, semoga kita udah memahami apakah kita benar-benar sudah hidup untuk diri sendiri. Jangan keras-keras sama diri sendiri ya? Jaga kesehatan jiwa dan raga selagi mereka masih bersama.








aku jualan lagi tanggal 02 februari kak, ini barang baru udah pada numpuk bgttt baru pada datengg, jadi siap siap ya gaiss yg pada nanyain goojodoq lagi dan charger ugreen juga adaa😍😍



semoga bisa ngerasain ujan ujanan di Edinburgh























