betha

3.9K posts

betha

betha

@bethashining

good luck for everyone

Katılım Haziran 2023
17 Takip Edilen8 Takipçiler
betha retweetledi
adtar
adtar@lahirmonday·
khutbah ied: “selain berkorban, idul adha juga membunuh sifat kebinatangan yang melekat pada diri yang berkurban. seperti rakus, ingin menang sendiri,dan melanggar konstitusi” bro chill😭😭😭
Indonesia
171
18.7K
66.7K
488.3K
betha retweetledi
⊙⊝⊜
⊙⊝⊜@namginity·
ya allah gw sedih bgt ngeliat ini sementara presiden hobi jalan2 mulu, klaim kasih bantuan seribu sapi kurban tp bayar pake apbn 100 miliar, menteri n pejabatnya doyan bikin laporan palsu bilang kerjaan beres padahal kaga. masih bisa selamat ga sih ini negara 😭😭
benzie bukan nama anjing@benjiurname

KRL DURI KEOS COKKKKKKK KACAW POLLLL

Indonesia
77
14.7K
37.2K
413.1K
betha retweetledi
Inisial RF 🇵🇸
Inisial RF 🇵🇸@thoriqatuna·
Rakyat bayar pajak ➡️ Masuk ke APBN ➡️ APBN dipake buat beli 1.098 sapi ➡️ Sapi-sapi dikasih ke rakyat atas nama "bantuan dari Presiden". Tai.
Inisial RF 🇵🇸 tweet media
Kompas.com@kompascom

Baca di sini: nasional.kompas.com/read/2026/05/2… Rp 100 miliar uang negara digelontorkan untuk membeli 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, dengan bobot mencapai lebih dari 800 kilogram dan disalurkan ke seluruh Indonesia. Di tengah sorotan publik soal anggaran, sapi-sapi premium itu disebut sudah mengantongi sertifikat sehat dan siap dibagikan ke daerah hingga pesantren. ~IQ #Prabowo #sapi #APBN

Indonesia
579
20.4K
45.5K
862.4K
betha retweetledi
betha retweetledi
txt keluhan warga konoha
txt keluhan warga konoha@keluhkesahkonoh·
Yang seharusnya tidak mahal ; - BUAH, - BUKU. - DAGING - SAYUR Fix - Sekolah - Faskes - Minyak kelapa sawit - Seafood Yang harusnya naik: - Gaji - Pasar saham - ekonomi negara - Daya Beli masyarakat...
Indonesia
51
13.9K
42.2K
311.3K
betha retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh operasi militer terjadi di Kab. Puncak, Papua Tengah 14 Apr lalu. Aliko Walia, anak laki2 usia 8 thn, tertembak peluru di dada kanan, akhirnya meninggal di RSUD Mulia setelah 36 hari dirawat. Aliko ditembak bersama ibunya Wundilina Tabuni (40) yg tewas di tempat.
JUBI NEWS@News_jubi

Kabar duka dari Papua. Aliko Walia (Laki-laki, 8 tahun) meninggal dunia setelah berjuang 36 hari dengan luka tembak tembus di dada kanan. Ia menjadi korban saat operasi militer di Puncak pada 14 April lalu. Ibunya, Wundilina Tabuni (Perempuan, 40 tahun), tewas di tempat pada hari kejadian. 🥀 Selengkapnya:  jubi.id/meepago/2026/a… #PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter jubi.id | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @jubinews

Indonesia
77
5.4K
11.6K
348.5K
betha retweetledi
betha retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Jadi keinget waktu kuliah sama pak Pudyo dan kami diminta menganalisis kurikulum 1947 sampai K-13 at that time. He made us pit against each other debatin kurikulum mana yg paling baik, dan kami sampai pada common ground bahwa semua kurikulum, philosophy-wise itu ya baik. Tujua–
Cerita Ayah@bulunangko

Satu lagi cerita dari guru Kandilo' 👇 Rangking Satu Itu Bernama Minat (Mengenang Kurikulum Merdeka) Namaku Kandilo’. Guru kampung di Toraja. Sudah puluhan tahun mengajar. Sudah melihat terlalu banyak anak merasa dirinya bodoh, padahal sebenarnya tidak. Yang bermasalah bukan pada anaknya. Masalahnya pada cara kita mendefenisikan pintar. Dulu, di sekolah kita, anak dipaksa pandai semua hal. Harus jago matematika. Harus pintar IPA. Harus hebat bahasa. Harus kuasai ini, dan ini, dan itu. Akhirnya banyak anak tumbuh dengan satu keyakinan menyedihkan: menganggap dirinya gagal. Padahal ikan akan selalu terlihat bodoh kalau diuji memanjat pohon. Ayam akan merasa diri sangat bodoh kalau diuji pelajaran renang. Siput selalu akan dapat nilai merah saat ujian berlari. Saya pernah punya murid. Nilai matematikanya biasa saja. Hafalan juga tidak hebat. Tapi tangannya luar biasa. Bisa memperbaiki radio rusak hanya dengan melihat sebentar. Sekarang dia punya bengkel sendiri. Menghidupi keluarganya dengan baik. Kalau dulu dia terus dipaksa menjadi anak rangking matematika, mungkin dia sudah berhenti sekolah karena merasa kalah. Itulah yang saya mulai pahami saat era Nadiem Makarim membawa gagasan Kurikulum Merdeka. Belajar tidak lagi sepenuhnya dipaksa seragam. Anak mulai diberi ruang mengenali minatnya. Guru didorong melihat potensi, bukan sekadar angka rapor. Dulu anak SD pergi sekolah seperti mau pindahan rumah. Tasnya berat sekali. Buku bertumpuk. Pulang sore. Les lagi malam. Tapi kita lupa bertanya: apakah mereka masih senang belajar? Belajar mestinya membuat anak penasaran. Bukan kelelahan. Saya membaca tentang Finlandia. Negara yang pendidikan dasarnya sering disebut terbaik di dunia. Anak-anak di sana tidak dibebani terlalu banyak mata pelajaran. Kalau ada PR lebih untuk mengeksplorasi keterampilan motorik dan sosial di rumah. Jam belajar lebih pendek. Tidak terobsesi rangking. Tapi hasil literasi, ho ho tae’ liu ianna palambi’ta lako, mane. Karena mereka percaya satu hal penting: anak bukan robot pabrik. Setiap anak unik. Tugas sekolah bukan menyeragamkan, tetapi membantu menemukan kekuatannya. Hal yang mirip juga dilakukan di Singapura. Mereka mengurangi budaya rangking ketat sejak sekolah dasar. Fokusnya bukan lagi siapa paling tinggi nilainya, tetapi bagaimana anak mampu berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama. Begitu juga di Kanada. Sekolah-sekolah memberi ruang besar pada project learning, eksplorasi minat, dan pembelajaran yang lebih fleksibel. Anak-anak didorong menemukan apa yang mereka cintai sejak dini. Sebenarnya gagasan Merdeka Belajar itu sederhana sekali. Bahwa tidak semua anak harus menjadi profesor matematika. Tidak semua anak harus ahli fisika. Ada yang lahir menjadi seniman. Ada yang berbakat bertani. Ada yang hebat bicara. Ada yang tangannya terampil. Ada yang hatinya kuat memimpin orang lain. SETIAP ANAK RANGKING 1 Setiap anak sebenarnya rangking satu. Tapi di bidang yang berbeda-beda. Sayangnya, kita terlalu lama membangun pendidikan seperti pabrik fotokopi. Semua anak dicetak sama. Yang berbeda dianggap gagal. Yang tidak cocok dengan sistem dianggap malas. Padahal mungkin sekolahnya saja yang belum memberi ruang. Karena itu saya sedih ketika Kurikulum Merdeka sering diejek seolah-olah membuat anak bodoh. Padahal inti sebenarnya justru membebaskan anak dari ketakutan belajar. Membuat sekolah kembali menjadi tempat menemukan diri, bukan tempat kehilangan percaya diri. Dan saya percaya, bangsa ini akan maju bukan ketika semua anak lulus ujian nasional. Atau mendapat nilai yang tinggi. Tetapi ketika setiap anak diberi kesempatan tumbuh menjadi versi terbaik dirinya sendiri. Saya akhiri dengan pengalaman saya di kelas. Sebagai guru yang sudah puluhan tahun mengajar, saya menemukan bahwa kadang-kadang anak didik saya punya pikiran yang lebih hebat daripada saya sendiri. Ada murid yang pertanyaannya membuat saya pulang berpikir semalaman. Saya, guru Kandilo’ tidak pernah malu mengakui itu di depan kelas. Saya malah bangga. Makanya di akhir pelajaran, saya sering meminta mereka mengkritik cara saya mengajar. Siapa yang berani memberi kritik paling jujur, saya kasih hadiah kecil. Bukan karena saya guru yang hebat, tetapi karena saya ingin mereka berani berpikir. Harga diri Kandilo’ sebagai guru tidak akan pernah jatuh karena dikritik murid. Justru di situlah kebanggaan saya: berhasil melahirkan anak-anak yang berani bertanya, berani berbeda pendapat, dan berani berpikir merdeka. Mungkin itulah sebabnya saya jatuh cinta pada Kurikulum Merdeka. Karena bagi saya, pendidikan terbaik bukan melahirkan murid yang takut pada guru, tetapi murid yang suatu hari bisa melampaui gurunya sendiri. Ooo dikka’na le, nasibmu, kurikulum merdeka. Salam Pembebasan, Kandilo' Ket: Gambar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lihat Lebih Sedikit

Indonesia
23
284
1.6K
133.9K
betha retweetledi
yanto kopling
yanto kopling@_viaw·
IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Bayangin dibilang “bukan gaada waktu kamunya aja males olahraga” Tapi aku jam 6 kurang udh otw kantor, nyampe rumah paling cepet jam 7 malem, sabtu minggu udah kerasa remuknya aja. Apalagi belakangan ini mentally tired bgt kerjaan segunung.
katafrasa@katafrasafrase

Orang2 sampai ga punya hobi, ga ada family time, ga ada me time, gara2 kerja. Lembur ga dibayar, nyari sampingan ga seberapa. Pemerintah goblok

Indonesia
236
7.2K
29.5K
1.1M
betha retweetledi
247
247@skymlees·
247 tweet media
ZXX
2
1.2K
3.5K
38.8K
betha retweetledi
🇮🇩 мαԃαм ԃнєησк 🇵🇸
Mereka,para guru itu lagi demo pak 😭😭bukan jumpa fans.Malah dadah . Kalau cuma penhen dadah- dadah di mobil gitu ikut karnaval aja pak, ga usah jd presiden!!!!!!!!
Indonesia
2.4K
18.2K
58.7K
3.7M